BERITA TERKAIT

Program Arsitek BINUS UNIVERSITY Gelar AGF 2026: Respons Krisis Iklim Lewat Arsitektur Tropis

Melalui ajang AGF 2026, deretan arsitek dan akademisi menegaskan pentingnya pendekatan desain adaptif iklim, fungsionalitas ruang, serta nilai inklusivitas dalam pembangunan hunian masa depan.

PropertiTerkini.com, (TANGERANG) — Program Arsitek BINUS UNIVERSITY resmi menggelar Architecture Grand Festival (AGF) 2026 bertema “The Golden Age of Architecture” di Kampus BINUS @Alam Sutera, Tangerang.

Ajang tahunan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARS) ini menjadi ruang temu strategis antara akademisi dan praktisi industri untuk merespons dinamika perubahan iklim global, pesatnya integrasi teknologi, serta pergeseran gaya hidup masyarakat modern.

Isu adaptasi iklim dan keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu fokus krusial yang disorot dalam festival tersebut. Penataan cahaya alami, optimalisasi sirkulasi udara mikro, hingga pemilihan material lokal bernilai jejak karbon rendah dinilai sebagai fondasi penting terciptanya bangunan yang efisien energi di negara tropis seperti Indonesia.

Arsitektur Tropis Sebagai Solusi Efisiensi Energi

Dalam sesi diskusi panel bertajuk Opera, delapan praktisi lintas disiplin membagikan gagasan mendalam mengenai transformasi desain hunian modern.

Pendiri Studio Arsitek Tropis, Ren Katili, membawakan topik Designing with Climate Response. Ia menekankan bahwa respons terhadap iklim lokal semestinya diintegrasikan sejak awal proses perancangan.

Pendekatan pasif (passive design) pada bangunan tidak hanya menekan konsumsi energi operasional harian, tetapi juga menciptakan iklim mikro yang nyaman bagi penghuni.

Pandangan tersebut diperdalam oleh Ar. Ida Bagus Gede Sasra Bhanutama dari Emporio Architect melalui pembahasan Reimagining Tropical Architecture.

Menurutnya, karakter khas arsitektur tropis perlu dikonseptualisasikan ulang agar mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat modern tanpa mengorbankan keselarasan dengan kondisi alam sekitar. Pengolahan atap, bukaan lebar, serta ventilasi silang (cross ventilation) menjadi elemen penting agar properti tetap adem alami.

“Perkembangan arsitektur saat ini menuntut calon arsitek untuk tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga mampu membaca konteks, memahami kebutuhan manusia, serta peka terhadap isu lingkungan dan perubahan sosial. BINUS University melalui Architecture Grand Festival 2026 ingin memberikan perspektif yang lebih luas langsung dari para praktisi,” tegas Ketua Jurusan Arsitektur BINUS University, Dr. Michael Isnaeni Djimantoro.

Redefinisi Kemewahan dan Nilai Inklusivitas Ruang

Selain isu keberlanjutan, AGF 2026 menyoroti transformasi makna ruang dalam pengembangan properti modern.

Helen Agustine Rusli dari Helen Agustine Studio mengungkapkan lewat topik Inclusive Luxury bahwa paradigma kemewahan (luxury) dalam dunia arsitektur telah bergeser secara signifikan.

“Kualitas dan kenyamanan dalam sebuah desain tidak semestinya hanya dilihat dari kemewahan secara visual, tetapi juga dari bagaimana ruang dapat memberikan pengalaman yang lebih inklusif bagi penggunanya,” jelas Helen.

Di sisi lain, pendiri RAW Architecture, Realrich Sjarief, mengangkat topik Architecture as a Living Craft. Ia menggarisbawahi pentingnya keterikatan antara manusia, kerajinan lokal, dan proses perancangan yang terus bertumbuh.

Pendekatan ini menegaskan bahwa nilai sebuah bangunan tidak berhenti saat konstruksi fisik usai, melainkan terus hidup bersama aktivitas penghuninya.

Sintesis Konteks Lokal dan Pengalaman Multidimensi

Keseimbangan antara identitas lokal dan tren global turut dibedah oleh Marten Triyono dari Karsa Studio melalui topik Context to Design, serta Dhanie Syawaliah dari Dhanie & Sal lewat Architecture Across Borders.

Keduanya menggarisbawahi pentingnya mempertahankan konteks tapak dan kebudayaan lokal di tengah derasnya arus perancangan internasional.

Sementara itu, ekspansi makna ruang dibawakan oleh Ar. Denny Setiawan dengan topik Architecture Beyond Form, serta Ar. Aziz Syam dari ALIEN DC melalui Multidimensional Architecture.

Mereka memaparkan bahwa arsitektur multidimensi mencakup stimulasi sensori, fungsi sosial, serta interaksi emosional yang tercipta antara manusia dengan lingkungan buatannya.

Kemeriahan AGF 2026 juga dilengkapi dengan Architecture Theater, pertunjukan unik yang menerjemahkan hubungan antara manusia, ruang, dan lingkungan melalui storytelling, audio-visual, serta seni musik.

Pendekatan kreatif ini membuat pembahasan arsitektur terasa lebih dekat, komunikatif, dan interaktif bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:

GROHE SPA Aqua Sanctuary, Tren Baru Kamar Mandi Mewah

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page