Monday, August 15, 2022

Hunian Tapak Masih Cukup Aktif, Begini Kondisi Perkantoran, Hotel hingga Logistik di Kuartal II 2022

Meskipun Jakarta masih menjadi pintu utama untuk berinvestasi di Indonesia, pembangunan ruas jalan tol baru dan jalan tol luar kota diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA)JLL Indonesia dalam temuan terbarunya bertajuk, “Jakarta Property Market Overview 2Q 2022” melaporkan bahwa pengembang properti khususnya hunian tapak (landed) masih cukup aktif dalam meluncurkan produk baru.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL menyebutkan, sektor rumah tapak terus aktif di tengah pandemi, yang terlihat dari respon pembeli terhadap peluncuran produk baru dengan berbagai tipe di kawasan kota mandiri area Jabodetabek.

Baca Juga: 4 Alasan yang Membuat Medan Layak Sebagai Kota Investasi Properti

“Kompetisi terlihat dari para pengembang yang mengadaptasi konsep-konsep produk favorit dan memiliki penjualan yang cukup tinggi sejak dua tahun terakhir,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar pasokan dan permintaan produk rumah tapak tersebut menyasar segmen menengah ke bawah.

Selain berbagai opsi pembayaran dan perpanjangan periode cicilan, kata dia, keterjangkauan harga tetap menjadi faktor kunci sukses penjualan rumah tapak.

Baca Juga: Apartemen Masih Tertahan, Penjualan Rumah, Ritel dan Perkantoran Terus Bergerak

“Beberapa pengembang telah mengumumkan untuk meluncurkan kawasan perumahan baru di paruh kedua 2022,” ungkapnya.

Perkantoran

Sementara untuk perkantoran, sebut Yunus Karim, Head of Research JLL, di pertengahan tahun 2022, tingkat hunian sektor perkantoran stabil di angka 72% untuk kawasan CBD dan di angka 74% untuk kawasan Non-CBD mengingat permintaan yang masih terbatas dan tidak ada jumlah pasokan baru yang selesai dibangun.

“Ke depannya, empat gedung di kawasan CBD diperkirakan akan rampung dibangun pada semester kedua tahun 2022, berpotensi menambah pasokan sektor perkantoran sekitar 270 ribu meter persegi,” jelas Yunus.

Baca Juga: Astra Property Siap Bangun Sejumlah Proyek Baru

Sedangkan untuk kawasan Non-CBD, diperkirakan akan bertambah sebanyak 130 ribu meter persegi.

Melanjutkan tren sebelumnya, Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL menambahkan, aktivitas pencarian ruang perkantoran masih terlihat di triwulan kedua, khususnya untuk gedung grade A yang dapat menawarkan fleksibilitas dan harga sewa yang kompetitif.

Akan tetapi, kata dia, keputusan relokasi masih bergantung dari strategi penghematan biaya, termasuk pengurangan luas ruang kantor atau downsizing yang masih tetap terlihat dilakukan oleh para penyewa.

Baca Juga: Tiga Sektor Ini Terbukti Tetap Tangguh di Tengah Pandemi

“Perusahaan yang berbasis di sektor teknologi masih mendominasi aktivitas di pertengahan tahun 2022 ini,” kata dia.

Secara umum, tingkat hunian gedung perkantoran Grade A masih berada di angka 66%. “Dengan tingkat permintaan yang masih terbatas dan tingkat hunian yang tertekan, harga sewa perkantoran di kawasan CBD maupun kawasan Non-CBD, masih mengalami penurunan,” ujarnya.

Pusat Perbelanjaan

Pelonggaran PPKM yang diberlakukan membuat pusat perbelanjaan diperbolehkan untuk beroperasi secara penuh yang berdampak pada aktivitas yang meningkat, khususnya di pusat perbelanjaan menengah ke atas.

Pada triwulan kedua ini, masih menurut Yunus, sebagian besar penyerapan terjadi di pusat perbelanjaan yang masih terhitung baru dengan penyewa yang paling aktif masih dari kategori makanan dan minuman.

Baca Juga: Pollux Chadstone Operasikan Tower Christie Chadstone Residences

“Secara umum, tingkat hunian masih relatif stabil di angka 87%. Pasokan pusat perbelanjaan diperkirakan akan bertambah sebesar ±100 ribu meter persegi pada tahun 2022,” ungkap Yunus.

Kondominium

Permintaan di pasar kondominium masih melanjutkan tren yang terlihat selama pandemi. Namun, dengan PPKM yang relatif lebih longgar, pengembang mulai terlihat aktif dalam melakukan kegiatan pemasaran offline seperti penyelenggaraan pameran dan seminar.

“Para pengembang terpantau masih tetap berhati-hati dalam meluncurkan produk baru dalam kondisi pasar saat ini ketika tingkat penjualan masih mengalami pelemahan, sehingga tidak ditemukan produk kondominium baru yang diluncurkan oleh para pengembang di triwulan ini,” jelas Yunus.

Hotel

Julien Naouri, Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group, mengungkapkan, meningkatnya aktivitas pariwisata di Indonesia menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam performa hotel seperti tingkat hunian dan harga kamar.

Baca Juga: CJ Logistics Memperkenalkan Palet yang Terbuat dari Bahan Plastik Daur Ulang

“Oleh karena itu, kami memperkirakan aktivitas investasipun akan meningkat dikarenakan investor mulai bergerak untuk memanfaatkan setiap peluang yang muncul dalam beberapa bulan mendatang, meskipun dengan berhati-hati dan menerapkan seleksi yang ketat untuk penjaminan masih menjadi prioritas,” jelasnya.

Logistik

Pada sub sektor logistik pun, hingga triwulan kedua, permintaan masih positif yang didominasi oleh penyedia jasa logistik dan pemain e-commerce yang terus berekspansi dengan wilayah pencarian di Jakarta dan Cikarang, yaitu lokasi mayoritas pasokan gudang modern berada.

Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL menjelaskan, hingga tahun 2024, mayoritas pasokan baru juga masih akan berpusat di area Cikarang, meliputi pergudangan multi-tenant dan built-to-suit.

Baca Juga: SKYE Suites Sydney Raih Gelar Apartment/Suite Hotel of The Year

Menurutnya, tidak ada pasokan baru yang selesai dibangun di triwulan kedua 2022, sehingga membuat tingkat hunian ruang gudang modern di Jabodetabek stabil di angka 93%.

“Beberapa proyek masih dalam proses konstruksi dan direncanakan akan mulai beroperasi di paruh kedua 2022,” tambah Farazia.

Pada bagian akhir, James Allan, Country Head JLL mengatakan bahwa, Indonesia tetap menjadi tujuan yang menarik untuk investasi dengan potensi sosioekonomi yang dimiliki.

Baca Juga: The Laguna, a Luxury Collection Resort & Spa, Nusa Dua Bali Kembali Beroperasi

“Saat ini, kata dia, investor asing dan lokal terlihat aktif dalam mencari peluang di beberapa sektor properti, seperti logistik, pusat data (data centre), dan residensial.

“Meskipun Jakarta masih menjadi pintu utama untuk berinvestasi di Indonesia, pembangunan ruas jalan tol baru dan jalan tol luar kota diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya,” tutupnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU