Sunday, July 3, 2022

Apartemen Masih Tertahan, Penjualan Rumah, Ritel dan Perkantoran Terus Bergerak

Salah satu pengembangan infrastruktur yang dinantikan tahun ini yang diharapkan akan berdampak positif pada sektor properti antara, lain adalah LRT Jabodebek dan beberapa ruas jalan tol baru.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Aktivitas penjualan properti diperkirakan akan terus membaik, terutama pada sektor hunian tapak, perkantoran dan ritel.

Untuk pencarian ruang perkantoran diperkirakan akan terus meningkat, meski masih terbatas. Yunus Karim, Head of Research JLL mengatakan bahwa untuk sektor perkantoran, tahun 2022 diawali dengan perkembangan tingkat keterisian yang relatif stabil, yaitu di angka 73% untuk kawasan CBD dan 74% untuk kawasan Non-CBD.

Baca Juga: Sudah Lebih Dari 300 Rumah Diserahterimakan di Summarecon Mutiara Makassar

“Sebanyak 4 gedung di kawasan CBD diperkirakan akan rampung dibangun pada triwulan-triwulan ke depan, berpotensi menambah pasokan sebanyak 270 ribu meter persegi di tahun 2022. Sedangkan untuk kawasan Non-CBD, diperkirakan bertambah sebanyak 130 ribu meter persegi pada tahun 2022,” katanya.

Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL menambahkan, selain tren pengurangan area kantor, permintaan area kantor dengan ukuran yang relatif lebih kecil dibandingkan sebelumnya mulai sering terlihat sebagai bagian dari strategi real estat mereka.

“Secara umum, tingkat hunian gedung perkantoran Grade A masih tertekan di angka 66%,” katanya.

Baca Juga: Komitmen Polytron Aplikasikan Inovasi Teknologi Modern dan Kekinian

Sementara untuk pusat perbelanjaan di Jakarta, terlihat bahwa restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga menjadi daya tarik untuk pengunjung, didukung oleh taman bermain anak-anak yang diizinkan beroperasi dengan kapasitas 70%.

Selain kedua kategori di atas, kategori peralatan rumah tangga juga terlihat cukup aktif dalam membuka toko-toko mereka. Secara umum, tingkat keterisian pusat perbelanjaan relatif stabil yaitu 87%. Pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan bertambah sebesar ±150 ribu meter persegi pada tahun 2022.

Aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada triwulan pertama juga masih menunjukkan tren yang sama yang terlihat selama pandemi. Lemahnya permintaan kondominium di Jakarta masih berlanjut dari tahun lalu mengingat para calon pembeli, khususnya investor, masih berhati-hati dalam melakukan pembelian kondominium.

Baca Juga: Progres Terkini CitraLand City Losari: On Schedule Hingga Destinasi Wisata Makassar

“Terdapat dua proyek kelas atas yang diluncurkan oleh pengembang internasional di triwulan ini. Secara umum, para pengembang masih fokus untuk menjual produk eksisting,” ungkap Yunus.

Senada dengan tren permintaan kondominium di Jakarta, aktivitas penjualan kondominium di area BODETABEK juga terpantau belum sepenuhnya pulih.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL mengungkapkan bahwa tingkat penjualan dan peluncuran proyek kondominium baru mengalami sedikit penurunan pada enam bulan terakhir.

Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Rilis Rumah Tipe The Sherry, Mulai Rp1 Miliaran

“Tercatat hanya ada dua proyek kondominium baru yang diluncurkan di area Depok dan Tangerang di kelas menengah. Penjualan dan pasokan kondominium masih didominasi oleh tipe studio karena harga yang relatif lebih terjangkau,” terangnya.

Menurut Angela, aktivitas di awal tahun 2022 kembali didominasi oleh perusahaan yang beroperasi di sektor teknologi.

“Dengan tingkat permintaan yang masih terbatas dan tertekannya tingkat hunian, harga sewa menjadi terus tertekan,” ujarnya.

Baca Juga: Mulai Serah Unit, Triniti Land Optimis Target Tahun Ini Tercapai

Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL menambahkan, satu gudang modern di Karawang baru selesai dibangun pada triwulan pertama tahun ini sehingga menyebabkan tingkat hunian sedikit tertekan di angka 93%.

“Beberapa proyek masih dalam proses konstruksi dan akan mulai beroperasi di pertengahan tahun 2022. Mayoritas permintaan terhadap wilayah Cikarang, diikuti oleh area kota Bekasi dan Jakarta,” jelasnya.

“Di tengah dominasi gudang multitenant, permintaan gudang built-to-suit kepada pengembang juga masih tetap terlihat di beberapa lokasi,” tambahnya.

Baca Juga: Politeknik PU Siap Menerima Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022/2023

Sedangkan untuk industri sektor perhotelan, Julien Naouri, Vice President, Investment Sales Hotels & Hospitality Group, Asia Pacific mengatakan, perhotelan Indonesia saat ini sedang dalam masa pemulihan dan kondisi ini dapat terus terjadi seiring dibukanya kembali perjalanan domestik dan internasional yang lebih luas untuk mempertahankan momentum tersebut.

“Pencabutan syarat untuk karantina di Indonesia juga akan memberikan tingkat kepercayaan lebih tinggi kepada para operator dan pemilik hotel. Tidak mengherankan bahwa pasar destinasi wisata utama seperti Jakarta dan Bali diperkirakan akan mendorong pemulihan tingkat hunian dan juga menerima sebagian besar dari total investasi 300 juta dolar AS yang kami perkirakan akan terjadi pada tahun 2022,” terang Julien.

Sementara menurut James Allan, Country Head JLL, Indonesia merupakan tujuan yang menarik untuk investasi. Alasannya, sebut dia, Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia, proporsi penduduk usia produktif yang besar, dan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.

Baca Juga: Sinar Mas Land Beri THR di Program Double Dream 2022

“Saat ini, investor asing dan lokal terlihat aktif dalam mencari peluang di beberapa sektor properti, seperti logistik, pusat data (data centre), dan residensial. Salah satu pengembangan infrastruktur yang dinantikan tahun ini yang diharapkan akan berdampak positif pada sektor properti antara, lain adalah LRT Jabodebek dan pembangunan beberapa ruas jalan tol baru,” sebutnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU