BERITA TERKAIT

Siasat CVIG Garap Pasar Properti Indonesia di Tengah Kelangkaan Hunian Sydney

Mengombinasikan bisnis agensi, retal, hingga pengembang, CVIG menawarkan proyek townhouse di kawasan strategis Sydney untuk menggaet pemodal asal Jakarta dan sekitarnya.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Perusahaan properti Capital Value International Group (CVIG) memperluas jangkauan pasarnya dengan membidik para investor asal Indonesia. Langkah ekspansi ini dilakukan di tengah krisis pasokan hunian (undersupply) yang melanda pasar properti Sydney, Australia.

CVIG resmi menawarkan proyek townhouse Roselands yang berlokasi sekitar 16 km atau sekitar sekitar 20–30 menit berkendara dari pusat kota (Central Business District/CBD) Sydney. Proyek hunian tapak (landed homes) yang dikembangkan di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini menjadi salah satu portofolio utama pengembang dalam menangkap potensi pasar dari Indonesia.

Baca Juga: Iwan Sunito Bawa World Roadshow ke Indonesia, Bahas Peluang Bisnis dan Properti Australia

Pendiri sekaligus Managing Director CVIG, Chandra Leonardi, mengungkapkan bahwa langkah menggarap pasar Indonesia merupakan bagian dari evolusi bisnis perusahaan yang telah dibangun sejak 2013. Memulai rekam jejak dari agensi properti di Sydney, CVIG kemudian membuka kantor operasional di Jakarta pada 2014 untuk menjangkau pasar pemodal tanah air secara langsung.

Transformasi bisnis CVIG dari sekadar agen penjualan menjadi pengembang hunian tapak didasari oleh penguasaan rantai bisnis secara menyeluruh. Menurut Chandra, perusahaan tidak memisahkan divisi penjualan, penyewaan, hingga pengembangan agar dapat memberikan layanan terpadu (one-stop shop) bagi para investor.

“Kami mengerti semua prosesnya, jadi tidak ada divisi sales, rental, dan development yang terpisah. Investor dari Jakarta yang membeli unit bisa kami bantu dicarikan penyewa (tenant) bahkan sebelum proses pelunasan (settlement) selesai,” ujar Chandra kepada media di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Tantangan Pasokan dan Lonjakan Imigrasi

Langkah ekspansi CVIG sejatinya merespons dinamika pasar properti Australia yang sedang mengalami defisit hunian secara signifikan.

Baca Juga: Dulu Bertaruh Nyawa 3 Jam di Tebing Terjal, Sky School Bus Yunnan Kini Antar Anak ke Sekolah dalam 30 Menit

Pemerintah Australia melalui skema National Housing Accord telah menargetkan pembangunan 1,2 juta rumah baru hingga tahun 2029. Namun, tingginya biaya konstruksi, keterbatasan tenaga kerja, serta lamanya proses perizinan membuat realisasi pembangunan masih belum mencapai target.

Di sisi lain, permintaan hunian terus meningkat seiring pertumbuhan populasi yang didorong oleh program migrasi tenaga kerja terampil, mahasiswa internasional, hingga migran permanen. Sebagai dua kota utama penerima arus migrasi terbesar, Sydney dan Melbourne menghadapi tekanan permintaan tinggi terhadap hunian maupun properti sewa dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut tecermin dari data Australian Bureau of Statistics (ABS) yang mencatat nilai total pasar properti residensial Australia telah menembus angka AUD 12,8 triliun. Sementara riset CoreLogic Australia mencatat nilai hunian di Sydney masih menjadi yang tertinggi di Australia, dengan median harga rumah melampaui AUD 1,2 juta.

Baca Juga: Pajak Properti Singapura Naik 60%, Batam dan Johor Jadi Opsi Alternatif

Tampak depan eksterior dan area masuk proyek townhouse Roselands Sydney besutan pengembang CVIG.
Fasad eksterior proyek townhouse Roselands di Sydney, Australia yang dikembangkan oleh Capital Value International Group (CVIG). (Foto: Dok. CVIG)

Di tingkat lokal, Chandra mencatat defisit hunian di Sydney saat ini telah mencapai kisaran 187.000 unit. Kondisi ini diperketat oleh arus imigrasi masuk yang secara konstan menyumbang sekitar 150.000 jiwa setiap tahunnya.

“Di Sydney, produk townhouse paling sedikit dibangun. Pasar lebih banyak diisi apartemen atau rumah tinggal mandiri (freestanding). Dengan mengisi celah di antara keduanya, kami mempraktikkan strategi blue ocean untuk menciptakan kelangkaan pasokan (scarcity supply),” jelas Chandra.

Strategi Produk CVIG dan Prospek Investasi

Keputusan CVIG berfokus pada pengembangan landed homes didasari oleh tingginya preferensi pasar lokal serta potensi pertumbuhan modal jangka panjang (long term capital). Dalam tiga tahun terakhir saja, harga hunian tapak di Sydney telah mencatatkan kenaikan rata-rata mencapai 25 persen.

Baca Juga: Dewan Architects Sabet Gelar Firma Arsitektur Terbaik Asia di AADA 2026

Roseland sendiri merupakan proyek ketiga CVIG. Dibangun di lahan hampir 2.000 meter persegi mencakup pembangunan 7 unit townhouse dua lantai dengan luasan bangunan masing-masing sekitar 300 meter persegi, serta luas tana sekitar 277 meter persegi.

Dari total unit tersebut, CVIG mengalokasikan 4 unit untuk dijual ke pasar, termasuk menyasar investor Indonesia, sementara 3 unit sisanya ditahan untuk disewakan.

Setiap unit ditawarkan dengan harga sekitar Rp30 miliar. Secara keseluruhan, proyek ini memiliki nilai pengembangan sekitar Rp225 miliar, mencerminkan tingginya permintaan terhadap hunian premium di Sydney.

Sementara unit yang disewakan diproyeksikan mampu menghasilkan rental yield berkisar 3,5 persen hingga 5 persen per tahun, sejalan dengan amat rendahnya tingkat kekosongan (vacancy rate) pasar sewa Sydney saat ini. Nilai sewa pasar untuk tipe tiga kamar di kawasan tersebut mencapai AUD 1.300 (sekitar Rp14 juta–Rp15 juta) per minggu.

Baca Juga: Iwan Sunito Gandeng Koichi Takada Bangun Five Dock, Proyek Mixed-Use Rp25 Triliun di Sydney

Bagi investor Indonesia, isu kepemilikan properti di luar negeri sering kali dibayangi oleh kekhawatiran adanya batas waktu kepemilikan, seperti skema sewa 99 tahun. Chandra Leonardi meluruskan persepsi keliru tersebut.

Ia menjelaskan bahwa meski proyek townhouse ini menerapkan skema legal Strata Title—karena ada pengelolaan area bersama—status kepemilikannya tetap merupakan hak milik penuh tanpa batas waktu.

“Sebanyak 99 persen tanah di Sydney berstatus hak milik murni. Skema Strata Title untuk townhouse di sini tidak menggunakan batas waktu kepemilikan 99 tahun seperti di beberapa negara lain. Kepemilikannya berlaku selamanya dan dikelola bersama oleh perhimpunan pemilik (Owners Corporation),” tegas Chandra.

Guna memastikan kualitas desain bersaing di pasar premium Australia, CVIG menggandeng firma arsitektur ternama M.A.R.S Architecture & Interior Design Australia. Kemitraan ini digalang untuk merancang proyek hunian bernilai estetika dan kualitas tinggi.

Baca Juga: Dovia Sold Out Cepat, Sinar Mas Land Luncurkan Klaster Livia di Ladoria Grand Wisata Bekasi

desain-interior-dapur-mewah-townhouse-roselands-sydney
Desain area dapur mewah pada unit townhouse Roselands Sydney garapan CVIG dan M.A.R.S Architecture & Interior Design Australia. (Foto: Dok. CVIG)

“Nilai investasi properti jangka panjang sangat ditentukan oleh proporsi kepemilikan tanah (land component), kualitas gaya hidup, serta akses jalan utama. Karena itu, kolaborasi dengan arsitek papan atas menjadi langkah strategis kami dalam menjamin pertumbuhan nilai aset para pemodal secara berkelanjutan,” terang Chandra.

Rekam jejak portofolio pengembangan CVIG sendiri dimulai dari proyek perdana pada 2019 yang bernilai investasi awal AUD 2,1 juta dan kini valuasinya telah berkembang menjadi AUD 4 juta. Secara akumulatif, transaksi penjualan (sales volume) yang pernah ditangani CVIG mencapai akumulasi angka AUD 500 juta atau setara lebih dari Rp5 triliun.

Baca Juga: Jumlah Orang Kaya Indonesia Naik, Begini Update Penjualan Hunian Ultra-Luxury Rp150 Miliar di NavaPark BSD City

Guna memperkuat kapasitas pengembangan hunian tapak secara berkelanjutan, CVIG terus melakukan konsolidasi korporasi. Ke depan, perusahaan berkomitmen tetap berfokus pada proyek hunian tapak strategis berjarak di bawah 20 km dari Sydney CBD untuk menjaga nilai kapitalisasi investasi para pembeli. Saat ini, CVIG telah mengakuisisi dan memiliki beberapa lokasi lahan potensial di sekitar Sydney.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page