BERITA TERKAIT

Dulu Bertaruh Nyawa 3 Jam di Tebing Terjal, Sky School Bus Yunnan Kini Antar Anak ke Sekolah dalam 30 Menit

Anak-anak Desa Nizhuhe yang dulu harus memanjat tebing 500 meter dengan rantai besi kini menikmati fasilitas 'Sky School Bus' gratis di Nizhu River Grand Canyon.

PropertiTerkini.com(YUNNAN, CHINA) — Aksesibilitas dan konektivitas di kawasan terpencil kerap menjadi tantangan terbesar pembangunan wilayah pegunungan. Setelah sempat menyita perhatian publik internasional lewat potret anak-anak sekolah yang menuruni tangga tebing bambu dan rantai besi setinggi ratusan meter di pedalaman China, perubahan signifikan akhirnya terwujud di Provinsi Yunnan. Lewat pengoperasian fasilitas lift tebing raksasa dan kereta gantung yang dikenal sebagai Sky School Bus, rute berbahaya yang dulunya menguras waktu hingga tiga jam kini terpangkas menjadi sekitar 30 menit.

Dilansir dari agensi berita video internasional Viory, sistem transportasi vertikal ini membelah kawasan Nizhu River Grand Canyon di Kota Qujing. Fasilitas infrastruktur tersebut menghubungkan permukiman warga di dasar ngarai dengan area clifftop tempat fasilitas pendidikan berdiri, menembus perbedaan ketinggian vertikal melebihi 500 meter.

Baca Juga: Schindler Hadirkan 4 Tema Interior Lift Baru: Revolusi Desain, Standar Naik Kelas di 2026

Sebelum sarana ini beroperasi, para pelajar dari Desa Nizhuhe harus bertaruh nyawa menyusuri dinding tebing terjal dan licin. Pengalaman mencekam tersebut diungkapkan oleh warga lokal dan para siswa melalui laporan video yang diunggah di kanal YouTube ShanghaiEye魔都眼.

Zhao Suzhen, ibu dari seorang murid bernama Lei Xin, menceritakan betapa mengerikannya rute lama di area Gua Kelelawar. Saat itu, anak-anak terpaksa bergantung pada rantai besi untuk merayap naik. Lei Xin bersama rekannya, Chen Honghan, bahkan sempat berada dalam situasi kritis ketika nyaris jatuh ke jurang dalam yang dialiri arus sungai deras.

Meski harus menderita luka-luka dan goresan fisik saat melintasi jalur curam tersebut, semangat para siswa untuk bersekolah tidak surut. Chen Honghan menegaskan bahwa pengalaman pahit itu justru memacunya untuk belajar lebih giat. Kini, setelah fasilitas lift beroperasi, rasa lelah mendaki medan ekstrem tersebut berganti dengan kekaguman.

“Kami akhirnya tidak perlu memanjat ngarai lagi seperti dulu yang sangat melelahkan. Ketika saya berada di dalam lift dan sampai di atas, rasanya seperti tidak sedang berjalan kaki, tetapi diangkat oleh dewa,” ungkap Lei Xin saat menggambarkan sensasi menaiki lift tebing kaca tersebut.

Baca Juga: Lebih Hemat dari Dispenser, Inilah Dua Home Lift Hemat Listrik dari Pardi Solusi

Anak-anak sekolah memanjat jalur tebing curam dengan tangga dan rantai besi di Nizhuhe Yunnan China sebelum hadirnya Lift Tebing Yunnan Sky School Bus.
Anak-anak sekolah di Desa Nizhuhe, Qujing, Yunnan, China, dulu harus memanjat jalur tebing curam dengan bantuan tangga dan rantai besi sebelum fasilitas Lift Tebing Yunnan dan Sky School Bus beroperasi. (Foto: Dok. ShanghaiEye魔都眼/YouTube; Edit: PropertiTerkini.com)

Integrasi Lift Tebing Raksasa Yunnan Sky School Bus dan Akses Gratis Penduduk Desa

Sistem transportasi Sky School Bus ditopang oleh dua lift raksasa yang menempel pada dinding batu kapur ngarai. Lift pertama, Qingyun, beroperasi setinggi 268 meter sejak 2022. Guna meningkatkan kapasitas angkut serta mencegah antrean anak sekolah saat jam masuk kelas, pemerintah setempat resmi mengoperasikan Lift Fuyao setinggi 288 meter.

Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan membebaskan biaya operasional bagi penduduk lokal. Warga desa dan para pelajar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas lift serta kereta gantung secara gratis. Pengelola juga menyiagakan jalur dan jadwal prioritas khusus (dedicated route) untuk memfasilitasi pergerakan siswa pada jam berangkat dan pulang sekolah.

Pembangunan lift tebing raksasa ini sejatinya dirancang sebagai bagian dari pengembangan kawasan pariwisata Nizhu River Grand Canyon. Namun, langkah integrasi dilakukan agar infrastruktur wisata bernilai investasi tinggi ini juga berfungsi sebagai sarana transportasi publik harian warga setempat.

Baca Juga: Relokasi Pabrik Perusahaan China ke Indonesia Terus Meningkat, Apa Dampaknya?

Konsep integrasi ganda tersebut terbukti efektif melayani dua segmen pengguna sekaligus: wisatawan yang berburu pemandangan panorama lanskap ngarai, serta warga lokal yang membutuhkan jaminan mobilitas cepat dan aman.

Pemandangan lanskap Nizhu River Grand Canyon dan struktur lift tebing Sky School Bus di Yunnan China
Pemandangan panorama bentang alam Nizhu River Grand Canyon di Yunnan, China, yang memperlihatkan struktur lift tebing raksasa Sky School Bus di dinding ngarai. Fasilitas transportasi vertikal ini memangkas waktu tempuh perjalanan anak sekolah dari 3 jam memanjat tebing terjal menjadi hanya 30 menit. (Foto: yndaily / Edit: Propertiterkini.com)

Kehadiran fasilitas modern ini memicu harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan. Salah seorang siswi setempat dalam rekaman video ShanghaiEye魔都眼 menyampaikan harapannya agar transformasi di desanya membawa dampak panjang.

“Saya berharap semua wisatawan bisa datang berkunjung ke kampung halaman saya, dan semoga desa kami semakin indah serta berkembang,” tuturnya.

Baca Juga: Kejar Target Backlog, Kementerian PKP Lirik Teknologi Hunian Murah Tiongkok

Kehadiran Sky School Bus di Yunnan mempertegas pentingnya pembangunan infrastruktur inklusif dalam membuka isolasi kawasan. Di wilayah dengan topografi ekstrem, inovasi transportasi vertikal tidak hanya mendorong sektor pariwisata dan nilai kawasan, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi keselamatan serta kesetaraan akses pendidikan generasi muda.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page