PropertiTerkini.com, (SINGAPURA) — Summarecon Bandung kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah meraih penghargaan Urban Regeneration dalam ajang Real Estate Asia Built Environment Awards 2026 yang digelar di Singapura, Kamis (28/5/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Summarecon Bandung dalam mentransformasi kawasan Gedebage, Bandung Timur, menjadi kota terpadu yang berkembang pesat dalam kurun waktu sekitar 11 tahun.
Baca Juga: Nempel Sekolah dan Dekat Whoosh, Diamond Commercial Summarecon Bandung Bidik Captive Market Baru
Pencapaian ini memperkuat rekam jejak PT Summarecon Agung Tbk sebagai pengembang township yang telah berpengalaman selama lima dekade membangun kawasan terpadu di berbagai kota di Indonesia.
Penghargaan diterima langsung oleh Hindarko Hasan, Executive Director Summarecon Bandung, dalam rangkaian acara Real Estate Asia Built Environment Awards 2026.
Transformasi Gedebage Menjadi Kota Baru Bandung
Kategori Urban Regeneration diberikan kepada proyek yang dinilai berhasil menghadirkan pembaruan kawasan perkotaan secara berkelanjutan dengan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata.
Dalam konteks Summarecon Bandung, penghargaan tersebut berkaitan dengan transformasi kawasan Gedebage yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah pengembangan baru menjadi pusat aktivitas urban modern di Bandung Timur.
Baca Juga: Emerald Commercial Jadi Pusat Bisnis Baru di Summarecon Crown Gading
Sejak mulai dikembangkan pada 2015, kawasan ini dirancang mengikuti arah pengembangan tata ruang Kota Bandung dengan konsep kota terpadu yang mengintegrasikan hunian, area komersial, pendidikan, fasilitas publik, hingga ruang hijau.
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan berbagai penghargaan yang diraih perusahaan menunjukkan konsistensi Summarecon dalam menghadirkan kota terpadu yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan dalam jangka panjang.
“Berbagai penghargaan yang diraih, mulai dari pengakuan nasional hingga internasional, menegaskan komitmen Summarecon dalam menciptakan Kota Terpadu yang tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan jangka panjang,” ujar Adrianto.
Salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan kawasan adalah peningkatan konektivitas.
Baca Juga: Summarecon Mutiara Makassar Luncurkan Cluster Rinoka, Hunian Klasik Prancis Mulai Rp1,9 Miliar
Summarecon Bandung memiliki akses langsung ke Exit Tol Gedebage KM 149 Padaleunyi serta terhubung dengan Stasiun Tegalluar Summarecon yang melayani kereta cepat Whoosh. Waktu tempuh menuju stasiun tersebut hanya sekitar 10 menit dari kawasan.
Kehadiran infrastruktur strategis ini memperkuat posisi Bandung Timur sebagai kawasan pertumbuhan baru sekaligus pusat aktivitas bisnis dan hunian.
Di sekitar kawasan juga terdapat sejumlah fasilitas kota berskala besar seperti Masjid Raya Al Jabbar dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang semakin meningkatkan daya tarik wilayah Gedebage.
Summarecon Bandung Usung Konsep Kota Berkelanjutan
Selain fokus pada pembangunan fisik, Summarecon Bandung juga mengedepankan aspek keberlanjutan dalam pengembangan kawasan.
Sejak tahap awal pembangunan, pengembang telah menghadirkan danau buatan dan taman kota dengan total luas mencapai 27 hektare sebagai bagian dari strategi pengelolaan lingkungan dan ruang terbuka hijau.
Menurut Hindarko, konsep pengembangan kawasan menitikberatkan pada keseimbangan antara kemajuan kota modern dan kualitas lingkungan.
Berbagai fasilitas seperti Taman Sumringah, jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki, area komersial, pusat gaya hidup, hingga integrasi transportasi menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
“Ruang hijau, konektivitas, dan kualitas hidup menjadi fondasi utama pengembangan Summarecon Bandung,” kata Hindarko Hasan.
Ekosistem Hunian dan Komersial Terus Berkembang
Hingga saat ini, Summarecon Bandung telah meluncurkan lebih dari 2.000 unit hunian.
Produk terbaru yang dipasarkan adalah Cluster Xandari, kawasan hunian premium dengan harga mencapai Rp28 miliar per unit.
Baca Juga: Metland Venya Ubud Raih Dua Penghargaan Asia Pacific Property Awards 2026-2027
Dari sisi komersial, kawasan ini juga diisi oleh berbagai tenant nasional maupun lokal, antara lain McDonald’s, Bakmi GM, Texas Chicken, Lu Ji Tiam, Kopi Kosu, Setiabudhi Market, Jungle Padel, Dot Hub Space, dan Pasar Modern Sinpasa.
Perkembangan kawasan semakin cepat setelah beroperasinya Summarecon Mall Bandung pada 2024 yang menjadi salah satu pusat aktivitas baru masyarakat Bandung Timur.
Selain itu, tersedia fasilitas pendidikan seperti Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Bandung, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang, serta ITB Innovation Park yang memperkuat ekosistem kawasan.
Pengakuan atas Model Pengembangan Township

Penghargaan Urban Regeneration dari Real Estate Asia menjadi salah satu bukti bahwa konsep township yang dikembangkan Summarecon mampu menjawab tantangan urbanisasi melalui pendekatan yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: Midea Bangun Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Karawang Jadi Basis Produksi Regional
Model pengembangan yang menggabungkan hunian, fasilitas komersial, ruang publik, pendidikan, transportasi, dan keberlanjutan lingkungan kini semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kawasan yang efisien dan memiliki kualitas hidup lebih baik.
Bagi pasar properti Bandung, keberhasilan Summarecon Bandung juga menjadi indikator meningkatnya daya tarik Bandung Timur sebagai destinasi investasi dan pengembangan kawasan perkotaan masa depan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





