PropertiTerkini.com, (BEKASI) — PT Metropolitan Land Tbk (Metland/MLTA) menegaskan strategi ekspansi bertahap di tengah kondisi pasar properti yang bergerak dinamis. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, perseroan melaporkan kinerja stabil sepanjang tahun buku 2025 sekaligus memaparkan pengembangan proyek baru, termasuk ekspansi hotel di Sulawesi Utara.
Pengembang properti yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2011 tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,78 triliun pada 2025. Sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp412,93 miliar.
Baca Juga: Metland Marron Hotel Tomohon Siap Beroperasi 2026, Perkuat Pariwisata dan Ekonomi di Kota Bunga
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, mengatakan stabilitas kinerja perseroan masih ditopang recurring revenue dan pengembangan proyek yang dilakukan secara selektif.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar dalam keterangannya yang diterima, Kamis (28/5/2026).
Dividen Tunai dan Perubahan Susunan Direksi
Dalam agenda RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sekitar 18% dari laba bersih atau sebesar Rp9,70 per lembar saham. Dividen tersebut akan dibagikan kepada lebih dari 7,6 miliar pemegang saham.
Selain itu, perseroan juga menetapkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar, sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Sehat, Metland Gelar Run for Fun Series 2026 dengan Hadiah Apartemen
Rapat juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan untuk masa jabatan 2026-2031. Salah satu perubahan terjadi pada posisi Komisaris Independen dengan masuknya Lanny Bambang menggantikan Leland G. Rompas yang memasuki masa pensiun.
Sementara itu, Santoso mengundurkan diri dari jabatan Direktur Perseroan.
Berikut daftar lengkap Direksi dan Dewan Komisaris PT Metropolitan Land Tbk:
Direksi:
Presiden Direktur : Anhar Sudradjat
Direktur : Olivia Surodjo
Direktur : Wahyu Sulistio
Direktur : Andi Surya Kurnia
Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris : Junita Ciputra
Komisaris : Iwan Putra Brasali
Komisaris : Bapak Nanda Widya
Komisaris Independen : Thomas Johannes Angfendy
Komisaris Independen : Lanny Bambang
Baca Juga: Cluster Neora, Rumah Rp900 Jutaan di Metland Menteng Ludes dalam 4 Jam
Ekspansi Hotel Metland Masuk Sulawesi Utara
Salah satu fokus emiten properti berkode MTLA tahun ini berada di sektor hospitality. Perseroan tengah mengembangkan Metland Marron Hotel Tomohon, Sulawesi Utara, yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.
Langkah ini memperlihatkan strategi diversifikasi Metland di luar pasar Jabodetabek dan Jawa Barat. Tomohon dinilai memiliki potensi dari sisi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi kawasan Sulawesi Utara yang terus berkembang beberapa tahun terakhir.
Metland Marron Hotel Tomohon dikembangkan dengan mengusung berkonsep resort yang dibangun di kota wisata Tomohon. Dalam pernyataan sebelumnya, Anhar mengungkapkan bahwa Tomohon memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara.
“Tomohon adalah kawasan dengan daya tarik wisata yang unik. Selain udaranya yang sejuk, kota ini memiliki potensi wisata religi, budaya, dan alam yang luar biasa. Kami optimistis Metland Marron Hotel Tomohon akan menjadi ikon baru pariwisata di Sulut,” terangnya.
Baca Juga: Metland Smara Hotel Bekasi Tutup Atap, Bintang Empat Bisnis (City) 169 Kamar
Selain proyek di Sulawesi Utara, Metland juga melanjutkan pembangunan Metland Smara Hotel Bekasi. Proyek hotel bintang empat tersebut telah memasuki tahap topping off pada Januari 2026 dan akan dilengkapi restoran rooftop dengan panorama Kota Bekasi.
Ekspansi sektor hotel menjadi menarik karena recurring income masih menjadi salah satu bantalan utama pengembang properti di tengah pasar residensial yang cenderung fluktuatif akibat suku bunga dan daya beli.
Cluster Baru Dorong Penjualan Residensial
Di segmen hunian, Metland tetap agresif meluncurkan produk baru yang menyesuaikan kebutuhan pasar.
Beberapa proyek yang saat ini dipasarkan antara lain cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati, serta cluster Brassia Garden di Metland Cikarang.
Perseroan juga melanjutkan pemasaran cluster Walden di Metland Transyogi, Barcelona Cove dan South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri, hingga Havana Breeze di Metland Cibitung.
Baca Juga: Canggih! Cluster Conifera Metland Menteng Pakai AI, Harga Mulai Rp1,9 Miliar
Strategi peluncuran cluster dengan harga dan konsep yang lebih relevan terhadap kebutuhan pasar dinilai masih menjadi pendekatan utama pengembang sepanjang 2026.
Terutama di tengah tren konsumen yang semakin sensitif terhadap aksesibilitas, fasilitas kawasan, hingga potensi kenaikan nilai properti.
G’AVEnue Grand Metropolitan Bekasi Resmi Beroperasi
Pada sektor komersial, Metland mulai mengoperasikan G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi sejak 13 Februari 2026.
Area terbaru tersebut mengusung konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food and beverage (F&B).
Kehadiran konsep lifestyle dan kuliner seperti ini masih menjadi strategi yang cukup agresif di pusat perbelanjaan untuk meningkatkan traffic pengunjung sekaligus memperpanjang durasi kunjungan.
Bekasi sendiri masih menjadi salah satu kawasan penyangga Jakarta dengan pertumbuhan populasi dan kebutuhan lifestyle yang terus meningkat.
Baca Juga: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Tembus Rekor US$47 Miliar
Kondisi tersebut membuat sektor komersial berbasis gaya hidup tetap memiliki ruang pertumbuhan.
Target Marketing Sales Hampir Rp2 Triliun

Memasuki 2026, MTLA menargetkan marketing sales yang berasal dari pre sales dan recurring revenue hampir mencapai Rp2 triliun.
Hingga April 2026, perseroan telah membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar. Kontribusi terbesar masih berasal dari pre sales sebesar sekitar 73%, sedangkan recurring revenue menyumbang sekitar 27%.
“Perseroan terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat,” tutup Anhar.
Dengan kombinasi pengembangan residensial, hotel, hingga area komersial, Metland tampaknya masih menjaga strategi ekspansi yang terukur.
Baca Juga: Kawasan Komersial Makin Hidup, Hunian Privat Justru Semakin Dicari
Diversifikasi recurring income juga menjadi faktor penting di tengah pasar properti nasional yang masih bergerak selektif pada 2026.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





