PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tidak banyak pengembang properti yang secara agresif masuk ke sektor industrial dan logistik. Namun di tengah perubahan pasar, Astra Property justru melihat segmen ini sebagai peluang baru yang layak diperkuat.
Sejak 2025, perusahaan mulai memperluas portofolio melalui akuisisi dan pengembangan aset logistik, menandai langkah serius untuk tidak hanya bertumpu pada sektor residensial dan komersial.
Baca Juga: Pasar Apartemen Lesu, Astra Property Tahan Ekspansi dan Fokus ke Segmen Ini
Ekspansi tersebut antara lain dilakukan melalui akuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2, serta pengambilalihan mayoritas saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), yang dikenal sebagai pengembang dan pengelola pergudangan modern di Indonesia.
Selain itu, Astra Property juga mulai mengembangkan Cibinong Logistics Hub serta kawasan industri di Cibitung sebagai bagian dari penguatan lini bisnis ini.
Masuknya Astra Property ke sektor logistik bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi perubahan signifikan pada rantai pasok global dan kebutuhan distribusi, yang mendorong permintaan terhadap ruang pergudangan modern.
Bahkan Colliers Indonesia mengungkapkan bahwa sektor industri dan logistik muncul sebagai bintang utama dalam peta pasar properti 2026. Ini dibuktikan dengan penjualan lahan industri mencapai 157 hektar, bahkan keterisian gudang juga cukup tinggi di sepanjang 2025 lalu.
Baca Juga: Arumaya Residences Tawarkan Skema Sewa Premium Lewat Kolaborasi Astra Land dan Kozystay
Menariknya, sektor data center dan logistik menjadi penyerap terbesar lahan-lahan tersebut, didorong oleh ekspansi ekonomi digital yang terus meningkat di Indonesia.
“Pasar properti 2026 untuk sektor logistik akan terus tumbuh positif, terlihat dari tingkat keterisian gudang yang mencapai 90% di wilayah Jabodetabek,” kata Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia.
Demikian pula temuan Knight Frank Indonesia, bahwa harga sewa gudang modern di wilayah Bekasi mengalami pertumbuhan sekitar 2,7%, menunjukkan permintaan ruang simpan yang tetap tinggi.
“Sektor industri merupakan tulang punggung ekonomi yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dimana kendaraan listrik (EV-related) menjadi sorotan utama karena berhasil mendominasi 18% dari total serapan lahan sepanjang tahun 2025,” ungkap Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia.
Baca Juga: Tembus Okupansi 90%, Gudang Modern Astra Property di Bekasi Jadi Incaran Industri
Tancap Gas, Sektor Logistik dan Industri Lengkapi Strategi Tiga Pilar
Berbeda dengan sektor residensial yang mengandalkan penjualan unit, bisnis logistik cenderung berbasis sewa, sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih stabil dan berulang.
Karakter ini menjadi nilai tambah di tengah pasar properti yang masih fluktuatif.
“Kami melihat adanya perubahan kebutuhan dari tenant, baik dari sektor FMCG, manufaktur, maupun distribusi. Permintaan terhadap fasilitas logistik yang lebih modern dan efisien terus meningkat,” ujar Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono di Menara Astra, Jakarta, akhir April 2026.

Kinerja sektor ini juga mulai terlihat, dengan tingkat okupansi gudang modern yang tinggi di sejumlah kawasan, termasuk di wilayah Bekasi yang menjadi salah satu pusat distribusi utama.
Bahkan, fasilitas gudang modern milik Astra Property di Bekasi, tepatnya yang berlokasi di wilayah Pondok Ungu, kini telah mencatatkan tingkat keterisian atau okupansi mencapai 90%.
Astra Property melalui PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) menangkap kebutuhan ini dengan menghadirkan gudang modern untuk berbagai jenis komoditas.
Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono, mengatakan tren ini menunjukkan perubahan peran aset logistik.
Baca Juga: Terjual Hingga 90%, Ini Alasan Investor Borong Jababeka Bizpark
“Gudang kini tidak lagi dipandang sebagai fasilitas pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari strategi operasional bisnis, terutama dalam menjawab kebutuhan distribusi yang semakin cepat dan dinamis,” ujar Wibowo.
Penguatan sektor logistik dan industri menjadi bagian dari strategi tiga pilar Astra Property yang mencakup residensial, komersial, serta industrial dan logistik.
Ketiga sektor ini dirancang untuk saling melengkapi dalam satu portofolio terintegrasi untuk potensi jangka panjang.
Di satu sisi, sektor komersial menjadi pendorong pertumbuhan melalui penjualan unit hunian, diikuti residensial khususnya rumah tapak.
“Secara keseluruhan pada tahun lalu, kontribusi terbesar masih dari sektor komersial, setelah itu residensial. Untuk industrial karena kami juga baru mulai tahun lalu sehingga belum terlihat,” ungkap Wibowo.
Baca Juga: Gading Serpong Kian Ramai, Kawasan Komersial Terintegrasi Jadi Daya Tarik Usaha
Perbedaan karakter ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga keseimbangan bisnis.
“Bukan hanya proyek, tapi ekosistem yang kita bangun. Ketiga sektor ini saling bersinergi,” tegasnya.
Strategi untuk Hadapi Siklus Pasar

Hingga saat ini, total portofolio Astra Property mencapai 21 aset, dengan strategi yang dirancang untuk menjaga keseimbangan dan ketahanan bisnis di tengah berbagai siklus pasar.
Masuknya sektor logistik menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih tahan terhadap gejolak tersebut.
Baca Juga: Hunian Kian Sempit, Desain Dipaksa Lebih Cerdas: Ini Jawaban dari DAIKIN Designer Award 2026
Selama ini, sektor residensial sangat dipengaruhi faktor eksternal seperti suku bunga dan daya beli. Sementara itu, sektor logistik dinilai lebih adaptif karena didorong oleh kebutuhan distribusi yang terus berjalan.
Pendekatan ini membuat perusahaan tidak terlalu bergantung pada satu sektor saja.
“Sekarang kita sudah masuk fase yang berbeda. Bukan hanya growth, tapi bagaimana membangun pertumbuhan yang lebih resilien ke depan,” kata Wibowo.
Dengan strategi ini, Astra Property tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Baca Juga: Nempel Sekolah dan Dekat Whoosh, Diamond Commercial Summarecon Bandung Bidik Captive Market Baru
“Kami ingin membangun properti yang tahan pada berbagai siklus, apapun situasi dan kondisi,” tutup Wibowo.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com





