BERITA TERKAIT

Pasar Apartemen Lesu, Astra Property Tahan Ekspansi dan Fokus ke Segmen Ini

Pasar apartemen masih lesu di 2026. Astra Property menahan ekspansi dan fokus pada rumah tapak premium serta logistik, termasuk rekonsep proyek Ammaia Ecoforest.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Pasar apartemen yang lesu masih membayangi industri properti pada 2026. Di tengah kondisi tersebut, Astra Property memilih tidak terburu-buru meluncurkan proyek apartemen baru dan lebih fokus memperkuat portofolio yang dinilai lebih stabil, terutama rumah tapak, komersial dan industrial termasuk sektor logistik.

Langkah ini sejalan dengan arah bisnis perusahaan yang kini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni residensial, komersial, serta industrial dan logistik.

Baca Juga: Arumaya Residences Tawarkan Skema Sewa Premium Lewat Kolaborasi Astra Land dan Kozystay

Total portofolio yang dikelola mencapai 21 aset, dengan strategi yang dirancang untuk menjaga keseimbangan sekaligus ketahanan bisnis dalam berbagai siklus pasar.

Adapun untuk sektor residensial, hingga saat ini Astra Property melalui Astra Land Indonesia telah melakukan serah terima lebih dari 1.400 unit.

“Secara keseluruhan pada tahun lalu, kontribusi terbesar masih dari sektor komersial, setelah itu residensial. Untuk industrial karena kami juga baru mulai tahun lalu sehingga belum terlihat,” ujar Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono di Menara Astra, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Apartemen Tertahan, Rumah Tapak Disesuaikan dengan Pasar

Di segmen apartemen, Astra Property masih mengandalkan proyek eksisting seperti Arumaya Residences dan Anandamaya Residences. Belum ada tambahan proyek baru dalam waktu dekat, seiring permintaan yang dinilai belum cukup kuat.

“Arumaya Residence sudah terjual 60 persen, sementara Anandamaya Residences masih tersisa satu unit saja, yakni tipe penthouse,” ujar Wibowo.

Baca Juga: Tembus Okupansi 90%, Gudang Modern Astra Property di Bekasi Jadi Incaran Industri

Menurutnya, hunian vertikal saat ini lebih banyak diposisikan sebagai kebutuhan sementara atau instrumen investasi, bukan sebagai tempat tinggal utama. Kondisi ini membuat pengembang cenderung lebih berhati-hati dalam ekspansi.

Sebaliknya, rumah tapak, khususnya di kelas menengah atas hingga premium, menunjukkan performa yang relatif stabil. Permintaan tetap ada, meski tidak melonjak.

Pada segmen ini, Astra Land Indonesia mengembangkan 3 proyek, yakni Asya di Jakarta Timur (terjual lebih dari 80%), Altéa BLVD (terjual hingga 90%) di kawasan Cibubur dan Ammaia Ecoforest di Cikupa, Tangerang.

“Rumah tapak tetap menjadi penopang, meski untuk pendekatannya mulai lebih adaptif terhadap kondisi pasar. Seperti di Ammaia Ecoforest yang akan kami konsepkan ulang,” ungkap Wibowo.

Baca Juga: Digudang Jadi Solusi Personal Storage di Jakarta, MMP Sediakan 142 Unit dengan Tarif Mulai Rp1,5 Juta

ruang terbuka hijau
Area ruang terbuka hijau di Ammaia Ecoforest Cikupa Tangerang. (Dok. Astra Property)

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan karena segmen harga sebelumnya dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan karakter pasar di kawasan tersebut.

“Kami tetap menargetkan pasar segmen atas namun untuk masyarakat di sana, beda tentunya segmen atas untuk pasar di kawasan Pondok Indah, misalnya,” kata Wibowo.

Menurutnya, rekonsep yang dilakukan pada proyek Ammaia Ecoforest tidak hanya menyasar harga, tetapi juga keseluruhan produk.

“Jadi rekonsep secara keseluruhan,” tegasnya.

Baca Juga: Cibinong Logistics Hub Mulai Dibangun: Proyek Pergudangan Modern Terbesar di Bogor, Rampung Tahun 2027

Penyesuaian tersebut mencakup desain dan ukuran hunian agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar setempat, tanpa meninggalkan positioning di segmen menengah atas.

Sebagai informasi, pada Juli 2023 Astra Land Indonesia meluncurkan Cluster Lavatera di Ammaia Ecoforest dengan tiga tipe hunian, yakni luas bangunan 84 meter persegi, 110 meter persegi, dan 201 meter persegi, dengan harga mulai dari Rp1,6 miliar hingga Rp4,4 miliar.

Pasar Apartemen Lesu, Logistik Muncul sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Di tengah perlambatan pasar apartemen, Astra Property justru melihat peluang di sektor industrial dan logistik. Ekspansi ke segmen ini menjadi salah satu langkah strategis penting dalam beberapa tahun terakhir.

Melalui akuisisi Cikarang Logistics Park 1 dan 2 serta PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP), perusahaan memperkuat posisi di sektor pergudangan modern. Pengembangan Cibinong Logistics Hub juga mulai berjalan sebagai bagian dari ekspansi tersebut.

Baca Juga: Semen Merah Putih Buka Kartu Strategi Hadapi Tekanan Industri di INTERCEM ASIA 2026

Kawasan gudang modern Astra Property di Bekasi Pondok Ungu
Fasilitas gudang modern Astra Property di Bekasi yang dikelola MMP kini mencatat okupansi hingga 90 persen. (Foto: Dok. Astra Property)

Segmen logistik dinilai memiliki karakter yang lebih stabil karena berbasis sewa, bukan jual-beli seperti residensial. Selain itu, perubahan rantai pasok global dan peningkatan aktivitas distribusi turut mendorong kebutuhan ruang industri.

Dalam struktur portofolio, sektor ini mulai diposisikan sebagai mesin pertumbuhan baru yang melengkapi residensial dan komersial.

Konsumen Lebih Kritis, Strategi Dibuat Lebih Seimbang

Perubahan juga terjadi di sisi konsumen. Pendekatan pemasaran berbasis konsep kini tidak lagi cukup. Pembeli cenderung lebih rasional dan menuntut kejelasan, mulai dari fasilitas, aksesibilitas, hingga implementasi konsep keberlanjutan.

Astra Property mencatat seluruh proyek residensialnya telah mengantongi sertifikasi hijau. Namun, faktor ini belum menjadi alasan utama dalam keputusan pembelian.

Baca Juga: Sustainability Bukan Tren Lagi, Tapi Standar Baru Hotel Bintang Lima

“Belum ada pembeli yang secara langsung mengatakan membeli karena green, tapi mereka merasakan kualitas hidupnya,” jelas Wibowo.

Sustainability lebih dirasakan sebagai peningkatan kualitas hidup, bukan sekadar fitur teknis.

apartemen premium Arumaya Residences
Kawasan Arumaya Residences di TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan sebagai apartemen premium dengan akses strategis ke pusat bisnis. (Foto: Dok. Astra Land)

Di sisi lain, faktor eksternal seperti insentif pajak juga masih memainkan peran penting. Program PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) disebut berkontribusi hampir 100% terhadap penjualan residensial tahun lalu.

Memasuki 2026, Astra Property menegaskan fokus pada keseimbangan portofolio di tiga sektor utama. Tidak ada sektor yang ditinggalkan, namun juga tidak ada yang didorong secara berlebihan.

Pendekatan ini dilakukan untuk membangun bisnis yang lebih tahan terhadap fluktuasi pasar.

Baca Juga: HK Realtindo Fokus Garap Rumah Tapak di 3 Kota, Ini Strategi Besarnya ke Depan

“Kami ingin membangun properti yang tahan pada berbagai siklus, apapun situasi dan kondisi,” tegas Wibowo.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page