PropertiTerkini.com, (BALI) — Pertumbuhan kawasan kreatif Nuanu Creative City di Bali tidak hanya ditandai oleh hadirnya ruang-ruang baru, aktivitas ekonomi, dan pengembangan bisnis.
Di balik ekspansi kawasan seluas 44 hektar tersebut, terdapat upaya untuk memastikan manfaat pembangunan turut dirasakan masyarakat di sekitar wilayah Tabanan.
Komitmen tersebut kembali terlihat melalui program pembangunan kembali rumah milik Biang Sayu, warga Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan.
Hunian baru yang dibangun menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak setelah kondisi rumah sebelumnya dinilai tidak lagi memadai untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Program ini tidak lahir secara instan. Sebelum pembangunan rumah dilakukan, tim Nuanu Social Fund (NSF) telah melakukan pendampingan melalui berbagai bantuan kebutuhan dasar, mulai dari penyediaan bahan pangan, popok dewasa, hingga fasilitasi pemeriksaan mata untuk membantu penanganan katarak yang dialami Biang Sayu.
Melalui proses pendampingan tersebut, tim NSF kemudian mengidentifikasi bahwa kebutuhan yang lebih mendesak adalah perbaikan kondisi tempat tinggal secara menyeluruh.
Baca Juga: Nuanu Real Estate Kembangkan 12 Proyek Hunian di Bali, Target 400 Unit Siap pada 2027
Nuanu Social Fund Dorong Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Pembangunan kembali rumah Biang Sayu menjadi salah satu contoh implementasi pendekatan berbasis kebutuhan yang diterapkan Nuanu Social Fund.
Dana sosial ini berasal dari kontribusi berbagai bisnis dan proyek yang berada dalam ekosistem Nuanu. Sebagian manfaat ekonomi yang dihasilkan kawasan kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung program sosial, pendidikan, budaya, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang 2025, Nuanu Social Fund tercatat telah menyalurkan lebih dari Rp5,6 miliar untuk berbagai program yang menjangkau lebih dari 14.600 penerima manfaat di Bali.
Baca Juga: Hotel Premium di Bali Mulai Andalkan PLTS Atap demi Ketahanan Energi
Program-program tersebut mencakup pelestarian budaya lokal, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, penguatan kapasitas masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur komunitas.
“Bagi Nuanu Social Fund, inisiatif ini bukan hanya tentang membangun sebuah rumah, tetapi tentang memastikan bahwa kebutuhan masyarakat sekitar benar-benar menjadi dasar dari program sosial yang dijalankan,” ujar Auditya Sari, Head of Nuanu Social Fund.
“Melalui dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berupaya memahami kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat sehingga dukungan yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih tepat dan bermakna,” lanjutnya.
Baca Juga: Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Hunian Premium Dharmawangsa Masuki Babak Baru
Kolaborasi Swasta dan Desa Jadi Kunci
Pembangunan rumah tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Nuanu Social Fund, Luna Beach Club, serta Pemerintah Desa Bengkel.
Sebagai salah satu proyek yang beroperasi dalam ekosistem Nuanu, Luna Beach Club turut berkontribusi dalam pendanaan dan pelaksanaan program tersebut.
“Sebagai salah satu proyek yang berkontribusi pada Nuanu Social Fund, Luna Beach Club melihat partisipasi dalam program ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi di dalam kawasan juga memberikan manfaat bagi komunitas di sekitarnya,” ujar James Ephraims, Founder of Luna Beach Club.
Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,50%, Colliers: Ancaman Terbesar Bukan Suku Bunga!
Sementara itu, Elly, perwakilan Luna Beach Club, menilai keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman yang bermakna karena membuka ruang interaksi yang lebih dekat dengan masyarakat lokal.
Dari sisi pemerintah desa, program ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana kemitraan lintas sektor dapat menjawab kebutuhan warga secara tepat sasaran.
“Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan warga dapat dijawab secara nyata dan tepat sasaran,” kata I Nyoman Wahya Biantara, Kepala Desa Bengkel.
Baca Juga: Pinkfong dan Baby Shark Hadir di Grand Metropolitan Bekasi Saat Libur Sekolah
ESG dan Dampak Sosial Makin Relevan dalam Pengembangan Kawasan
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), program seperti ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan tidak lagi hanya diukur dari nilai investasi atau pembangunan fisik semata.
Aspek sosial kini menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan kawasan, terutama pada proyek-proyek skala besar yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
Setelah proses pembangunan selesai, rumah baru Biang Sayu diberkati melalui upacara melaspas, tradisi Bali yang menandai penyucian bangunan sebelum ditempati. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru kehidupan dengan hunian yang lebih aman dan layak.
Baca Juga: Summarecon Catat Lonjakan Penjualan 37%, Segmen Menengah Atas Tetap Kuat
Ke depan, Nuanu Social Fund menyatakan akan terus mengembangkan program-program berbasis kebutuhan masyarakat di wilayah Tabanan maupun Bali secara lebih luas, sehingga pertumbuhan kawasan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan komunitas lokal.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





