Youtube Channel PT
Thursday, February 29, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Teknologi Plasmacluster Ternyata Dapat Meningkatkan Konsentrasi Saat Mengemudi

Teknologi Plasmacluster yang dapat mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan konsentrasi pengemudi dapat mencegah kecelakaan dalam situasi pengemudi perlu mengganti sistem mengemudi menjadi manual.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Sharp Corporation menemukan bahwa, Teknologi Plasmacluster dapat meningkatkan konsentrasi saat mengemudi.

Penelitian tersebut dilakukan bersama Dr Toshio Ito, seorang peneliti yang berfokus pada penelitian dalam mengemudi di Institut Teknologi Shibaura, laboratorium penelitian SIT, dan salah seorang perwakilan direktur di Hyper Digital Twins Co, Ltd.

Baca Juga: Lebih Sempurna untuk Udara Sehat, Sharp Hadirkan Purefit Plasmacluster Air Purifier

Uji coba mengemudi dilakukan dengan menggunakan simulator mengemudi. Sharp mengkonfirmasi untuk pertama kali di dunia, mengungkapkan adanya peningkatan daya konsentrasi saat mengemudi apabila terkena ion Plasmacluster.

Di tahun 2020, penelitian yang dilakukan oleh Sharp menggunakan pengukuran gelombang otak menunjukkan efektivitas teknologi Plasmacluster dalam menjaga konsentrasi orang saat mengemudi.

Penelitian ini juga mengklaim Plasmacluster efektif dalam meningkatkan daya konsentrasi saat berkendara (kesadaran, responsif, saat berkendara).

Berdasarkan hal tersebut Sharp melakukan penelitian mengenai berkendara secara manual dan self-driving, dimana diperkirakan akan bermanfaat di masa depan.

Baca Juga: Hadir di Indonesia Design District PIK 2, Showroom Modulo Living dan IKONS Tambah Koleksi Furniture Baru

Sharp memastikan adanya reaksi yang responsif saat menginjak rem dan peningkatan pengoperasian roda kemudi saat berkendara manual serta mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan pengoperasian roda kemudi setelah pengambilalihan dari sistem otomatis selama self-driving.

Studi ini merupakan penelitian pertama yang mengungkapkan bahwa teknologi Plasmacluster dapat mempengaruhi perilaku pengemudi.

Dalam mengemudi secara manual, pengemudi ceroboh (idle driving) menempati urutan pertama dalam jumlah kecelakaan fatal karena melanggar peraturan lalu lintas, dan saat mengemudi sistem self-driving, terdapat kekhawatiran terjadi kecelakaan yang dikarenakan kesalahan pengemudi seperti ketika pengemudi tiba-tiba perlu merespon secara cepat.

Baca Juga: Beam Mobility Hadir di Lippo Cikarang, Kampanyekan Inovasi Gaya Hidup Ramah Lingkungan 

Mengingat perlunya waktu untuk sepenuhnya mengotomatiskan pengoperasian kendaraan, hasil penelitian dinilai sangat signifikan dalam mencegah seorang pengemudi mengemudi secara ceroboh.

Teknologi Plasmacluster adalah teknologi penjernihan udara yang menggunakan ion positif dan negatif guna menghasilkan kualitas udara yang sama dengan udara yang dihasilkan alam.

Tingkat keamanan yang tinggi dan beragam manfaat telah terkonfirmasi dengan melakukan pengujian di lembaga pengujian independen pihak ketiga di dalam dan di luar Jepang selama lebih dari 20 tahun.

Sharp baru saja mendemonstrasikan efektivitas teknologi Plasmacluster dalam meningkatkan kemampuan berkendara dan Sharp akan terus melakukan penelitian manfaat lainnya bagi manusia dan akan mempelajari manfaat serta penerapan teknologi Plasmacluster pada bidang baru.

Dr Toshio Ito, Project Researcher, Shibaura Institute of Technology, SIT Research Laboratories mengatakan, pada pengujian berkendara secara manual yang dilakukan berdasarkan hasil reaksi pengukuran waktu, terdeteksi adanya perbedaan waktu setelah pengemudi terkena paparan ion Plasmacluster.

Baca Juga: Sharp Pamerkan Teknologi Inovatif Masa Depan di Sharp Tech Day 2023

“Rem dapat diinjak lebih cepat sekitar 0,5 detik dari biasanya. Jika Anda berkendara dengan kecepatan 50 kilometer per jam, artinya Anda bisa berhenti 7 meter lebih cepat, dengan tingkat self – driving saat ini – level 2, yang artinya bahwa pengemudi tetap memegang peran penting dalam berkemudi dengan dibantu sistem otomatis – pengemudi dapat beralih ke sistem manual – jika sistem otomatis tidak mampu mengatasi situasi. Karena umumnya perhatian pengemudi cenderung berkurang ketika sistem berkendara self-driving diaktifkan,” terangnya.

Kata dia, teknologi Plasmacluster yang dapat mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan konsentrasi pengemudi dapat mencegah kecelakaan dalam situasi pengemudi perlu mengganti sistem mengemudi menjadi manual. “Saya menantikan penerapan lebih lanjut dari teknologi Plasmacluster,” ungkap Dr Toshio Ito.

Rangkaian Penelitian Teknologi Plasmacluster dan Konsentrasi Mengemudi

Tes dilakukan oleh Dr Toshio Ito (Project researcher, Shibaura Institute of Technology, SIT research Laboratories):
• Ruang uji: Laboratorium, Shibaura Institute of Technology
• Partisipasi terdiri dari 20 laki – laki dan perempuan dengan usia antara 20 – 24 tahun
• Alat uji verifikasi: Alat uji dengan teknologi Plasmacluster dan simulator mengemudi

Baca Juga: Resmi Beroperasi di Indonesia, bTaskee Hadirkan 4 Layanan Rumah Tangga

Simulator Mengemudi
Simulator Mengemudi

• Kondisi pengujian:
a). Tanpa ion Plasmacluster (hanya aliran udara)
b). Dengan Plasamacluster Ion
• Ion Plasmacluster density: Lokasi partisipan: sekitar 100.000 ions/cm3
• Metode Pengujian
• Peserta mengemudi di jalan tol dengan menggunakan sistem manual ataupun self-driving

*Penelitian dilakukan selama mengemudi secara self–driving, peserta melepaskan tangannya dan beralih mengemudi dengan sistem manual ketika ada penghalang muncul di depan kendaraan.

Teknologi Plasmacluster Ternyata Dapat Meningkatkan Konsentrasi Saat Mengemudi
Ilustrasi saat mengemudi dengan simulator

Selama mengemudi sistem manual
Parameter berikut dievaluasi berdasarkan asumsi bahwa menjaga konsentrasi akan mempengaruhi pengoperasian rem dan roda kemudi dengan memungkinkan pengenalan lebih cepat terhadap bahaya yang muncul di depan kendaraan (waktu pengujian masing-masing selama 40 menit).

Baca Juga: Dulux Experience Store Kini Hadir di Kelapa Gading

(1) Waktu reaksi hingga aplikasi rem (waktu evaluasi mulai dari indikasi pengereman oleh kendaraan di depan hingga pengereman yang dilakukan oleh peserta).

(2) Keluwesan dalam menyetir** (Mengevaluasi kelancaran peserta dalam mengoperasikan kemudi saat menghindari rintangan).

Selama mengemudi dengan cara self-driving
Parameter berikut dievaluasi berdasarkan kekhawatiran bahwa mengemudi dengan cara self-driving dapat menyebabkan berkurangnya perhatian, dapat meningkatkan rasa kantuk, dan reaksi tertunda saat beralih ke mengemudi secara manual (evaluasi dari (4), setelah (3) dengan waktu tes selama 20 menit.

(3) Evaluasi rasa kantuk dengan penilaian ekspresi wajah (evaluasi ekspresi wajah menggunakan 5 tingkat rasa kantuk).

(4) Kelancaran gerakan roda kemudi setelah pengambilalihan** (mirip dengan (2).

** Kelancaran gerakan roda kemudi selama mengemudi secara manual: dievaluasi dengan menggunakan metode entropi kemudi (Metode analisa secara acak) dikarenakan periode waktu yang cukup panjang untuk dianalisa.

Baca Juga: Gelar HSE Awards 2023, Ciputra Residence:  Kasus Kecelakaan Kerja Turun Signifikan

Kelancaran gerakan selama self-driving dievaluasi dengan menggunakan nilai varians diferensiasi sudut kemudi (nilai varian sudut pegangan). Karena periode waktu yang singkat yang dianalisis.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

ICBT - 2023
RHVAC - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page