BERITA TERKAIT

Cara Menghitung Kebutuhan Semen yang Tepat untuk Hunian

Volume = 38 m x 0.25 m x 0.25 m = 2,375 m³. Volume Pondasi x Berat Jenis Beton Bertulang = 2,375 m³ x 2.400 kg/m³ = 5.700 kg. Kebutuhan semen 1/6,9 x 5.700 kg = 826.1 kg.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Membangun ataupun renovasi rumah memang memerlukan biaya yang tak sedikit. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar pengeluaran atau budget yang sudah dianggarkan tidak membengkak.

Perhitungan yang harus menjadi perhatian utama adalah bahan material. Salah perhitungan, bisa jadi pengeluaran akan terus bertambah.

Baca Juga: Komunitas Akademi Tukang (AKANG) SCG, Tingkatkan Kompetensi Para Pekerja

Semen, misalnya, material bangunan ini sangat diperlukan ketika membangun dan renovasi rumah. Umumnya, semen dibutuhkan untuk pengerjaan plesteran dinding, pengerjaan pondasi, hingga pemasangan lantai keramik lantai. Semen juga diperlukan ketika memasang bata hebel untuk dinding rumah, maupun bagian lainnya.

Oleh karenanya, penghitungan semen yang dibutuhkan harus sesuai dengan ukuran ruangan atau gedung yang akan dibangun.

Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan semen dalam membangun hunian? Berikut cara menghitung kebutuhan semen dan pasir yang tepat, dirangkum dari berbagai sumber.

Baca Juga: SCG Tampilkan Produk Inovasi Hijau di APEC 2022

1. Menghitung Kebutuhan Semen untuk Plesteran Dinding

Sejatinya, jumlah semen yang digunakan harus sesuai dengan ruangan atau gedung yang hendak dibangun. Dengan begitu, kita bisa mengetahui jumlah semen yang dibutuhkan.

Penghitungan kebutuhan semen memang saat ini semakin mudah dengan adanya bantuan kalkulator beton. Namun, tetap saja perhitungan semen plesteran dinding membutuhkan dimensi ruangan atau gedung yang akan dibangun.

Apabila denah ruangan yang hendak dibangun sudah diketahui ukurannya, maka akan mudah untuk mengetahui kebutuhan semen. Pengukurannya sendiri tergantung pada bentuk ruangannya.

Baca Juga: SpeedCrete, Inovasi Beton Cepat Kering dalam Hitungan Jam

Rata-rata ruangan di Indonesia berbentuk kotak atau persegi panjang. Misalnya, dinding yang akan diplester berukuran 5 x 5 meter, maka luasnya adalah 25 meter persegi.

Menghitung Kebutuhan Semen Per Meter Persegi
Setelah mengetahui kebutuhan luas dinding yang akan di plester. Langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan semen per meternya.

Contohnya, 1 meter persegi membutuhkan semen sebanyak 7.6 kg. Maka, kalikan dengan luas ruangan yang sudah dihitung sebelumnya untuk mengetahui total semen yang dibutuhkan. Jadi, 25 meter persegi x 7.6 kg = 189.4 kg semen.

Baca Juga: Bermitra dengan Empat Seniman Wanita Ternama, Kohler Hadirkan Koleksi Terbatas untuk Kamar Mandi

Menghitung Sak Semen yang Dibutuhkan
Pilihan semen di pasaran sendiri sangat beragam. Satu sak semen biasanya berbobot 50 kg. Contohnya Semen SCG, yang menjual satu sak semen 50 kg. Semen ini hadir dengan formula inovasi baru karena memiliki daya rekat yang tinggi.

Artinya, untuk 189.4 kg kebutuhan semen, para pemilik rumah membutuhkan sekitar 3-4 sak semen, rinciannya 189.4 kg/50 kg = 3.7 (4) sak untuk plasteran dinding berukuran 5 x 5 meter.

2. Menghitung Kebutuhan Semen untuk Pondasi

Baca Juga: Permintaan Cat Terus Meningkat, PT Mowilex Indonesia Resmikan Pabrik Baru Berteknologi Canggih di Cikande, Banten

Semen SCG
Semen SCG. (Dok. SCG)

Untuk perhitungan kebutuhan semen pondasi juga perlu dilakukan. Ini dilakukan agar proporsi pondasi menjadi lebih kuat sesuai standar. Berbeda dengan plesteran dinding, menghitung kebutuhan semen untuk pondasi harus memperhitungkan banyak hal. Mulai dari ketebalan, kedalaman, hingga dimensi dari pondasi yang ingin dibuat.

Sedangkan material yang digunakan, yaitu semen, pasir dan beton. Sebagai contoh, Anda ingin membuat pondasi dengan panjang 38 m, ketebalan 25 cm (0,5 m), dan lebar 25 cm (0,5 m). Sementara, berat jenis beton bertulang = 2.400 kg/m³.

Baca Juga: Pilih Mana, Semen Konvensional atau Mortar Instan?

Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan semennya?
Volume = 38 m x 0.25 m x 0.25 m = 2,375 m³.
Volume Pondasi x Berat Jenis Beton Bertulang = 2,375 m³ x 2.400 kg/m³ = 5.700 kg.
Kebutuhan semen 1/6,9 x 5.700 kg = 826.1 kg.

Jadi, kebutuhan sak semen 826.1 kg/40 kg = 20.6 = 21 sak semen untuk membuat pondasi sepanjang 38 meter.

3. Menghitung Kebutuhan Semen untuk Lantai

Selain pondasi, kebutuhan semen untuk lantai juga perlu dihitung. Berdasarkan standarisasi konstruksi di Indonesia, dibutuhkan semen sebanyak 7.6 kg untuk lantai berukuran 1 meter persegi.

Baca Juga: Semen Pelapis Anti Bocor Aquagard ECO7, Paling Mudah Diaplikasikan

Sebagai contoh kebutuhan dengan panjang 4 m dan lebar 3 m. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Luas lantai = 4 m x 3 m = 12 m².
Kebutuhan Semen = 12 x 7.6 kg = 90.9 kg.
Kebutuhan sak semen: 90.9 kg / 50kg = 2 sak.

Jadi, untuk luas ruangan 12 meter persegi membutuhkan sebanyak 2 sak semen.

Baca Juga: American Standard Luncurkan Identitas Brand Terbaru

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page