Dari Efisiensi Energi hingga Material Ramah Lingkungan, Ini Strategi Schneider Electric Menuju 2030

Melalui roadmap Impact 2030, Schneider Electric mempercepat elektrifikasi, menekan emisi karbon operasional hingga 83%, serta meningkatkan penggunaan material ramah lingkungan dan keterlibatan pemasok dalam agenda keberlanjutan.

Redaksi Properti Terkini
6 Min Read
Gedung Schneider Electric dengan penerapan konsep efisiensi energi dan teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan Impact 2030. (Foto Ilustrasi: PropertiTerkini.com)

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Schneider Electric memperkuat strategi keberlanjutan hingga 2030 melalui pengembangan teknologi energi, efisiensi operasional, dan transformasi rantai pasok. Dalam laporan kinerja kuartal III 2026, perusahaan mencatat skor Impact 4,04 dari 10, mendekati target tahunan sebesar 4,20.

Strategi tersebut dijalankan melalui roadmap Impact 2030, yang mencakup empat pilar utama, yakni elektrifikasi dunia, transformasi industri, pengembangan potensi manusia, dan pemberdayaan komunitas lokal.

Salah satu capaian penting terlihat dari penurunan emisi karbon operasional Scope 1 dan 2 sebesar 83% dibandingkan 2017. Selain itu, solusi Schneider Electric membantu pelanggan menghemat atau mengelektrifikasi 211 juta megawatt-jam (MWh) energi selama sembilan bulan pertama 2026.

banner-promo-kulkas-sharp-borderless-tempered-glass-mirror-door-j-tech-inverter

Perusahaan menargetkan skor keberlanjutan 10 dari 10 pada 2030, dengan berbagai program yang mencakup operasional internal hingga ekosistem pemasok dan pelanggan.

Efisiensi Energi dan Elektrifikasi Jadi Prioritas

Pada pilar Electrifying the World, Schneider Electric mengembangkan solusi elektrifikasi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan transisi energi global, termasuk peningkatan pemanfaatan listrik dalam konsumsi energi akhir. Teknologi pengelolaan energi, otomasi, dan digitalisasi menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk membantu sektor industri, bisnis, gedung, serta infrastruktur mengoptimalkan penggunaan energi.

Sejak 2018, solusi Schneider Electric juga telah membantu pelanggan menghemat dan menghindari emisi karbon secara kumulatif sebesar 943 juta ton CO₂.

Capaian ini mencakup kontribusi teknologi perusahaan dalam mendukung efisiensi energi dan pengurangan emisi di lingkungan operasional pelanggan.

Material Ramah Lingkungan dan Dekarbonisasi Pemasok

Transformasi keberlanjutan juga menyasar proses produksi dan rantai pasok. Melalui program The Zero Carbon Pathway (TZCP), Schneider Electric memperluas pendampingan kepada pemasok untuk mengukur sekaligus mengurangi emisi karbon.

Hingga akhir kuartal III 2026, jumlah pemasok yang memenuhi kualifikasi program meningkat sembilan kali lipat, dari 15 pemasok pada semester pertama menjadi 135 pemasok. Target berikutnya adalah menjangkau 1.500 pemasok pada 2030.

Pemasok yang mengikuti program harus mengukur emisi Scope 1 dan 2, menetapkan target pengurangan emisi, serta menghitung jejak karbon produk melalui Product Carbon Footprint (PCF) dan/atau emisi Scope 3 perusahaan.

Dukungan program mencakup perangkat digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah diterapkan kepada lebih dari 1.200 pemasok sepanjang 2026, disertai 10 program pelatihan di sembilan kota pada tiga benua, lebih dari 250 sesi pendampingan, dan sekitar 35 peninjauan langsung di lokasi.

Dari sisi pemilihan material, sebanyak 22% bahan dan komponen yang tercakup dalam program telah memenuhi kriteria nilai lingkungan dan sosial lebih tinggi. Persentase ini meningkat dari 19% pada 2025, dengan sasaran mencapai 50% pada 2030.

Material yang dinilai meliputi baja, aluminium, termoplastik, komponen elektronik, komponen kelistrikan, dan kemasan. Penilaian mempertimbangkan emisi karbon dalam proses produksi, prinsip sirkularitas, serta tanggung jawab rantai pasok.

Schneider Electric juga meningkatkan cakupan layanan sirkular menjadi 1,2 kali dibandingkan akhir 2025. Layanan tersebut mencakup pemeliharaan, penyediaan suku cadang, pengembalian aset, dan peremajaan perangkat untuk memperpanjang masa pakai produk.

Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Komunitas

Selain teknologi dan rantai pasok, Schneider Electric menempatkan pengembangan keterampilan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.

Selama sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 82% karyawan telah mengikuti pelatihan Energy Tech. Sebelumnya, lebih dari 142.000 karyawan mengikuti pelatihan pengenalan AI sepanjang 2025.

Sejak 2009, perusahaan juga telah membekali 1,5 juta anak muda dengan keterampilan di bidang elektrifikasi dan keberlanjutan. Jumlah tersebut meningkat 90.000 orang dibandingkan semester pertama 2026, menuju target tiga juta anak muda pada 2030.

Pada aspek pemberdayaan masyarakat, Schneider Electric telah membantu 69 juta orang memperoleh akses terhadap listrik berkelanjutan sejak 2009.

Program Impact Workplaces juga berkembang dari lima lokasi pada semester pertama menjadi 59 lokasi pada akhir kuartal III 2026. Perusahaan menargetkan 100 lokasi pada 2030.

Sementara itu, sebanyak 9% karyawan telah terlibat sebagai Agen Perubahan melalui kegiatan sukarela di komunitas. Jangkauan program meningkat dari 49 menjadi 57 negara, dengan tambahan lebih dari 6.000 karyawan yang berpartisipasi selama kuartal tersebut.

Schneider Electric Perkuat Komitmen Impact 2030

President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan capaian selama sembilan bulan pelaksanaan Impact 2030 memperkuat komitmen perusahaan dalam mengembangkan teknologi energi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Kemajuan yang berkelanjutan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk kesiapan keterampilan untuk memastikan teknologi baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” ujar Martin.

Menurutnya, percepatan elektrifikasi, pengurangan emisi bersama pemasok, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan komunitas lokal menjadi bagian dari agenda keberlanjutan yang terus dikembangkan perusahaan.

Pada kuartal III 2026, Schneider Electric juga memperoleh pengakuan Enterprise of the Year dari Sustainability LIVE serta tiga penghargaan Gold. Perusahaan turut meraih Golden Trophy for Sustainable Procurement pada Trophées des Achats 2026.

Melalui Impact 2030, Schneider Electric menargetkan pencapaian keberlanjutan yang mencakup efisiensi energi, transformasi industri, pengelolaan material, dan pemberdayaan masyarakat hingga akhir dekade ini.

BACA JUGA:

Inner City Management Raih Pengelola Properti Terbaik di IPBA 2026

***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0877 8386 2018
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com
Share This Article
Leave a Comment