PropertiTerkini.com, (BALI) — The Ritz-Carlton, Bali meraih sertifikasi Green Key, pengakuan internasional bagi properti pariwisata yang menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan operasional berkelanjutan. Berlokasi di kawasan Nusa Dua, Bali, resor mewah ini dinilai atas berbagai praktik pengelolaan sumber daya, pengurangan limbah, serta keterlibatan dengan masyarakat dan pemasok lokal.
Sertifikasi tersebut dikelola oleh Foundation for Environmental Education (FEE), organisasi yang mengembangkan program pendidikan dan pengelolaan lingkungan. Green Key menjadi salah satu standar keberlanjutan internasional di industri pariwisata yang mensyaratkan pemenuhan kriteria lingkungan serta komitmen terhadap praktik bisnis bertanggung jawab.
Bagi industri perhotelan, penerapan standar semacam ini berkaitan dengan pengelolaan operasional properti, mulai dari konsumsi energi dan air hingga pengendalian limbah. Aspek tersebut semakin relevan bagi destinasi wisata seperti Bali yang mengandalkan kualitas lingkungan alam sebagai salah satu daya tarik utamanya.
The Ritz-Carlton Bali Terapkan Enam Praktik Operasional Berkelanjutan
Komitmen keberlanjutan The Ritz-Carlton, Bali diterapkan melalui sejumlah kegiatan operasional yang mencakup pengelolaan material, pemanfaatan sumber daya, serta hubungan dengan masyarakat sekitar.
Dalam pengelolaan limbah, resor melakukan pemilahan berdasarkan kategori untuk mendukung proses penanganan yang lebih terorganisasi. Limbah taman juga diolah menjadi kompos dan digunakan kembali sebagai pupuk bagi tanaman di lingkungan resor.
Pengurangan plastik sekali pakai dan penggunaan kertas turut menjadi bagian dari kebijakan operasional. Sementara itu, konservasi energi dilakukan melalui sejumlah inisiatif penghematan listrik di berbagai area properti.
Pada aspek pengelolaan air, resor memanfaatkan air daur ulang untuk menyiram taman dan lanskap. Praktik ini ditujukan untuk mengurangi kebutuhan air bersih dalam pemeliharaan area hijau.
Pengelolaan pangan juga menjadi perhatian. Kelebihan makanan yang masih dapat dimanfaatkan disalurkan kepada yayasan sosial agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.
Selain aspek lingkungan, The Ritz-Carlton, Bali mengembangkan hubungan dengan perekonomian lokal melalui pengadaan produk dari pemasok setempat. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi produsen dan pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok kebutuhan resor.
Go Kondo: Keberlanjutan Menjadi Perjalanan Jangka Panjang
General Manager The Ritz-Carlton, Bali, Go Kondo, menyebut sertifikasi Green Key sebagai pengakuan atas keterlibatan seluruh karyawan dalam menjalankan praktik operasional yang lebih bertanggung jawab.
“Kami menyambut baik pencapaian sertifikasi Green Key sebagai bentuk pengakuan atas upaya seluruh Ladies and Gentlemen kami dalam menerapkan praktik operasional yang lebih bertanggung jawab,” ujar Go Kondo.
Ia menambahkan, keberadaan resor di Bali membawa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung masyarakat yang menjadi bagian dari karakter destinasi tersebut.
“Keberlanjutan merupakan perjalanan yang terus kami jalani. Pengakuan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus belajar, menyempurnakan praktik operasional, dan mengambil keputusan secara bijaksana demi memberikan kontribusi positif bagi destinasi tempat kami berada,” katanya.
Menurut Go Kondo, penerapan prinsip keberlanjutan akan terus dikembangkan tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan dan pengalaman menginap bagi tamu.
Resor Mewah di Nusa Dua Berdiri di Atas Lahan 12,7 Hektare
The Ritz-Carlton, Bali beroperasi di atas lahan seluas 12,7 hektare di kawasan Nusa Dua. Properti ini memiliki 313 suite dan vila yang membentang di sepanjang pantai berpasir putih serta kawasan tebing dengan panorama Samudra Hindia.
Fasilitas resor mencakup lima destinasi bersantap, The Ritz-Carlton Spa, kapel pernikahan tepi pantai, fasilitas Ritz Kids, serta ruang untuk kegiatan pertemuan, pernikahan, dan berbagai acara khusus.
Dengan sertifikasi Green Key, pengelolaan properti tersebut kini mencakup pengakuan atas penerapan praktik lingkungan dalam kegiatan operasionalnya. Pengembangan standar keberlanjutan menjadi bagian dari upaya resor dalam menjalankan kegiatan hospitality yang memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat di destinasi tempatnya beroperasi.
Wisatawan ke Bali Bertambah, Hotel Dituntut Mengejar Nilai Belanja Pengunjung
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




