Saturday, January 29, 2022

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Bintang Bano

Bendungan dengan biaya Rp1,44 triliun ini harapannya akan mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (SUMBAWA BARAT) — Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan  Multifungsi Bintang Bano di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Jumat (14/1/2022), yang merupakan bendungan yang ke-29 yang diresmikan sejak dibangun tahun 2015 lalu.

Harapannya hingga akhir tahun 2024, total bendungan yang akan diselesaikan sebanyak 57 bendungan di seluruh tanah air Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Suplai Air, Kementerian PUPR Bangun Bendungan Jragung

“Alhamdulillah pada hari ini Bendungan Bintang Bano yang dibangun sejak 2015 dengan biaya Rp1,44 triliun sudah selesai dan bisa difungsikan,” kata Presiden Jokowi.

Dikatakan Presiden Jokowi pembangunan bendungan di seluruh Indonesia bertujuan untuk mencapai ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Semua itu hanya akan bisa tercapai kalau di seluruh provinsi ini ada air.

“Kuncinya adalah air, dan air itu ada kalau kita memiliki bendungan yang sebanyak-banyaknya,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Presiden Jokowi Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Homestay Jelang MotoGP Mandalika

Menurut Jokowi, Bendungan Bintang Bano adalah satu dari enam bendungan yang dibangun di NTB, dua bendungan lainnya yakni Bendungan Tanju pada tahun 2018 dan Bendungan Mila pada tahun 2019 sudah diresmikan.

Harapannya bendungan ini akan mendukung ketersediaan air dan ketahanan pangan, serta memenuhi kebutuhan air baku. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung yang sangat besar 76 juta m3 dengan luas genangan 256 hektar, dan mampu mengairi sawah 6.700 hektar.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di tempat yang sama mengatakan, Bendungan Bintang Bano dapat menjadi contoh pembangunan bendungan yang tetap menjaga kondisi alam sekitar untuk konservasi.

Baca Juga: Bosch Kembangkan Ragam Solusi AIoT untuk Bidang Kedokteran Anak dan Mendeteksi Kebakaran Hutan

“Bendungan ini saya lihat berbeda, hutannya masih lebat, tidak terlihat kupasan-kupasan sisa pembangunan pada bukit dan tebingnya. Kita lihat dampak ke airnya jadi bening, tidak coklat. Harus dipertahankan, peran pemda untuk memelihara hutan dan alam di sekitarnya,” kata Basuki.

Bendungan Bintang Bano yang pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya – PT Hutama Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) juga difungsikan untuk mengurangi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53 persen.

“Berdasarkan laporan dari Pak Bupati Sumbawa Barat dan Wakil Bupati, saat terjadi hujan besar di daerah Taliwang, Sumbawa Barat sudah tidak terjadi banjir lagi. Apalagi nanti kalau Bendungan Tiu Suntuk selesai juga akan menambah daya kendali banjir,” papar Basuki.

Baca Juga: Astonia Park View Hadirkan Kawasan Hunian Modern Terjangkau di Gresik

Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk tujuh kecamatan di Sumbawa Barat berkapasitas 550 liter/detik. Termasuk potensi penghasil listrik dari tenaga air sebesar 6,6 MW. Apalagi nanti ditambah panel surya terapung (floating panel). Terakhir sudah pasti potensi pariwisata.

Adapun Bupati Sumbawa Barat H. W Musyafirin, mengucapkan terima kasih   kepada Presiden Jokowi dan pemerintah pusat yang telah membantu mewujudkan selesainya pembangunan Bendungan Bintang Bano yang sempat terhenti.

Pembangunan bendungan ini dimulai sejak 2008 diinisiasi oleh pemda. Sampai 2012, sempat terhenti karena pemda tidak memiliki cukup anggaran. Sampai kemudian dilanjutkan oleh pemerintah pusat lewat Kementerian PUPR.

Baca Juga: Amesta Living Surabaya Sukses Terjual, 300 Unit Rumah Tahap Pertama Segera Dibangun

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU