BERITA TERKAIT

Gelontorkan Rp45 Miliar Dana CSR, Intip Strategi Berbaginomics Djarum Bangun Rumah MBR

Djarum Group mengalokasikan dana CSR sekitar Rp45 miliar untuk merampungkan 3.283 unit rumah layak huni dan fasilitas sanitasi terpadu pada 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Penanganan masalah backlog perumahan dan penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus dipacu melalui kolaborasi lintas sektor.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merapatkan barisan bersama Djarum Group untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) lewat optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Baca Juga: Program CSR Djarum di Bidang Perumahan Telah Menyalurkan Total 2.550 Bantuan di Provinsi Jawa Tengah

Dalam pertemuan resmi antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, di Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, terungkap komitmen pendanaan CSR yang terbilang jumbo. Djarum Group mengalokasikan sekitar Rp45 miliar untuk menyukseskan program hunian rakyat sepanjang tahun 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuat skema gotong royong dengan dunia usaha menjadi krusial. Kehadiran swasta dibutuhkan agar masyarakat prasejahtera dapat segera menikmati hunian yang sehat dan bermartabat.

“Pemenuhan kebutuhan rumah rakyat membutuhkan kekuatan gotong royong dari berbagai pihak. Hari ini, kami memperkuat sinergi itu bersama Djarum Group untuk memastikan lebih banyak masyarakat prasejahtera yang dapat merdeka dari rumah tidak layak huni,” ujar pria yang akrab disapa Menteri Ara tersebut.

Pendekatan Berbaginomics dan Rincian Alokasi Rp45 Miliar

Alokasi dana senilai Rp45 miliar tersebut disalurkan melalui pendekatan Berbaginomics—prinsip keberlanjutan sosial yang konsisten dijalankan Djarum Group.

Baca Juga: Lewat CSR Summarecon Ajak Kementerian PKP Canangkan Bedah Rumah untuk 500 RTLH di Bekasi

Porsi terbesar anggaran, yakni sekitar Rp35 miliar, dialokasikan langsung untuk pembangunan fisik rumah baru melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Sementara sisanya, sekitar Rp10 miliar, dikucurkan untuk penyediaan sarana sanitasi terpadu.

Komitmen ini berlandaskan pada catatan eksekusi lapangan yang kuat. Data monitoring sepanjang 2025 menunjukkan Djarum berhasil merampungkan 2.517 unit dari total komitmen 2.550 unit rumah dan sanitasi.

Pembangunan rumah baru pada 2025 bahkan terealisasi 100 persen sebanyak 356 unit. Adapun untuk sarana sanitasi, sebanyak 2.161 unit dari target 2.194 unit telah tuntas dibangun, dengan sisa 33 unit sanitasi yang akan dialihkan dan dituntaskan pada periode 2026.

Memasuki 2026, PT Djarum mematok target pembangunan baru sebanyak 3.250 unit. Ditambah dengan pelunasan sisa komitmen sanitasi tahun lalu, total intervensi fisik yang akan diselesaikan pada tahun berjalan mencapai 3.283 unit.

“Saya berterima kasih kepada Djarum karena bekerja sangat profesional dan bagus pencapaiannya,” puji Menteri Ara, merujuk pada hasil peninjauan langsungnya ke lokasi program RSLH Djarum di Kudus, Jawa Tengah.

Baca Juga: BP Tapera Matangkan FLPP Tenor 40 Tahun untuk Rumah Tapak dan Rusun

Integrasi Program Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Guna memastikan penanganan RTLH berjalan lebih masif dan terarah, Kementerian PKP tengah menyelaraskan berbagai instrumen pembiayaan pemerintah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Kredit Program Perumahan (KPP), dan Program Bedah Rumah, dengan skema CSR korporasi.

Kementerian PKP berkomitmen mempermudah integrasi data penerima manfaat dan mempercepat proses perizinan di lapangan agar eksekusi di sektor swasta tidak terhambat birokrasi.

Menariknya, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik fisik rumah semata. Kementerian PKP mendorong agar program perumahan diintegrasikan dengan pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Melalui pelatihan tukang bangunan lokal hingga pengembangan kapasitas generasi muda di lingkungan sekitar, proyek perumahan MBR ini diharapkan mampu menciptakan dampak ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan warga setempat.

Baca Juga:

Tarif Sewa Mal Jakarta Q2 2026: Sewa Dasar Rp484 Ribu per Meter

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Channel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page