PropertiTerkini.com, (SINGAPURA) — Fortune merilis daftar 100 perempuan paling berpengaruh di Asia pada 2026. Di antara para pemimpin bisnis yang masuk pemeringkatan, Pham Thu Huong, Pansy Ho, dan Daisy Ho memiliki keterkaitan dengan pengembangan properti dan pengelolaan aset di Asia.
Fortune Most Powerful Women Asia 2026 menempatkan pemimpin perbankan, teknologi, manufaktur, dan berbagai industri lain dalam satu pemeringkatan. Tan Su Shan, CEO DBS Group, mempertahankan posisi teratas, sementara Zhou Qunfei dari Lens Technology naik ke peringkat ketiga.
Dari 100 nama yang diumumkan, tiga perempuan menarik dicermati dari perspektif bisnis properti, yakni Pham Thu Huong, Wakil Ketua Vingroup di Vietnam; Pansy Ho, Group Executive Chairman Shun Tak Holdings; dan Daisy Ho, Deputy Managing Director Shun Tak Holdings.
Keterkaitan mereka dengan properti berasal dari perusahaan dan tanggung jawab bisnis yang dijalankan, bukan karena Fortune membuat kategori khusus untuk industri real estat.
Daftar 10 Perempuan Paling Berpengaruh di Asia 2026 Versi Fortune
Pemeringkatan yang diumumkan pada 7 Oktober 2026 tersebut mencakup 100 perempuan dari 14 pasar di Asia-Pasifik. Fortune menilai kandidat berdasarkan skala dan kinerja organisasi, perjalanan karier, pengaruh, inovasi, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Berikut 10 nama teratas dalam pemeringkatan Fortune Most Powerful Women Asia 2026.
- Tan Su Shan — CEO DBS Group, Singapura.
- Grace Wang — Ketua dan CEO Luxshare Precision Industry, China.
- Zhou Qunfei — Pendiri dan Ketua Lens Technology, China.
- Meng Wanzhou — Wakil Ketua, Ketua Bergilir, dan CFO Huawei, China.
- Bonnie Y. Chan — CEO Hong Kong Exchanges and Clearing, Hong Kong.
- Malina Ngai — CEO Grup AS Watson, Hong Kong.
- Wang Fengying — Presiden Xpeng Motors, China.
- Roshni Nadar Malhotra — Ketua HCLTech, India.
- Mitsuko Tottori — Presiden dan CEO JAL Group, Jepang.
- Joey Wat — CEO Yum China, China.
Teknologi menjadi sektor dengan perwakilan terbanyak, yakni 16 perempuan, disusul perbankan dengan 14 nama. Dari keseluruhan 100 perempuan yang masuk daftar, 24 merupakan pendatang baru, sedangkan 76 lainnya kembali tercantum dari tahun sebelumnya.
Charmian Choo, Senior Manager Asia List di Fortune, menjelaskan bahwa pemeringkatan tahun ini memperlihatkan perubahan komposisi kepemimpinan bisnis di kawasan tersebut.
“Hal yang menonjol dalam peringkat tahun ini adalah bagaimana lanskap kekuatan bisnis di Asia terus berkembang,” kata Choo dalam siaran pers Fortune.
Pernyataan tersebut menggambarkan dinamika kepemimpinan lintas sektor. Dari perspektif properti, perkembangan ini juga menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana pemimpin perusahaan besar berhubungan dengan pengembangan kawasan, investasi aset, dan pengelolaan properti komersial.
Tiga Perempuan dalam Daftar Fortune yang Terkait Bisnis Properti
Dari daftar lengkap Fortune, tiga nama yang memiliki hubungan cukup jelas dengan bisnis properti adalah Pham Thu Huong, Pansy Ho, dan Daisy Ho. Ketiganya berada di luar 10 besar, tetapi masuk dalam 100 perempuan yang diakui Fortune pada 2026.
1. Pham Thu Huong: Perempuan di Balik Vingroup Vietnam
Pham Thu Huong berada di peringkat ke-37 dalam daftar Fortune Most Powerful Women Asia 2026. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Vingroup, salah satu perusahaan tercatat terbesar di Vietnam.
Menurut profil Fortune, Huong turut membangun Vingroup bersama suaminya, Pham Nhat Vuong. Perjalanan bisnis grup tersebut bermula dari usaha mi instan di Ukraina sebelum berkembang menjadi konglomerasi dengan aktivitas di berbagai sektor.
Keterkaitan Vingroup dengan properti terlihat melalui bisnis pengembangan hunian dan kawasan terpadu. Salah satu entitas penting dalam ekosistem grup tersebut adalah Vinhomes, pengembang properti yang dikenal melalui proyek hunian berskala besar di Vietnam.
Model pengembangan kawasan terpadu relevan untuk dicermati karena menggabungkan hunian dengan fasilitas komersial, layanan, dan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini membentuk ekosistem yang tidak hanya bergantung pada penjualan unit, tetapi juga pada kualitas lingkungan dan kelengkapan fasilitas di dalam kawasan.
Bagi pasar properti Indonesia, pengalaman pengembangan kawasan terpadu di Vietnam dapat menjadi bahan pembanding untuk membaca strategi pengembang kota mandiri.
Meski begitu, posisi Huong sebagai Wakil Ketua Vingroup tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ia secara langsung mengelola seluruh proyek properti grup.
2. Pansy Ho: Kepemimpinan Konglomerasi dan Portofolio Properti
Pansy Ho menempati peringkat ke-26 dalam daftar Fortune 2026. Fortune mencantumkannya sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif MGM China Holdings, operator resor terpadu di Makau.
Di luar jabatan tersebut, Pansy Ho juga memimpin Shun Tak Holdings sebagai Group Executive Chairman dan Managing Director. Perusahaan ini memiliki bisnis pengembangan properti yang mencakup hunian, ritel, serta pengembangan terpadu di Makau, Hong Kong, dan China daratan. Shun Tak juga memiliki portofolio properti di Singapura.
Portofolio tersebut menempatkan Shun Tak sebagai salah satu perusahaan yang relevan dalam pembahasan properti lintas negara di kawasan Asia. Pengembangan properti terpadu mengharuskan perusahaan mempertimbangkan perpaduan fungsi hunian, komersial, dan gaya hidup, sekaligus memperhitungkan kebutuhan pasar di masing-masing kota.
Pansy Ho menarik dicermati karena kepemimpinannya berada pada persimpangan sektor pariwisata, perhotelan, dan properti. Meski demikian, aktivitas MGM China dan bisnis pengembangan properti Shun Tak tetap perlu dibedakan karena berada dalam entitas usaha yang berbeda.
3. Daisy Ho: Pengembangan Properti dan Aset Komersial
Daisy Ho berada di peringkat ke-27 dalam daftar Fortune Most Powerful Women Asia 2026. Fortune mencantumkannya sebagai Ketua dan Direktur Eksekutif SJM Holdings sekaligus Managing Director SJM Resorts di Makau.
Daisy Ho juga menjabat sebagai Deputy Managing Director Shun Tak Holdings. Berdasarkan profil manajemen perusahaan, tanggung jawabnya mencakup perencanaan strategis serta aktivitas pengembangan, penjualan, dan investasi properti.
Keterkaitan tersebut membuat Daisy Ho relevan untuk pembahasan bisnis properti secara langsung. Shun Tak mengembangkan berbagai jenis aset, mulai dari hunian hingga ruang komersial, termasuk properti yang dikelola atau disewakan.
Bagi investor properti, model bisnis seperti ini memperlihatkan pentingnya pengelolaan portofolio yang beragam. Pengembangan proyek baru, penjualan unit, penyewaan, dan pengelolaan aset dapat memberikan sumber pendapatan yang berbeda, dengan karakter risiko dan kebutuhan modal masing-masing.
Namun, jabatan Daisy Ho di SJM Holdings dan SJM Resorts berkaitan dengan bisnis resor dan hiburan di Makau. Sementara itu, tanggung jawab pengembangan properti yang disebutkan secara eksplisit terdapat dalam perannya di Shun Tak Holdings.
Investasi Properti Makkah: RUA AlHaram Raih Kesepakatan SAR 30,7 Miliar
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel





