BERITA TERKAIT

Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota, Minat Investasi Properti IKN Belum Surut

Kepastian status Jakarta sebagai ibu kota negara kembali mengangkat minat pencarian properti di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Di sisi lain, kawasan penyangga IKN tidak kehilangan daya tarik, meski pasar mulai bergerak dari euforia menuju kebutuhan riil dan investasi jangka panjang.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — Properti IKN (Ibu Kota Nusantara) kembali menjadi sorotan setelah Rumah123 mencatat adanya dua tren besar yang berjalan bersamaan pada pertengahan 2026.

Di satu sisi, minat pencarian properti di Jakarta meningkat seiring kepastian statusnya sebagai ibu kota negara. Di sisi lain, kawasan penyangga IKN masih menunjukkan daya tarik investasi meski pasar mulai bergerak lebih selektif.

Baca Juga: Saat Rupiah Melemah, Harga Rumah Sekunder Masih Naik di 11 Kota

Berdasarkan Flash Report Juni 2026 by Rumah123, Jakarta Pusat mencatat kenaikan popularitas pencarian properti sebesar 1,0% secara tahunan (YoY), tertinggi secara nasional. Jakarta Selatan menyusul dengan kenaikan 0,6% YoY, sementara Jakarta Timur tumbuh 0,2% YoY.

Secara bulanan, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan peningkatan minat pencarian terbesar di Jabodetabek sebesar 1,2%, diikuti Jakarta Selatan 0,9% dan Jakarta Utara 0,6%.

Penguatan minat tersebut muncul setelah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026 menegaskan Jakarta tetap berstatus sebagai ibu kota negara hingga diterbitkannya Keputusan Presiden mengenai pemindahan ibu kota.

Pada saat yang sama, pembangunan fisik IKN tetap berjalan dengan penganggaran yang diproyeksikan hingga 2028.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah hingga Kantor Masa Depan, Ini Peta Peluang Baru Pasar Properti Indonesia 2026

Jakarta Tetap Menjadi Magnet Aktivitas Ekonomi

Tidak hanya dari sisi pencarian properti, pasar residensial Jakarta juga menunjukkan penguatan.

Rumah123 mencatat Jakarta Pusat menjadi wilayah dengan pertumbuhan median harga rumah tertinggi secara nasional untuk segmen rumah berukuran di bawah 60 meter persegi.

Median harga pada segmen tersebut mencapai Rp900 juta atau naik 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, kekhawatiran bahwa perpindahan ibu kota akan mengurangi daya tarik Jakarta belum terbukti dalam data pasar.

Aktivitas bisnis, lapangan kerja, infrastruktur, serta pusat ekonomi nasional masih terkonsentrasi di Jakarta sehingga permintaan properti tetap terjaga.

Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Laris di Penjualan Perdana, Paradise Indonesia Tangkap Peluang Kota Penyangga IKN

Kondisi serupa juga terlihat pada sektor komersial. Tingkat okupansi perkantoran CBD Jakarta tercatat mencapai 76% dengan tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan.

Tidak adanya tambahan pasokan gedung baru pada kuartal pertama 2026 turut menjaga stabilitas pasar perkantoran.

Koridor IKN Memasuki Fase Normalisasi

Meski Jakarta kembali memperoleh perhatian pasar, hal tersebut tidak berarti minat terhadap kawasan IKN menghilang.

Rumah123 menilai kawasan Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) saat ini sedang memasuki fase normalisasi setelah beberapa tahun didorong ekspektasi tinggi terkait pembangunan IKN.

Fenomena ini tercermin dari penurunan aktivitas transaksi di Balikpapan. Pada kuartal pertama 2026, penjualan rumah baru di kota tersebut turun 55,6% secara tahunan.

Baca Juga: BI Rate Naik ke 5,50%, Colliers: Ancaman Terbesar Bukan Suku Bunga! 

Penurunan terbesar terjadi pada rumah tipe kecil yang terkoreksi 67,0%, disusul rumah tipe besar 40,6% dan tipe menengah 19,1%.

Selain itu, popularitas pencarian properti di Balikpapan juga turun 0,4% secara tahunan.

Namun, perlambatan tersebut lebih mencerminkan perubahan karakter pasar dibanding hilangnya minat investor.

Investor Masih Memburu Tanah di Penajam Paser Utara

Sinyal paling menarik justru datang dari Penajam Paser Utara (PPU), wilayah yang menjadi lokasi utama pembangunan IKN.

Data Rumah123 menunjukkan sebanyak 86,2% pencari properti di PPU masih mencari tanah kosong. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor tetap melihat prospek jangka panjang kawasan IKN, terutama untuk strategi land banking dan pengembangan aset di masa depan.

Baca Juga: Permintaan Apartemen Jakarta Bergeser ke Unit Siap Huni

Profil pencari properti di wilayah tersebut didominasi kelompok usia 25–34 tahun dengan kontribusi signifikan berasal dari DKI Jakarta.

Fakta ini menunjukkan bahwa minat terhadap IKN masih banyak datang dari investor luar daerah yang memantau perkembangan kawasan secara jangka panjang.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai pasar IKN saat ini sedang bergerak menuju fase yang lebih sehat.

Menurutnya, koridor IKN tidak kehilangan daya tarik. Yang terjadi adalah pergeseran dari pasar yang sebelumnya didorong ekspektasi menuju pasar yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil.

Tingginya minat terhadap tanah di PPU menjadi indikator bahwa investor masih percaya terhadap prospek kawasan tersebut seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah.

Baca Juga: Leads Property: Hunian Dekat TOD dan Rumah Hemat Energi Bakal Jadi Primadona di Tengah Pelemahan Rupiah

Jakarta dan IKN Diperkirakan Saling Melengkapi

Jakarta sebagai pusat operasional jasa keuangan Asia Pasifik
Ilustrasi-Kota Jakarta. (Ilustrasi/PropertiTerkini.com)

Ke depan, Rumah123 melihat Jakarta dan IKN bukan berada dalam posisi saling menggantikan, melainkan saling melengkapi.

Jakarta diproyeksikan tetap menjadi pasar properti terbesar dan paling matang di Indonesia.

Sementara itu, kawasan IKN dan wilayah penyangganya berpotensi berkembang sebagai pasar jangka panjang yang didukung pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi regional, serta proses perpindahan pemerintahan yang berlangsung bertahap.

Bagi pelaku pasar, kondisi ini menunjukkan bahwa investasi properti di sekitar IKN belum berakhir.

Baca Juga: Gedung Kantor Dekat MRT dan LRT Catat Tingkat Okupansi Lebih Tinggi

Pasar hanya memasuki fase baru yang lebih rasional, ketika keputusan investasi semakin ditentukan oleh fundamental kawasan dibanding sentimen semata.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page