Iklan Youtube Properti Terkini
Friday, July 19, 2024
Iklan Mesin Cuci Sharp

HUT REI ke-52: Komitmen REI Membangun Program Sejuta Rumah

REI telah berkontribusi dalam menyiapkan prototipe rumah sederhana. Untuk capaian PSR hingga bulan Maret 2024 mencapai 131.060 unit.

PropertiTerkini.com, (LABUAN BAJO) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa, asosiasi pengembang Real Estate Indonesia (REI) merupakan mitra kerja pemerintah.

REI, menurut Kementerian PUPR, memiliki peran besar dalam pembangunan rumah bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Baca Juga: Purwarupa Rumah Sederhana, Rumah Tahan Gempa yang Jadi Standar Baru Hunian MBR

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, saat menghadiri Gala Dinner Peringatan HUT REI ke-52 dengan tema “Propertinomic Untuk Indonesia Maju”, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum’at (26/4/2024).

Iwan menyatakan pada usia 52 tahun ini, REI telah membuktikan sebagai asosiasi pelaku pembangunan yang solid dan disegani oleh para pemangku kepentingan di sektor properti.

Untuk itu, pemerintah juga berharap REI dapat terus berkomitmen dalam membangun rumah yang berkualitas dan layak huni untuk rumah subsidi maupun non subsidi.

“REI telah menjadi mitra terdepan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rumah subsidi dan non subsidi bagi masyarakat. REI juga telah berkontribusi dalam menyiapkan prototipe rumah sederhana yang digunakan untuk mempermudah proses perizinan di daerah,” ujar Iwan.

Ke depan, pemerintah meminta kepada asosiasi REI untuk terus berkontribusi dalam mendukung program pemerintah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bakal Manfaatkan Material Kayu dan Bambu Rekayasa untuk Bangunan Gedung dan Hunian

Untuk itu, secara bersama melanjutkan kolaborasi dalam mengabdi dan memperjuangkan penyediaan rumah bagi MBR, berkolaborasi stakeholder lain seperti perbankan.

Meningkatkan kompetensi anggota REI dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pemulihan ekonomi nasional melalui pembangunan sektor properti.

Berdasarkan RPJMN 2020-2024, pemerintah telah menargetkan tahun 2024 sebanyak 70 persen rumah tangga akan menempati hunian layak, baik dengan intervensi langsung maupun intervensi tidak langsung pemerintah.

Pembangunan perumahan merupakan kegiatan multiplier effect yang terbukti mampu mempercepat dan membantu memulihkan ekonomi nasional, karena mampu menggerakkan hingga 185 subsektor industri lain.

Baca Juga: Pembangunan Hunian di IKN Ditarget Rampung Sebelum HUT RI ke-79, Agustus Mendatang

Mulai dari material bahan bangunan, transportasi, lembaga pembiayaan, furniture dan perdagangan makanan.

Backlog Perumahan Menurun

Kondisi ini menunjukkan sektor properti secara konsisten berkinerja positif dan sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Hal itu sangat berguna untuk menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan rumah di Indonesia yaitu angka backlog kepemilikan rumah.

Pada tahun 2023 angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih sebesar 13,56 persen atau sebanyak 9.905.820 rumah tangga (Data Susenas, 2023).

Walaupun sudah mengalami penurunan dari angka backlog kepemilikan rumah tahun 2020 yaitu sebesar 17,52 persen atau sebanyak 12.750,17 rumah tangga yang belum memiliki rumah.

Menurut Iwan, ada beberapa isu utama yang perlu mendapat perhatian di sektor perumahan seperti hunian eksisting yang tidak memenuhi standar layak huni.

Baca Juga: Momentum PPN DTP, CHL Group Pasarkan Hunian Berkonsep Biophilic di BIO District

Kemudian jumlah supply rumah yang belum sesuai dengan consumer’s demand baik karena variabel harga maupun lokasi, Serta penanganan dan pencegahan permukiman kumuh.

Namun disamping itu, pada kondisi faktual, terdapat demand untuk penyediaan hunian yang tidak hanya layak, namun juga memenuhi kriteria ramah lingkungan (green) dan ramah teknologi (smart).

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pelaku pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar.

Salah satunya melalui kegiatan penyediaan akses perumahan dan kawasan permukiman layak, aman dan terjangkau.

Pemerintah juga terus menginisiasi pemanfaatan beragam inovasi teknologi dalam pembangunan hunian dengan konsep berkelanjutan.

Baca Juga: Paramount Petals dan Gebrakan Masif Tahun Ini, Siap-siap Harga Properti Naik Double Digit

Salah satunya dengan menyusun desain prototipe atau purwarupa rumah subsidi tahan gempa.

Desain ini juga dirancang untuk mengakomodir keandalan bangunan sekaligus kemudahan berusaha para pelaku pembangunan yang terkendala dalam pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

 Program Sejuta Rumah

Selama sembilan tahun sejak Tahun 2015-2023, angka capaian program sejuta rumah (PSR) cukup memuaskan, yaitu mencapai 9.206.379 unit. Untuk capaian PSR hingga bulan Maret 2024 mencapai 131.060 unit.

“Pemerintah telah merespon dengan cepat melalui berbagai kebijakan yang dapat memperkuat pertumbuhan perumahan di Indonesia,” ujar Iwan.

Dalam mendorong peningkatan demand perumahan, pemerintah juga telah menerbitkan PMK Nomor 120 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023.

Menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memberikan insentif kepada masyarakat melalui PPN ditanggung pemerintah.

Baca Juga: Ammaia Ecoforest Cikupa Raih Sertifikasi Greenship Neighborhood, Aplikasikan Konsep Ecoforest di Cluster Lavatera

Antara lain Pemberian PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) sampai dengan Rp2 miliar bagi rumah komersial dengan harga di bawah Rp5 miliar, Pemberian Bantuan Biaya Administrasi (BBA) bagi MBR sebesar Rp4 juta dan penambahan target bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) bagi Rumah Masyarakat Miskin.

Perayaan HUT REI ke-52 di Labuan Bajo
Perayaan HUT REI ke-52 di Labuan Bajo, Jumat, 26/4/2024. (Foto: Dok. PUPR).

“Kami harap REI dapat lebih semangat meningkatkan spirit baru dalam menghadapi tantangan penyediaan rumah layak huni dan terjangkau sebagai Propertinomic Untuk Indonesia Maju pada era Indonesia Emas pada Tahun 2045 mendatang,” tambah Iwan.

Ragam Kegiatan REI di Labuan Bajo

Beragam kegiatan digelar selama acara puncak HUT REI ke-52 di Labuan Bajo. Mulai dari aktivitas tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan fasilitas air bersih bagi warga Desa Golo Mori.

Juga memberikan bantuan pembangunan masjid di desa tersebut, serta aksi penanaman 1.000 pohon di lokasi wisata kawasan Parapuar.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan penanaman 1.000 pohon di Labuan Bajo ini merupakan bagian dari target penanaman sejuta pohon REI.

Baca Juga: Bangun Tangga di Rumah? Hati-Hati, Cek Pedoman Membangun Tangga yang Ideal!

“Gerakan ini menjadi bukti komitmen REI terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup dan perubahan iklim,” kata Joko.

Penanaman simbolis 1.000 pohon di kawasan Parapuar dilakukan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S Uno dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Sharp Plasmacluster

BERITA TERBARU

Demo Half Page