PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Apa itu TOD? Pertanyaan tersebut belakangan semakin sering dicari masyarakat seiring berkembangnya berbagai proyek berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi, yang resmi memasuki tahap pembangunan melalui seremoni groundbreaking beberapa waktu lalu.
Bagi banyak orang, TOD sering kali dipahami hanya sebagai pembangunan stasiun atau kawasan di sekitar transportasi massal. Padahal, konsep ini jauh lebih luas.
Baca Juga: Perbedaan TOD dan TAD: TOD Harus Penuhi 8 Prinsip
TOD merupakan pendekatan perencanaan kota yang mengintegrasikan transportasi publik, kawasan hunian, pusat bisnis, ruang terbuka, hingga fasilitas publik agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Melalui proyek TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi, PT Summarecon Agung Tbk menegaskan komitmennya menerapkan delapan prinsip TOD yang menjadi acuan dalam menciptakan kawasan perkotaan modern.
Apa Itu TOD (Transit Oriented Development), dan Kenapa Penting?
TOD adalah konsep pengembangan kawasan yang berorientasi pada transportasi massal. Tujuannya bukan sekadar menghadirkan stasiun, melainkan menciptakan lingkungan yang memungkinkan masyarakat berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Konsep ini telah diterapkan di berbagai kota dunia seperti Tokyo, Singapura, Hong Kong, hingga sejumlah kota di Eropa karena terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Mengapa TOD Jadi Masa Depan Kota? AHY Soroti Tantangan Urbanisasi Indonesia
Di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong pengembangan kawasan TOD sebagai salah satu strategi menghadapi urbanisasi yang semakin pesat.
Lantas, kenapa TOD menjadi penting?
Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), urbanisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari.
Karena itu, menurutnya, pembangunan kota harus dirancang lebih terintegrasi agar tidak memicu kemacetan, polusi, maupun penyebaran kota yang tidak terkendali (urban sprawl).
“TOD bukan hanya membangun infrastruktur transportasi, tetapi juga membangun kawasan yang lebih terintegrasi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Menteri AHY saat meresmikan dimulainya pembangunan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Mulai Dibangun, Investasi Rp78 Miliar
Pengembangan kawasan berbasis TOD dinilai mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat daya saing kota, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap kawasan dan investasi properti.
8 Prinsip TOD yang Diterapkan Summarecon
TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas sekitar 7.038,70 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi.
Bangunan utama terdiri atas tiga lantai dengan luas sekitar 4.765 meter persegi, dilengkapi koridor penghubung serta sky bridge seluas hampir 2.000 meter persegi yang menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas kawasan.
Dalam pengembangan kawasan TOD ini, terdapat delapan prinsip utama yang menjadi dasar perancangannya.
Baca Juga: Gedung Kantor Dekat MRT dan LRT Catat Tingkat Okupansi Lebih Tinggi
Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan pengembangan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi mengadopsi delapan prinsip utama TOD yang menjadi acuan dalam menciptakan kawasan perkotaan modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Dalam pengembangan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi, kami menerapkan delapan prinsip Transit Oriented Development (TOD), yaitu Walk, Cycle, Connect, Transit, Mix, Density, Compact, dan Shift. Delapan prinsip ini menjadi landasan dalam merancang kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sekaligus menghadirkan lingkungan yang nyaman, mudah diakses, dan mendukung mobilitas masyarakat,” ujar Adrianto.
Menurutnya, penerapan delapan prinsip tersebut bertujuan menciptakan kawasan yang tidak hanya terintegrasi dengan transportasi publik, tetapi juga menghubungkan hunian, area komersial, ruang terbuka, serta berbagai fasilitas pendukung dalam satu ekosistem perkotaan.
Berikut delapan prinsip TOD yang diterapkan Summarecon Bekasi dalam pengembangan kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi.
1. Walk – Ramah Pejalan Kaki
Kawasan dirancang agar masyarakat dapat berjalan kaki dengan aman dan nyaman melalui jalur pedestrian yang terhubung ke berbagai fasilitas.
Dengan jarak tempuh yang lebih singkat, masyarakat tidak harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.
2. Cycle – Mendukung Penggunaan Sepeda
Konsep TOD juga menyediakan akses yang mendukung penggunaan sepeda sebagai moda transportasi harian.
Fasilitas seperti jalur sepeda dan area parkir sepeda menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang ramah lingkungan.
3. Connect – Menghubungkan Berbagai Fungsi Kawasan
TOD mengutamakan keterhubungan antarfungsi kawasan.
Hunian, area komersial, ruang publik, fasilitas pendidikan, hingga pusat layanan dirancang saling terintegrasi sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Menguak Potensi Investasi Wander Alley Walk di Kawasan TOD BSD City
4. Transit – Berorientasi pada Transportasi Massal
Transportasi publik menjadi pusat pengembangan kawasan.
Sebagai kawasan berbasis transit, proyek ini dirancang tidak hanya terhubung langsung dengan Stasiun Bekasi Ekstensi, tetapi juga mendukung integrasi antarmoda.
Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi simpul utama yang menghubungkan masyarakat dengan jaringan transportasi yang lebih luas.
Bahkan ke depan, mobilitas pengguna akan diperkuat melalui layanan pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan dengan Stasiun LRT Jabodebek Bekasi Barat, sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.
5. Mix – Fungsi Kawasan yang Beragam
TOD tidak hanya berisi satu fungsi.
Hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, ruang usaha, hingga area rekreasi berada dalam satu kawasan sehingga menciptakan aktivitas yang hidup sepanjang hari.
6. Density – Kepadatan yang Terencana
Kawasan dikembangkan dengan kepadatan yang optimal agar mampu mendukung penggunaan transportasi massal sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Pendekatan ini berbeda dengan pembangunan kota yang menyebar tanpa arah.
7. Compact – Kota yang Lebih Efisien
Konsep kota kompak membuat berbagai kebutuhan masyarakat berada dalam jarak yang lebih dekat.
Akibatnya, waktu perjalanan menjadi lebih singkat, konsumsi energi lebih rendah, dan mobilitas menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Pasar Properti Mulai “Pilih Kasih”, Rumah Premium Tiba-Tiba Melonjak 46,7%
8. Shift – Beralih ke Mobilitas Berkelanjutan
Prinsip terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum, berjalan kaki, maupun bersepeda.
Perubahan ini menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kota yang lebih sehat, rendah emisi, dan berkelanjutan.
Melalui delapan prinsip tersebut, Summarecon menegaskan bahwa pengembangan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi bukan hanya menghadirkan infrastruktur transportasi.
Lebih dari itu, kawasan ini dirancang menjadi ekosistem perkotaan yang mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari secara lebih efektif.
Baca Juga: Promo Metland Blanjaproperti Juli 2026: Rumah Siap Huni Free PPN
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong integrasi antara transportasi, tata ruang, serta pengembangan ekonomi kawasan.

Nilai Properti dan Investasi Berpotensi Tumbuh
Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa kawasan TOD umumnya memiliki daya tarik investasi yang lebih tinggi dibanding kawasan konvensional.
Akses transportasi yang baik, kemudahan mobilitas, serta kelengkapan fasilitas menjadikan kawasan TOD lebih diminati masyarakat maupun pelaku usaha.
Baca Juga: Summarecon Bogor Luncurkan The Sherwood Residence, Hunian Klasik Premium dengan Panorama 360 Derajat
Karena itu, pengembangan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas Kota Bekasi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat nilai properti di kawasan sekitarnya.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





