PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Membeli rumah untuk keluarga muda bukan sekadar menentukan bangunan yang sesuai dengan anggaran. Lokasi, kemudahan menjangkau kebutuhan sehari-hari, fasilitas pendukung, serta lingkungan untuk membesarkan anak juga perlu masuk dalam pertimbangan sebelum mengambil keputusan jangka panjang.
Pertimbangan tersebut membuat kualitas kawasan menjadi bagian penting dalam menilai sebuah hunian. PT Metropolitand Land Tbk (Metland) mengembangkan pendekatan yang menempatkan rumah sebagai bagian dari ekosistem kehidupan, dengan memperhatikan keterkaitan antara tempat tinggal, fasilitas, aksesibilitas, dan lingkungan sekitar.
Head of Corporate Communications Metland, Febby Mariani, menjelaskan bahwa konsep living experience menjadi salah satu landasan perusahaan dalam melihat kebutuhan penghuni. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung kenyamanan dan aktivitas keluarga melalui pengembangan kawasan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing proyek.
“Bagi Metland, pengalaman tinggal mencakup lebih dari kualitas rumah. Lingkungan, fasilitas, aksesibilitas, dan kemudahan menjalani aktivitas sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam membentuk kenyamanan penghuni,” ujar Febby.
Hunian Keluarga Muda Perlu Mendukung Aktivitas Sehari-hari
Bagi keluarga yang sedang membangun kehidupan bersama, rumah menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang. Kebutuhan tempat tinggal dapat berkembang seiring perubahan kondisi keluarga, mulai dari aktivitas pekerjaan hingga kebutuhan anak dan waktu berkumpul bersama.
Karena itu, calon pembeli perlu menilai kesesuaian rumah dengan rutinitas sehari-hari. Harga dan desain tetap menjadi pertimbangan utama, tetapi akses menuju tempat kerja, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat aktivitas, serta kebutuhan rumah tangga juga patut diperhitungkan.
Metland melihat perubahan kebutuhan tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar hunian. Perusahaan menyebut keluarga muda semakin selektif dalam mempertimbangkan kemampuan finansial, lokasi, aksesibilitas, fasilitas, desain fungsional, dan kesesuaian rumah dengan gaya hidup.
Febby menjelaskan bahwa pendekatan pengembangan produk perlu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Keluarga muda memiliki beragam pertimbangan ketika memilih hunian. Karena itu, kami memperhatikan kemampuan finansial, lokasi, aksesibilitas, fasilitas, dan desain yang sesuai dengan kebutuhan serta gaya hidup penghuni,” kata Febby.
Metland Kembangkan Kawasan Hunian Terintegrasi
Rumah yang nyaman perlu didukung lingkungan yang memungkinkan penghuni menjalankan berbagai aktivitas dengan lebih praktis. Keterkaitan antara hunian, fasilitas komersial, ruang publik, dan sarana rekreasi menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pengembangan kawasan Metland.
Bagi Metland, fasilitas yang ada di setiap kawasan disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan proyek. Sejumlah kawasan residensial memiliki fasilitas seperti:
- Ruang terbuka hijau dan taman, untuk mendukung aktivitas luar ruang dan waktu bersama keluarga.
- Area bermain anak, sebagai ruang aktivitas bagi keluarga dengan anak.
- Clubhouse, kolam renang, dan fasilitas olahraga, untuk menunjang rekreasi serta aktivitas fisik.
- Area komersial, untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni.
Kelengkapan fasilitas tersebut perlu dilihat bersama lokasi dan aksesibilitas kawasan. Kedekatan dengan pusat aktivitas serta fasilitas publik di sekitarnya dapat memengaruhi kemudahan penghuni dalam menjalankan rutinitas.
Dengan demikian, penilaian terhadap suatu kawasan tidak cukup hanya berdasarkan jumlah fasilitas. Kesesuaian fasilitas dengan kebutuhan penghuni, kemudahan akses, serta karakter lingkungan juga menjadi bagian dari evaluasi sebelum membeli rumah.
Ruang Terbuka Hijau Masuk dalam Perencanaan Kawasan
Selain fasilitas yang menunjang kebutuhan praktis, lingkungan tempat tinggal juga berperan dalam membentuk pengalaman sehari-hari. Ruang terbuka hijau, misalnya, dapat menyediakan tempat untuk berjalan kaki, berolahraga, bermain, atau berkumpul bersama keluarga.
Penyediaan ruang terbuka hijau menjadi bagian dari perencanaan perusahaan sejak tahap awal penyusunan masterplan. Ruang tersebut dapat berupa area publik maupun privat, dengan unsur alam seperti pepohonan, air, dan tanaman.
Pendekatan ini menempatkan lingkungan sebagai bagian dari perencanaan kawasan sejak tahap awal pengembangan. Penyediaan ruang terbuka hijau dirancang dengan mempertimbangkan karakter, kebutuhan, dan konsep pengembangan masing-masing proyek.
Menurut Febby, kualitas lingkungan dan fasilitas menjadi bagian dari perhatian perusahaan dalam membangun kawasan yang mendukung kehidupan penghuni.
“Sejak tahap perencanaan kawasan, kami memperhatikan penyediaan ruang terbuka hijau serta fasilitas yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing proyek,” jelas Febby.
Living Experience sebagai Arah Pengembangan Metland

Pendekatan living experience menjadi bagian dari upaya Metland mengembangkan kawasan yang mendukung kehidupan penghuni secara menyeluruh. Pendekatan ini sejalan dengan tagline Coloring Life, yang memaknai hunian sebagai bagian dari perjalanan dan pertumbuhan kehidupan keluarga.
Ke depan, Metland akan terus menyesuaikan pengembangan kawasan dengan kualitas lingkungan, kelengkapan fasilitas, aksesibilitas, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Bagi Metland, hunian bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari kehidupan keluarga yang terus berkembang. Kami ingin kawasan yang dikembangkan dapat menjadi tempat bagi keluarga untuk tumbuh, beraktivitas, dan membangun kehidupan bersama,” pungkas Febby.
Cluster Neora, Rumah Rp900 Jutaan di Metland Menteng Ludes dalam 4 Jam
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




