PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Rumah pintar mulai bergerak melampaui sekadar kemampuan mengendalikan perangkat melalui smartphone. Bagi Sharp Indonesia, perkembangan Smart Home ke depan akan semakin berkaitan dengan bagaimana perangkat dapat saling terhubung, memahami kondisi penghuni, dan membantu menjalankan aktivitas rumah secara lebih praktis.
Konsep tersebut dikembangkan Sharp melalui AIoT, perpaduan Artificial Intelligence dan Internet of Things. Teknologi ini memungkinkan sejumlah perangkat rumah tangga menjadi bagian dari ekosistem yang lebih terhubung, bukan sekadar produk yang bekerja secara individual.
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan Smart Home memiliki potensi besar di Indonesia seiring semakin terbiasanya konsumen dengan teknologi digital.
Namun, menurutnya, rumah pintar tidak cukup hanya dengan kemampuan mengoperasikan perangkat dari jarak jauh.
“Yang lebih penting adalah bagaimana perangkat tersebut dapat saling terhubung, memahami kondisi dan kebiasaan penghuni, kemudian membantu mengambil keputusan secara lebih cerdas,” ujar Andry.
Smart Home Bukan Sekadar Kendali lewat Smartphone
Perkembangan teknologi membuat konsumen semakin terbiasa dengan perangkat yang dapat dikendalikan secara digital. Namun, Sharp melihat pengalaman Smart Home yang sebenarnya berada pada kemampuan perangkat untuk bekerja secara lebih seamless.
Konsep AIoT dikembangkan untuk menghubungkan perangkat seperti AC, air purifier, kulkas, mesin cuci, dan perangkat rumah tangga lainnya dalam sebuah ekosistem.
Dengan pendekatan tersebut, smartphone bukan lagi menjadi satu-satunya tujuan teknologi. Perangkat diharapkan mampu memberikan respons berdasarkan kondisi dan kebutuhan penghuni rumah.
Bagi Sharp, arah pengembangan Smart Home bukan sekadar menambah jumlah perangkat yang terkoneksi, tetapi menciptakan hubungan yang lebih natural antara teknologi dan kehidupan sehari-hari.
Ketika Perangkat Mulai Memahami Kebiasaan Penghuni
Salah satu karakter AIoT yang dikembangkan Sharp adalah kemampuan perangkat untuk memanfaatkan informasi mengenai pola penggunaan dan kondisi ruangan.
Pada perangkat seperti AC, misalnya, teknologi dapat digunakan untuk memantau kondisi ruangan dan membantu menyesuaikan pengoperasian.
Sharp memberikan contoh penggunaan sensor pergerakan pada lini AC terbaru. Ketika ruangan digunakan atau dalam kondisi kosong, sistem dapat menyesuaikan kinerjanya.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk menemukan keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi.
Artinya, penghuni tidak harus terus-menerus melakukan pengaturan manual. Teknologi diharapkan bekerja di belakang layar dan memberikan respons sesuai kondisi yang terdeteksi.
“Arah inovasi Sharp bukan sekadar membuat perangkat semakin pintar, tetapi membuat rumah menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan penghuninya,” kata Andry.
Konsep tersebut mengubah cara melihat teknologi rumah tangga. Perangkat tidak lagi hanya menunggu perintah, tetapi mulai dirancang agar dapat merespons konteks penggunaan.

AIoT Membuat Pengalaman Rumah Lebih Personal
Pada AC Sharp, AIoT dapat dipadukan dengan teknologi seperti J-Tech Inverter dan Plasmacluster. Konsumen dapat mengontrol perangkat melalui smartphone, memantau kondisi ruangan, serta memperoleh pengaturan yang lebih efisien.
Namun, bagi Sharp, nilai AIoT bukan semata pada jumlah fitur yang tersedia.
Teknologi harus membantu mengurangi kerumitan penggunaan. Perangkat yang semakin pintar justru diharapkan membuat kehidupan penghuni semakin sederhana.
Prinsipnya adalah teknologi bekerja secara natural di belakang layar. Konsumen dapat memperoleh kenyamanan dan efisiensi tanpa harus terus memikirkan bagaimana teknologi tersebut bekerja.
Pendekatan ini sejalan dengan perubahan kebutuhan penghuni rumah yang semakin menginginkan perangkat praktis dan mudah digunakan.
Dari Perangkat Individual Menjadi Ekosistem
Sharp melihat perkembangan AIoT membuka kemungkinan bagi perangkat rumah tangga untuk bekerja sebagai satu ekosistem.
AC, air purifier, refrigerator, mesin cuci, dan perangkat lainnya tidak lagi dilihat sebagai produk yang berdiri sendiri. Masing-masing dapat menjadi bagian dari pengalaman hunian yang lebih terintegrasi.
Konsep ini juga memperluas makna Smart Home. Rumah pintar bukan sekadar rumah yang memiliki banyak perangkat terkoneksi, melainkan rumah yang mampu memberikan respons lebih sesuai dengan aktivitas penghuninya.
Dalam konteks tersebut, teknologi menjadi semakin dekat dengan rutinitas sehari-hari.
Penghuni tidak harus selalu memahami detail teknologinya. Yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan: udara lebih nyaman, penggunaan energi lebih efisien, dan aktivitas rumah tangga menjadi lebih mudah.
Sharp Pertahankan Teknologi, Kualitas, dan Pemahaman Lokal

Perkembangan Smart Home juga berlangsung di tengah persaingan industri elektronik yang semakin ketat dan berbasis teknologi.
Sharp memosisikan diri dengan menggabungkan inovasi teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen Indonesia.
Bagi Sharp, teknologi bukan sekadar menghadirkan fitur yang semakin canggih. Teknologi harus menghasilkan manfaat nyata berupa kenyamanan, kesehatan, kepraktisan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Pengalaman panjang di pasar Indonesia dan kepercayaan konsumen juga menjadi bagian dari kekuatan yang ingin dipertahankan Sharp sambil melakukan transformasi untuk generasi konsumen berikutnya.
Andry menyebut kombinasi antara inovasi, kualitas, pemahaman lokal, dan layanan yang dekat dengan konsumen menjadi bagian dari pendekatan Sharp menghadapi kompetisi yang semakin dinamis.
Appliance Mulai Bergeser Menjadi Bagian dari Lifestyle
Perubahan tersebut membawa Sharp pada pandangan yang lebih luas mengenai masa depan perangkat elektronik.
Produk tidak lagi sekadar diposisikan sebagai appliance yang menjalankan fungsi tertentu. Perangkat mulai menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup penghuni rumah.
Dalam pandangan Sharp, arah inovasi ke depan bukan hanya membuat perangkat semakin canggih, tetapi menggeser definisi produk menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup yang berkelanjutan.

Pergeseran itu juga menjelaskan mengapa AIoT menjadi bagian penting dalam pengembangan Sharp. Teknologi digunakan untuk membuat perangkat semakin responsif terhadap kondisi rumah dan kebiasaan penghuninya.
Pada akhirnya, rumah pintar yang dikembangkan Sharp bukan semata tentang berapa banyak perangkat yang bisa terkoneksi. Fokusnya adalah bagaimana teknologi tersebut dapat bekerja secara lebih alami sehingga penghuni mendapatkan rumah yang lebih nyaman, praktis, efisien, dan responsif.
Dengan pendekatan itu, masa depan elektronik rumah tangga bergerak dari smart device menuju smart ecosystem—dari perangkat yang sekadar menerima perintah menjadi teknologi yang semakin memahami konteks kehidupan di dalam rumah.
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Practitioner of the Year 2026
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




