Monday, August 15, 2022

Kementerian PUPR Serahterimakan 300 Unit Huntap di Adonara

Untuk seluruh wilayah NTT, Kementerian PUPR membangun sebanyak 1.922 unit huntap yang tersebar di enam lokasi.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan serah terima 300 unit hunian tetap (huntap) di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Serah terima huntap ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di Desa Saosina.

Baca Juga: Begini Penampakan Rumah Khusus Korban Bencana Badai di Lembata dan Adonara

Adapun 300 unit huntap tersebut tersebar di Desa Oyang sebanyak 50 unit, Desa Saosina 195 unit dan Desa Nelelamadike 55 unit.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa pembangunan hunian tersebut adalah sebagai upaya tanggap darurat bencana Badai Siklon Tropis Seroja dan banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di NTT, April 2021 lalu.

“Kementerian PUPR secara bertahap menyelesaikan pembangunan huntap bagi para korban terdampak. Hal ini juga merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo untuk merelokasi para korban bencana,” katanya.

Baca Juga: Rumah Subsidi Makin Nyaman Dengan Program PSU

Untuk seluruh wilayah NTT, kata dia, Kementerian PUPR membangun sebanyak 1.922 unit huntap yang tersebar di enam lokasi, yakni Kabupaten Lembata 700 unit, Kabupaten Flores Timur 300 unit, Kabupaten Sumba Timur 194 unit, Kabupaten Alor 386 unit, Kabupaten Kupang 169 unit dan Kota Kupang 173 unit.

Menurut Basuki, rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” kata Menteri Basuki.

Baca Juga: Sarhunta Siap Jadi Pilihan Wisatawan Menginap di Labuan Bajo

Ketua Satuan Tugas Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto mengatakan, dalam relokasi ini Kementerian PUPR berprinsip untuk membangun kembali dengan lebih baik.

“Lebih baik dalam artian aman dari gempa, konstruksi kuat dan tahan bencana karena rumah yang di bangun menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat atau RISHA,” ucapnya.

Untuk menambah kenyamanan penghuni, di kawasan pembangunan huntap juga dilengkapi prasarana pendukung seperti jaringan air bersih dan sanitasi komunal, fasilitas umum dan fasilitas sosial (balai warga), jalan lingkungan dan drainase, sambungan listrik rumah dan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan tempat sampah.

Baca Juga: Sampai Dengan 28 Juli 2022 Pemerintah Telah Fasilitasi KPR FLPP Sebanyak 106.346 Unit

Widiarto berpesan agar para penerima manfaat, baik masyarakat atau pemerintah daerah dapat menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan permukiman yang baru.

“Untuk menambah asri dan kenyamanan lingkungan kiranya dapat dilakukan penghijauan oleh masyarakat melengkapi yang sudah ada,” ujar Widiarto.

Hunian tetap di Adonara, Flores Timur
Hunian tetap di Adonara, Flores Timur./ dok. PUPR

Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi mengungkapkan apresiasinya kepada Kementerian PUPR.

”Terima kasih kepada Kementerian PUPR untuk apa yang diberikan ini menjadi motivasi dan kesempatan bagi warga kami yang kemarin dilanda bencana bisa memulai hidupnya secara mandiri dan secara berkarya,” tuturnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Lanjutkan Pembangunan Huntap Tahap 2 di Sulteng

Salah satu penerima manfaat Maryam Daeng juga mengungkapkan rasa terima kasihnya karena berkesempatan tinggal di huntap. “Terima kasih kepada pemerintah karena memberi kesempatan dan kesejahteraan sehingga ke depan bisa lebih baik lagi,” tutupnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU