Sunday, September 25, 2022

Kementerian PUPR Siap Lanjutkan Pembangunan Huntap Tahap 2 di Sulteng

Huntap ini menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) sehingga waktu pembangunan tidak terlalu lama dan cepat.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (PALU) — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemerintah Daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) siap melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) Pascabencana Tahap 2A untuk masyarakat terdampak bencana gempa dan likuifaksi.

“Kami siap melanjutkan pembangunan huntap pascabencana untuk masyarakat di Sulteng. Kami rencanakan membangun 712 unit Huntap untuk tahap 2A. Lokasinya berada di Kota Palu dan Kabupaten Donggala,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, saat menghadiri Penandatanganan Kontrak Paket Pembangunan Huntap Pascabencana Sulteng Beserta Prasarana Dasar Kavling Unit 2A di Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Masyarakat Alor Siap Huni Rusus dari Kementerian PUPR

Kementerian PUPR sebelumnya telah menyelesaikan huntap tahap pertama sebanyak 1.679 unit untuk masyarakat yang terdampak bencana likuifaksi. Kementerian PUPR juga melaksanakan serah terima alih status serta pemanfaatan dan penghunian huntap kepada tiga pemerintah daerah yakni Pemerintah Kabupaten Sigi, Pemerintah Kabupaten Donggala dan Pemkot Palu.

Iwan mendorong peran besar dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota untuk pelaksanaan pembangunan huntap. Salah satunya dengan penetapan lokasi serta pendataan penerima bantuan.

Hal itu diperlukan agar pemerintah pusat bisa menetapkan target pembangunan serta alokasi anggaran. Dalam pembangunan huntap tahap 2A ini pihaknya juga mengacu pada perencanaan pembangunan hunian untuk masyarakat yang terdampak bencana di Lumajang, Jawa Timur.

Baca Juga: Huntap Lumajang Siap Dihuni Oleh Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Salah satunya dengan menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (risha) sehingga waktu pembangunan tidak terlalu lama dan cepat.

“Di Lumajang kami membangun rumah khusus untuk masyarakat terdampak bencana sebanyak 2.000 unit dalam waktu empat bulan. Kami harap pembangunan huntap di Sulteng ini bisa lebih cepat dengan menggunakan risha dan tahan gempa,” kata Iwan.

Proses pembangunan huntap pascabencana Sulteng beserta prasarana dasar kavling tahap 2A dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II.

Baca Juga: PSR Tembus 466.011 Unit di Semester I 2022

Kontraktor pelaksana adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk – PT Murni Konstruksi Indonesia (Wika Beton – Murni KSO), dengan Manajemen Konsultan PT Indah Karya (Persero) join venture dengan PT Widya Graha Asana. Anggaran pembangunan huntap tahap 2A senilai Rp120,18 miliar dan diperkirakan selesai pada 20 Juli 2023 mendatang.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU