Youtube Channel PT
Sunday, April 14, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu Jadi Destinasi Wisata Baru di Kendari

Kawasan yang berdekatan dengan Jembatan Teluk Kendari ini juga akan ditata dengan pembangunan sculpture dan letter kota, IPAL komunal, area perbaikan jaring nelayan, tempat pengeringan ikan, gerbang utama, dan area parkiran.

PropertiTerkini.com, (KENDARI)Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan penataan Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu, Kota Kendari. Kawasan ini, kini telah menjadi destinasi wisata baru di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, upaya penanganan permukiman kumuh, termasuk melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), perlu dilakukan secara kolaboratif dan terpadu dengan melibatkan stakeholders hingga tuntas.

Baca Juga: Akses Utama Trans Sulawesi, Perbaikan Jalan Bypass Lasusua di Kolaka Utara Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2023

“Penataan kawasan kumuh jangan hanya mengerjakan fisik yang sifatnya terbatas, tapi perlu perencanaan serta penataan yang komprehensif,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Basuki, sehingga, permukiman kumuh dapat ditangani dengan tuntas, melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Peningkatan kualitas permukiman pada kawasan seluas 14,7 hektare tersebut dilakukan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara, Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Pekerjaan dimulai pada 15 September 2021 dan telah selesai pada Desember 2022, sehingga saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baca Juga: Taman Safari Bali Hadirkan Pengalaman Berlibur Akhir Tahun yang Menyenangkan

Plt. Kepala BPPW Sulawesi Tenggara Kementerian PUPR, Kusumawardhani berharap, keberadaan KOTAKU Puday-Lapulu dapat terus dijaga sehingga senantiasa menjadi kawasan yang tidak kumuh.

“Harapan kami infrastruktur ini harus dijaga dan terus terpelihara oleh kelompok masyarakat dan pemanfaat secara berkesinambungan di Kota Kendari. Sehingga tetap bersih dan terpelihara dengan baik,” katanya.

Lingkup pekerjaan Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu meliputi, pengaspalan jalan, penataan jalan dan tangga dermaga waterfront city, jalan setapak, ruang terbuka hijau (RTH), tambatan perahu masyarakat hingga MCK, dengan nilai kontrak Rp51 miliar.

Baca Juga: Peran dan Kontribusi Paradise Indonesia Dorong Industri Pariwisata Melalui Properti Inovatif dan Berkelanjutan

Kawasan yang berdekatan dengan Jembatan Teluk Kendari ini juga akan ditata dengan pembangunan sculpture dan letter kota, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, area perbaikan jaring nelayan, tempat pengeringan ikan, gerbang utama, dan area parkiran.

Destinasi wisata di Kendari
Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu jadi destinasi wisata baru di Kendari. (Foto: Dok. PUPR)

Salah seorang penerima manfaat, Rosma yang merupakan warga Lapulu mengatakan, sebelumnya kawasan Puday-Lapulu sangat kumuh.

Tapi sekarang, kata dia, telah menjadi salah satu daya pikat di Kota Kendari.

Baca Juga: Bus Shuttle Kota Deltamas-Blok M Telah Tersedia, Segini Tarif dan Jam Operasionalnya

“Saya tidak pernah menyangka akan indah seperti ini kampung saya. Sekarang, setiap pagi dan sore banyak sekali orang berolahraga, ada jogging sampai senam ibu-ibu lingkungan sini,” ungkap Rosma.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Paramount 7 Maret 2023
RHVAC - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page