PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Produsen perabot rumah tangga global, IKEA, resmi meluncurkan iterasi terbaru dari tas belanja ikonis FRAKTA di Indonesia dalam rangka memperingati tiga dekade kehadirannya.
Pada pembaruan ini, IKEA meningkatkan komposisi material daur ulang pada tas berkapasitas 36 liter dan 71 liter hingga minimal 90%, naik signifikan dari capaian 60% pada 2020. Langkah ini menandai pergeseran taktis perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada polipropilena (PP) berbasis fosil tanpa mengubah fungsionalitas produk.
Langkah efisiensi material ini memiliki signifikansi ekonomi dan lingkungan yang kuat bagi pasar ritel perlengkapan rumah tangga. Mengingat FRAKTA mencatatkan volume penjualan global melebihi 44 juta unit per tahun, integrasi limbah kemasan industri makanan menjadi bahan baku utama berpotensi memangkas jejak karbon secara signifikan.
Kebijakan ini sekaligus sejalan dengan tren perlengkapan rumah tangga ramah lingkungan (sustainable home living) yang kian menguat di kalangan konsumen urban Indonesia.
| Tahun | Kandungan Material Daur Ulang | Fitur Produksi |
| 1996 | 0% (Plastik Virgin Base) | Jahitan Jahit Manual |
| 2020 | 60% Recycled PP | Semi-Otomatis |
| 2026 | ≥ 90% Recycled PP | Fully Automated & Monomaterial |
Rekayasa Material dan Automasi Lini Produksi
Untuk menjaga ketahanan fisik beban hingga 25 kg, tim teknis IKEA menggabungkan setidaknya 70% limbah daur ulang dari kantong kemasan industri pangan, seperti bekas wadah susu bubuk. Sisa porsi material memanfaatkan campuran polipropilena murni dalam kadar minimum serta pigmen biru khas untuk mengunci identitas visual produk.
Perubahan paling fundamental terletak pada pendekatan rekayasa manufaktur monomaterial. Badan tas dan tali pegangan kini diproduksi menggunakan satu jenis polipropilena daur ulang terintegrasi melalui lini produksi otomatis penuh.
Integrasi pegangan tanpa jahitan manual ini mengeliminasi pemakaian benang yang diperkirakan mencapai 89.000 kilometer per tahun—setara dengan dua kali keliling bumi.
Alur Daur Ulang & Manufaktur Tas FRAKTA
| Tahap | Proses Utama | Keterangan Khusus |
| 1 | Bahan Baku | Sampah Plastik Kemasan Makanan |
| 2 | Pengolahan | Pemrosesan & Kontrol Kualitas PP Daur Ulang |
| 3 | Manufaktur | Produksi Otomatis Monomaterial (Tanpa Jahitan) |
| 4 | Hasil Akhir | Tas FRAKTA 90% Daur Ulang (Kapasitas Beban 25 kg) |
Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama masa pengembangan sejak 2017 adalah mempertahankan standar kekuatan fisik dan harga jual yang terjangkau di tengah melonjaknya biaya pemrosesan serta sterilisasi material daur ulang.
“FRAKTA adalah salah satu produk IKEA yang paling ikonis dan dicintai. Karena itu, memperbaruinya berarti memastikan bahwa hal-hal yang membuatnya istimewa tetap terjaga. Dari luar, tas ini tetap terlihat familier, tetapi ada banyak perubahan penting di baliknya,” ujar Ririn Basuki.
Ririn menambahkan bahwa efisiensi waktu produksi dan otomatisasi mesin menjadi kunci pengimbang (cost offset) terhadap biaya penyortiran material daur ulang. Seluruh sisa potongan material dari pabrik juga langsung dimasukkan kembali ke dalam rantai produksi (closed-loop manufacturing).
Nilai Praktis untuk Ekosistem Hunian

Sejak diperkenalkan pertama kali pada 1996, fungsi kantong belanja ini telah bertransformasi di luar peruntukan utamanya.
Di Indonesia, masyarakat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan praktis harian, seperti wadah penataan barang simpanan, logistik pindahan rumah, hingga sarana pemilahan sampah daur ulang di tingkat rumah tangga.
Peluncuran varian terbaru ini menegaskan komitmen keberlanjutan PT Rumah Mebel Nusantara sebagai pemegang hak waralaba eksklusif IKEA di Indonesia. Unit produk berorientasi sirkular ini telah didistribusikan secara serentak di seluruh jaringan toko fisik maupun layanan daring IKEA Indonesia.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Channel




