Thursday, February 2, 2023

Beli Properti Jangan Asal, Cek Rekam Jejak Developer yang Membangun

Tahun 2021 omset INPP sebesar 87 persen dari recurring revenue. INPP adalah property listed dengan recurring omset terbesar di Indonesia, bahkan lebih tinggi dari Lippo dan Pakuwon.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Fokus dan teguh merealisasikan janji dan komitmen adalah kunci bertahan saat pasar lesu. Hal itu dibuktikan PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), pengembang sejumlah properti komersial (shopping centers), hospitality dan residensial di Indonesia, yang tetap mampu menyelesaikan pembangunan proyeknya selama masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Melalui berbagai adaptasi dan penyempurnaan strategi didukung inovasi dan kreativitas serta manajemen yang solid, INPP mengklaim sukses menghidupkan seluruh proyek yang diluncurkannya.

Baca Juga: Tancap Gas, The Paradise Group Genjot Apartemen Antasari Place

“Rekam jejak selama 20 tahun berkiprah, kami belum pernah berhenti atau gagal sebagai developer. Kami sangat berhati-hati mengerjakan (proyek) apapun, supaya tetap terjaga kelangsungan setiap proyek yang dijalankan,” aku Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur PT Indonesia Paradise Property Tbk, saat berbincang dengan awak media di acara Media Gathering yanG digelar di Harris FX Sudirman, Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Konstruksi proyek kondominium 31 Sudirman Suites di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diluncurkan pada awal masa pandemi Covid-19, misal, tuntas dikerjakan dalam kurun waktu tiga tahunan. Bahkan 33 bulan diantaranya persis dibangun saat pandemi.

Kondominium yang terintegrasi dengan Hotel Hyatt Place mencakup 231 unit kamar tipe 3 bedroom Private Suites (Private Lift), 3 bedroom Premier Suites, dan 2 bedroom suites seharga Rp2,1 miliar hingga Rp4,9 miliar ini akan diserah terimakan kepada konsumen bulan depan (November 2022).

Baca Juga: Hong Kong Kembangkan Apartemen Rp400 Jutaan di Alam Sutera, Dian Sastro Suka!

Sebelumnya, INPP juga telah menyelesaikan pembangunan proyek apartemen One Residence (29 lantai/300 unit) di Batam, Kepulauan Riau, dalam waktu dua tahun. “Bahkan setahun setelah diluncurkan, sertipikat dan AJB-nya sudah pecah. Ini bagian dari janji dan komitmen kami di awal. Itu penting sekali untuk menjaga reputasi INPP sebagai developer terpercaya,” jelas Anthony.

Bicara nama INPP barangkali belum setenar Ciputra, Lippo atau Pakuwon. Namun, jika menyebut rentetan hasil karyanya di Tanah Air, tentu Anda akan takjub lantaran sudah mahfum dengan brand-brand yang dikeluarkan.

Sebut saja Mal Plaza Indonesia, The Plaza, FX Sudirman, Harris Hotel, BeachWalk Kuta, 23 Paskal Shopping Center Bandung, Grand Hyatt Jakarta, Harris Hotel, Sahid Kuta Lifestyle, 31 Sudirman Suites, Hyatt Place, Pop Hotels, Yello Hotel, Aloft Hotel, Apartemen Keraton, dan lain-lain.

Baca Juga: ASN BPKP Samarinda Bakal Tempati Rusun yang Dibangun Kementerian PUPR

Portofolio bisnis “The Paradise Grup” sebagian besar terdiri dari hotel bisnis bintang 2-5, shopping centers mal-mal kelas atas dan condomini high-rise. Lokasinya menyebar di Jakarta, Bandung, Bali, Makassar dan Batam.

Inovasi & Kreativitas

Dalam pertemuan dengan media tersebut, Agoes Soelistyo Santoso, Cofounder, Commissioner PT Indonesian Paradise Property Tbk, sempat berbagi kilas perjalanan INPP selama 20 tahun. “Kunci sukses kalau mau berkompetisi dasarnya inovasi dan kreativitas,” ungkapnya.

Proyek pertama INPP adalah, lanjutnya, membangun hotel untuk kalangan anak muda yang pada waktu itu belum ada pasarnya. Peluang itu diwujudkan dengan membangun Harris Hotel pertama di dunia yaitu Harris Hotel Tuban-Bali dengan mengusung konsep mixed-use development untuk pembangunan hotel & ritel yang terintegrasi di satu kawasan dan saat ini telah menjadi pionir untuk pengembangan hotel lainnya.

Baca Juga: Crown Property Agency Bukukan Kenaikan Sewa Apartemen Hingga 74 Persen

Yang unik, Harris Hotel memberikan konsep dan layanan berbeda. Yaitu tidak lagi menggunakan pakaian resmi melainkan cukup kaos orange dan pemilihan warna orange sebagai warna resmi hotel yang menarik.

“Umumnya karyawan hotel mengenakan jas, sepatu kulit, Harris Hotel kami rancang berbeda. Idenya kami harus iconic dan menjadi gaya hidup saat ini, yaitu kasual dan trendy,” tambah Agoes.

INPP tak hanya komitmen sebagai pengembang, namun juga mengoperasikan iconic lifestyle properties di kota-kota besar di Indonesia. “Contoh, BeachWalk di Kuta, Bali, kami tidak menjual langsung produk atau unitnya, tapi kami membangun dan mengoperasionalkannya. Dulunya ini berupa hotel namun kurang optimal, lalu kami akuisisi dan kembangkan menjadi mixed used paling padat di Bali,” imbuh Anthony.

Baca Juga: Ciputra Group Bersiap Luncurkan CitraGarden Serpong Seluas 350 Hektar

Berbagai pencapaian penting terus dilalui perusahaan yang digagas sejak tahun 2002 ini. Termasuk kelihaiannya dalam mengembangkan bisnis hospitality dan shopping centers yang membuat pendapatan perusahaan sebagian besar dikeruk dari recurring income.

“Tahun 2021 omset kami sebesar 87 persen dari recurring revenue. INPP adalah property listed dengan recurring omset terbesar di Indonesia, bahkan lebih tinggi dari Lippo dan Pakuwon. Hotel dan mal kami dividennya tetap jalan. Kami property listed dengan nilai hutang modal terendah di Indonesia. Untuk property sales hanya 17 persen, ini lini bisnis terkecil kami,” tuturnya.

Saat ini INPP telah menghadirkan 24 proyek mencakup 12 hotel dari 8 brand, 6 pusat komersial dan 3 residensial (623 unit) di Indonesia. Terbaru, pihaknya mengakuisisi proyek Apartemen Antasari Place—sebelumnya 45 Antasari—, melalui PT Prospek Duta Sukses.

Baca Juga: Apartemen 31 Sudirman Suites Makassar Rampung, The Paradise Group Siap Serahterimakan ke Konsumen

Per 15 Oktober 2021, INPP resmi menjadi pemegang saham pengendali baru apartemen di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan, itu. Saat ini, pengerjaan telah mencapai lantai empat dengan target rampung di lantai 12 hingga akhir tahun nanti.

Progres pembangunan Apartemen Antasari Place hingga awal September 2022
Progres pembangunan Apartemen Antasari Place hingga awal September 2022./ Foto: Pio

“Dua tahun terakhir hampir tidak ada developer yang meluncurkan apartemen baru. Kami melihat ada peluang, dengan tentu berupaya menambahkan nilai jual yang tidak ada di pasar. Kalau developer lain rerata pra-penjualan baru mulai pembangunan, kami justru membangun duluan sebelum dijual ke publik. Lantai empat sudah dibangun, are retail sudah hampir selesai. Sebentar lagi masuk pembangunan apartemen di atasnya. Topping off tower pertama ditargetkan Juni-September 2023,” jelasnya.

Baca Juga: Ginseng Merah, Asal Mula dan Evolusi yang Luar Biasa

Antasari Place terdiri dari dua tower, masing-masing terdiri dari 980 unit dan 621 unit. Tower 1 menawarkan tiga tipe unit, yakni tipe studio, 1 bedroom, dan 2 bedroom seharga mulai dari Rp1,1 miliar hingga Rp2 miliaran.

Meski sebagai proyek “tangan kedua”, INPP berjanji tidak akan mengubah konsep arsitektural dan Ijin Membangun Bangunan (IMB) apartemen Antasari Place. “Harga dan kesepakatan konsumen dengan developer sebelumnya tidak berubah. Kami justru meng-upgrade fasilitas hijau dan tenan retail. Jumlah unit, ukuran yang berhubungan dengan IMB tidak berubah, karena tujuan kami adalah membangun secepat-cepatnya. Sampai hari ini kami masih pada jalur yang direncanakan. Kalau apartemen mangkrak ini sukses di tangan kami, maka orang-orang akan melihat rekam jejak INPP lebih bagus lagi,” pungkas Anthony.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU