PropertiTerkini.com, (BALI) — Pasar properti dan hospitality Bali menunjukkan perubahan yang semakin jelas. Wisatawan tidak lagi hanya mencari hotel untuk menginap beberapa malam, tetapi mulai membutuhkan hunian yang dapat mendukung aktivitas bekerja, beristirahat, menjaga kesehatan, hingga membangun rutinitas sehari-hari selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.
Perubahan pola tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Ecoverse di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, tidak diposisikan semata sebagai proyek akomodasi wisata. Setelah resmi beroperasi pada 12 Agustus 2026, pengembang dan operator melihat adanya permintaan yang kuat untuk masa tinggal jangka menengah (mid-term stay), terutama dalam bentuk monthly rental dengan dukungan layanan hospitality profesional.
Baca Juga: Ecoverse Resmi Beroperasi, Tawarkan 51 Unit Hunian Fully Furnished di Nuanu Bali
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Bali menerima 6,94 juta wisatawan mancanegara sepanjang 2025, naik sekitar 9,72 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara kunjungan wisatawan domestik mencapai sekitar 9,3 juta perjalanan. Di balik angka tersebut, muncul segmen baru yang berada di antara wisatawan harian dan penghuni tetap.
Tamu Datang untuk Liburan, Berakhir Tinggal Lebih Lama
CEO OXO Hospitality Management, Diana Akchurina mengatakan bahwa fenomena tersebut sudah terlihat dari pengalaman operasional OXO di berbagai properti sebelumnya.
“Orang-orang telah datang ke Bali sejak lama untuk mengubah sesuatu dalam hidup mereka. Yang selama ini belum ada adalah sebuah tempat yang dibangun untuk benar-benar menanggapi niat tersebut dengan serius. Bali tidak membutuhkan hotel lagi; Bali membutuhkan jawaban yang lebih baik tentang bagaimana orang benar-benar hidup di sini saat ini,” ujar Diana.
Dalam media gathering di Ecoverse yang tepat berada di Jalan Pantai Nyanyi, Diana mengungkapkan bahwa banyak tamu awalnya hanya memesan untuk beberapa hari, namun kemudian memperpanjang masa tinggal hingga beberapa minggu dan mulai membutuhkan layanan yang biasanya dicari oleh penghuni tetap.
“Orang tidak lagi hanya mencari kamar yang bagus. Mereka mencari cara untuk tinggal dan menjalani hidup di Bali untuk sementara waktu,” katanya.
Baca Juga: Luna Residences Tawarkan Leasehold 60 Tahun, Pembayaran Bertahap Mulai DP 25 Persen
Permintaan tersebut mencakup akses ke dokter, pelatih kebugaran, tempat makan berkualitas, ruang kerja, hingga lingkungan yang tenang dan privat.
Monthly Rental Jadi Segmen Baru Properti Bali
Ecoverse dirancang untuk menangkap kebutuhan tersebut melalui kombinasi hunian fully furnished dan layanan berstandar hotel. Proyek ini memiliki 51 unit yang terdiri atas 29 suite, 6 apartemen satu dan dua kamar tidur, serta 16 townhouse dua hingga empat kamar tidur.
Menurut Diana, sejak awal operasional sudah terlihat bahwa penghuni yang datang tidak hanya pasangan atau wisatawan singkat, tetapi juga keluarga, kelompok kecil, dan profesional yang ingin tinggal lebih lama di Bali.
“Ketika kami berbicara tentang long-term stay, yang kami lihat saat ini bukan sewa tahunan, melainkan masa tinggal bulanan. Itu yang mulai muncul dari permintaan awal sejak Ecoverse dibuka,” jelasnya.
Model tersebut menempatkan Ecoverse pada segmen serviced residence yang berbeda dengan hotel konvensional maupun vila sewa tahunan.
Baca Juga: Apartemen Arumaya Residences Hadirkan Unit Fully Furnished
Neo-Luxury: Kemewahan yang Tidak Bertumpu pada Marmer dan Emas

Selain membidik pasar tinggal jangka menengah, Ecoverse juga mengusung pendekatan neo-luxury yang menekankan pengalaman hidup dibanding simbol kemewahan tradisional.
Johannes Weissenbaeck, CEO of OXO Group Indonesia, menjelaskan bahwa konsep tersebut berangkat dari pemahaman bahwa definisi kemewahan telah berubah.
“Neo-luxury bagi kami bukan marmer atau emas. Yang penting adalah nilai personal dan pengalaman penghuni. Kemewahan hari ini adalah ketenangan, privasi, layanan yang responsif, dan ruang yang benar-benar relevan dengan cara orang hidup saat ini,” ujarnya.
Menurut Johannes, desain yang terlalu mengikuti tren material justru berisiko cepat kehilangan relevansi. Karena itu, Ecoverse berupaya menghadirkan ruang yang sederhana, fungsional, dan tetap terasa nyaman dalam jangka panjang.
Baca Juga: BSD Urbanatura Eco Urban Park, Ruang Hijau Baru BSD City Perkuat Konsep Kota Berkelanjutan
Pendekatan tersebut terlihat dari penataan kawasan yang mengutamakan ruang hijau, jalur pedestrian, privasi antar unit, serta fasilitas pendukung keseharian seperti kolam renang 25 meter, pusat kebugaran, restoran, co-working space, dan parkir bawah tanah dengan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Sustainability Jadi Bagian dari Pengalaman Tinggal
Aspek keberlanjutan juga menjadi pembeda penting dalam positioning Ecoverse.
Evgeny Obolentsev, CEO of Ecoverse menjelaskan bahwa proyek ini dilengkapi dengan panel surya, sistem pengelolaan dan penyaringan air, pengolahan air limbah, serta bangunan dengan efisiensi energi yang dirancang untuk menekan konsumsi listrik.
“Kami sangat memperhatikan pengelolaan air, pengolahan air limbah, dan efisiensi energi bangunan. Ketika penggunaan energi bisa ditekan, itu juga menjadi bagian dari kontribusi keberlanjutan,” kata Evgeny atau juga disapa Eugene.
Baca Juga: The Pavilions, Wellness Living Pertama di Bali Siap Diluncurkan: OXO Hadirkan 24 Vila Mewah dan Unik
Namun, pihak OXO menilai sustainability tidak boleh berhenti pada spesifikasi teknis bangunan. Johannes menekankan bahwa operasional harian memiliki dampak lingkungan yang jauh lebih besar dibanding banyak elemen konstruksi.
“Hal-hal sederhana seperti pemilahan sampah, mematikan lampu dan AC saat tidak digunakan, serta edukasi staf adalah bagian yang sangat penting dari sustainability,” ujarnya.
OXO bahkan memiliki sustainability manager khusus dan sedang menjalani proses menuju sertifikasi B Corp, yang berfokus pada tata kelola operasional, dampak lingkungan, dan kontribusi sosial perusahaan.
Nuanu Ingin Menjadi Tempat Tinggal, Bukan Sekadar Destinasi
Bagi Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, pengoperasian Ecoverse memiliki makna yang lebih luas daripada peluncuran proyek hunian baru.
“Pada akhirnya, sebuah kota tidak dinilai dari bagaimana tampilannya di atas masterplan, tetapi dari seberapa baik kawasan tersebut berfungsi ketika orang mulai tinggal di dalamnya,” kata Lev.
Baca Juga: GWK Cultural Park Kian Dilirik sebagai Destinasi Wellness Outdoor di Bali
Ia menambahkan bahwa fokus Nuanu kini bergeser dari sekadar membangun fasilitas menjadi menciptakan lingkungan yang membuat orang ingin menetap, berpartisipasi, membangun hubungan, dan merasa menjadi bagian dari komunitas yang terus berkembang.
Dalam diskusi dengan media, Lev juga menyebut bahwa performa Ecoverse akan menjadi sumber data penting untuk pengembangan proyek-proyek berikutnya di Nuanu, termasuk pengembangan food & beverage, wellness, dan fasilitas komunitas yang sedang dipersiapkan.
Dari Destinasi Wisata Menuju Ekosistem Live-Work-Wellness

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar properti Bali mulai bergerak menuju model live-work-wellness ecosystem, di mana penghuni menginginkan kombinasi antara tempat tinggal, ruang kerja, fasilitas kesehatan, rekreasi, dan komunitas dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Dengan tarif mulai sekitar Rp1,3 juta per malam dan opsi penggunaan pribadi maupun program rental yang dikelola OXO, Ecoverse mencoba menempatkan diri di antara dua pasar yang selama ini terpisah: akomodasi wisata premium dan hunian jangka menengah berlayanan.
Baca Juga: Tren Home Wellness Naik, Rumah Kini Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat
Jika tren wisatawan yang memperpanjang masa tinggal terus berlanjut, proyek seperti Ecoverse berpotensi menjadi indikator bahwa masa depan properti Bali tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah hotel yang dibangun, tetapi oleh kemampuan kawasan menciptakan pengalaman hidup yang lengkap dan berkelanjutan.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





