PropertiTerkini.com, (CIKARANG) — Air limbah di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) tidak berhenti setelah melalui proses pengolahan. Di kawasan industri GIIC, Kota Deltamas, Cikarang, tersebut, sebagian air hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan utilitas industri.
Program daur ulang air yang dikembangkan sejak 2025 tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 8.000 meter kubik per hari. Sekitar 60 persen air olahan dari IPAL kawasan dapat digunakan kembali, sehingga membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber air tawar sekaligus memperkuat ketahanan pasokan air bagi tenant.
Baca Juga: Ledakan Data Center dan Industri Hijau Dorong Permintaan Hunian di Kota Deltamas
Amazon Web Services (AWS) menjadi tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang tersebut, khususnya untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya di GIIC.
Pemanfaatan kembali air olahan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan GIIC dalam mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketersediaan sumber daya air.
Air Hasil Olahan IPAL Kembali Dimanfaatkan di Kawasan GIIC
Pengelolaan air menjadi salah satu tantangan penting bagi kawasan industri. Dikutip dari siaran pers Sinar Mas Land, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan dunia berpotensi menghadapi kesenjangan hingga 40 persen antara kebutuhan air dan ketersediaan air bersih pada 2030 apabila pola konsumsi saat ini tidak berubah.
Sementara itu, sektor industri menyumbang sekitar 19 persen dari total pengambilan air tawar secara global.
Baca Juga: Cilegon Bersiap Jadi Klaster Industri EV, Ini Prospeknya
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap pendekatan yang dapat mengurangi konsumsi air tawar, salah satunya melalui pengolahan dan penggunaan kembali air.
Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk., Hongky J. Nantung mengatakan, keberlanjutan menjadi bagian dari strategi pengembangan GIIC.
“Sejak diluncurkannya program daur ulang air pada Januari 2025, kami senang melihat para tenant mulai menerima dan memanfaatkan inisiatif ini. Amazon Web Services menjadi tenant pertama yang menggunakan air hasil daur ulang dari fasilitas kami untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya. Hal ini menunjukkan bagaimana infrastruktur berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang di GIIC,” kata Hongky.
Fasilitas pengolahan air daur ulang GIIC memanfaatkan air hasil olahan IPAL kawasan untuk kemudian diproses kembali sebelum digunakan untuk kebutuhan utilitas industri.
Air hasil daur ulang tersebut disebut telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2014.
Baca Juga: Sinar Mas Land Borong 4 Penghargaan, Ini Proyek yang Jadi Pilihan Konsumen
Dengan demikian, pengelolaan air di kawasan tidak hanya berorientasi pada pengolahan limbah, tetapi juga pada penggunaan kembali sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
AWS Manfaatkan Air Daur Ulang untuk Pusat Data
Penggunaan air daur ulang di GIIC juga berkaitan dengan kebutuhan operasional pusat data yang membutuhkan sistem pendinginan.
AWS menjadi tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang dari fasilitas GIIC untuk kebutuhan tersebut.
Director for Data Center Operations AWS APJC, Saji PK, mengatakan pemanfaatan air daur ulang merupakan salah satu strategi perusahaan dalam operasional pusat data apabila memungkinkan.
AWS juga menetapkan target global untuk mengembalikan lebih banyak air kepada masyarakat dibandingkan dengan jumlah air yang digunakan dalam operasional pada 2030. Dalam keterangan perusahaan, pencapaian terhadap target tersebut telah mencapai 75 persen.
Baca Juga: Sinar Mas Land Luncurkan West Lakeside, Ruko Tepi Danau di BSD City
“Selain mengurangi penggunaan air dan mengembalikan air kepada masyarakat, pemanfaatan air daur ulang, jika memungkinkan, merupakan salah satu strategi utama dalam operasional pusat data kami karena kami meyakini bahwa air layak minum seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan komunitas yang paling membutuhkannya,” ujar Saji.
Menurutnya, pemanfaatan air daur ulang juga dapat mendukung ketahanan air di tingkat lokal serta mendorong praktik pengelolaan air secara sirkular.
Kolaborasi antara GIIC dan AWS memperlihatkan keterkaitan antara infrastruktur kawasan dengan kebutuhan operasional tenant. Infrastruktur pengolahan air yang tersedia memungkinkan kebutuhan industri dipenuhi dengan mengurangi penggunaan air tawar.
GIIC Lengkapi Infrastruktur Lingkungan di Kota Deltamas
Program daur ulang air tersebut menjadi bagian dari infrastruktur lingkungan yang dikembangkan di GIIC, Kota Deltamas.
GIIC dikembangkan oleh PT Puradelta Lestari Tbk., perusahaan yang merupakan anak usaha Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation. Kawasan industri ini memiliki luas sekitar 2.200 hektare.
Baca Juga: Sekam Padi hingga HDPE Daur Ulang, Material Sisa Panen Masuk ke Eksperimen Desain
Selain fasilitas pengolahan air limbah terpadu, GIIC dilengkapi Water Treatment Plant (WTP) terpusat untuk produksi air bersih.
Kawasan tersebut juga memanfaatkan energi terbarukan yang bersumber dari panel surya dan program listrik hijau PLN. Ruang terbuka hijau yang luas serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan turut menjadi bagian dari infrastruktur kawasan.
Dari sisi konektivitas, GIIC memiliki akses langsung ke Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 37 serta didukung dua akses interchange khusus di KM 31 dan KM 42 Jakarta–Cikampek.
Akses tersebut menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas industri, sekaligus mobilitas pekerja dan penghuni di kawasan Kota Deltamas.
Kota Deltamas Dikembangkan sebagai Kota Terpadu
GIIC merupakan bagian dari Kota Deltamas, kawasan kota terpadu yang dikembangkan bersama oleh Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation dari Jepang.
Baca Juga: Bangunan Hijau Kini Jadi Standar Pasar, Schneider Electric Dorong Efisiensi Energi
Total area pengembangan Kota Deltamas mencapai sekitar 3.200 hektare, mencakup kawasan industri, hunian, dan area komersial.
Pengembangan kawasan juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di sektor pendidikan terdapat Cikarang Japanese School, Korean Education Complex, Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), Sekolah Pangudi Luhur, serta SMK Ananda Mitra Industri.
Sementara itu, fasilitas kesehatan yang tersedia antara lain Rumah Sakit Mitra Keluarga dan klinik medis 24 jam. Eka Hospital juga direncanakan hadir di kawasan.
Untuk fasilitas gaya hidup dan rekreasi, Kota Deltamas memiliki AEON Mall Deltamas, Deltamas Sports Center, J-Golf, serta jalur jogging.
Kombinasi antara kawasan industri, fasilitas perkotaan, dan infrastruktur lingkungan tersebut menjadi bagian dari konsep self-sustained integrated township yang dikembangkan PT Puradelta Lestari Tbk.
Baca Juga: Baru 2 Tahun, RB SHERA Sudah Dipilih Konsumen di GPA 2026
Bagi kawasan industri dengan skala besar, pengelolaan sumber daya seperti air menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga keberlanjutan operasional. Di GIIC, sebagian air hasil pengolahan limbah kini kembali masuk ke siklus pemanfaatan industri.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





