Sunday, September 19, 2021
Pasang Iklan disini ....

Transaksi Tol Nirsentuh Mulai Diterapkan di Tahun 2023

Intelligent Toll Road System atau Tollroad 4.0 akan menjadi fitur pengoperasian jalan tol di masa depan. Diawali dengan implementasi sistem transaksi nirsentuh.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pemerintah mendorong seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk terus meningkatkan tata kelola sistem layanan jalan tol dengan memperbaiki sistem operasi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi menuju modernisasi Sistem Operasi Jalan Tol (Intelligent Tollroad System).

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam acara Webinar bertajuk “Promoting the Intelligent Toll Road System in Indonesia”, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Tol Seksi Kelapa Gading-Pulo Gebang Selesai Juli Ini

Menurut Basuki, dengan semakin banyaknya ruas tol yang beroperasi, tantangan yang muncul adalah manajemen lalu lintas jalan tol yang semakin kompleks sehingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kinerja operasi jalan bebas hambatan menjadi kebutuhan. Tercatat hingga akhir tahun 2020, telah dioperasikan 2.346 km jalan tol oleh 40 BUJT, yang meliputi 60 ruas di seluruh Indonesia.

“Tantangan manajemen lalu lintas jalan tol tidak hanya untuk kebutuhan mengelola 1,3 miliar transaksi di tahun 2020 dengan nilai Rp22 triliun, tetapi juga termasuk tata kelola pengoperasian lalu lintasnya untuk menekan atau mengurangi fatalitas kecelakaan yang ada. Inilah yang menjadi bagian penting dari the Intelligent Tollroad System yang merupakan bagian dari Intelligent Transportation System,” ujar Basuki.

Intelligent Toll Road System atau Tollroad 4.0, lanjut Basuki, akan menjadi fitur pengoperasian jalan tol di masa depan, dan akan diawali dengan implementasi sistem transaksi nirsentuh dan teknologi pemantauan kendaraan berat ke depan. Inovasi-inovasi diharapkan bisa terus dilahirkan, tentu saja dengan dukungan dari Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.

Baca Juga: Tahun 2024 Ditargetkan Panjang Tol di Indonesia Bertambah Menjadi 5.103 Km

Dalam mendorong modernisasi layanan jalan tol, Kementerian PUPR tidak akan berhenti pada implementasi sistem transaksi nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

Upaya modernisasi sistem operasi jalan bebas hambatan juga akan dilakukan dengan pemanfaatan teknologi pengawasan (surveillance) untuk kendaraan-kendaraan berdimensi lebih (overdimension), maupun yang bermuatan lebih (overload) untuk meningkatkan kelancaran jalan dan keselamatan serta kenyamanan terutama dalam pemeliharaan jalan.

“Saya ingin menegaskan kembali hasil kesepakatan bersama antara Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian dan Menteri PUPR pada rapat 24 Februari 2020 silam, bahwa kendaraan yang overdimension overload atau kendaraan ODOL tidak diperbolehkan beroperasi di jalan tol mulai 1 Januari 2023,” tegas Basuki.

Tidak salah kalau kemudian, Basuki menginstruksikan seluruh BUJT harus memasang instalasi teknologi Weight in Motion (WIM) dan overdimension  detection yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022.

Baca Juga: Revitalisasi Kawasan Bendungan Cengklik Akan Disegerakan

Sehingga 1 Januari 2023 sudah mulai ada penindakan pelanggar ODOL. Teknologi ini akan terkoneksi dengan sistem penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dioperasikan oleh Korlantas Polri.

BERITA TERKAIT

Pasang Iklan disini ...

PROPERTI TV

BERITA TERBARU