Sunday, September 19, 2021
Pasang Iklan disini ....

Revitalisasi Kawasan Bendungan Cengklik Akan Disegerakan

Disediakan anggaran yang bersumber dari APBN senilai Rp35 miliar untuk revitalisasi kawasan Bendungan Cengklik di Boyolali.

PropertiTerkini.com, (BOYOLALI) — Di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 pemerintah tidak mengendurkan semangat untuk mengerjakan berbagai proyek infrastruktur di berbagai daerah. Kali ini pemerintah lewat Kementerian PUPR akan melakukan revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Cengklik di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Program ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi utama bendungan sebagai tampungan air dan irigasi sekaligus peremajaan Bendungan Cengklik yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda sekitar tahun 1923-1931.

Baca Juga: Bendungan Tamblang Pasang Target Selesai Tahun 2022

Hal ini disampaikan oleh Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, saat meninjau lokasi Bendungan Cengklik, Selasa (27/7/2021), yang menginstruksikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Ditjen Sumber Daya Air (SDA) untuk mempercepat program revitalisasi dan penataan kawasan.

“Di kawasan Bendungan Cengklik ini kalau kita lihat sudah banyak warung-warung yang berdiri di area tubuh bendungan serta aktivitas pertanian pasang surut. Hal-hal itu menjadi faktor penyebab bendungan tidak sehat,” ujar Basuki.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Agus Rudyanto menyampaikan program revitalisasi dan penataan kawasan Bendungan Cengklik mulai dilaksanakan tahun ini juga dengan target proses lelang bulan Agustus. Anggaran pelaksanaannya bersumber dari APBN senilai Rp35 miliar.

Baca Juga: Konstruksi Bendungan Lau Simeme Terus Digeber

“Dalam proses revitalisasi nantinya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga memerlukan dukungan penuh dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait, termasuk elemen masyarakat,” ujar Agus.

Kegiatan revitalisasi dan penataan kawasan yang dikerjakan berupa  pemeliharaan rutin pengambilan aceng gondok dengan harvester, remedial Bendungan Cengklik, penataan warung dan kawasan wisata, pekerjaan lansekap dan zonasi bendungan, penataan zonasi karamba jaring apung, pengukuran bathimetri serta manajemen pengelolaan sampah di lingkungan waduk.

BBWS Bengawan Solo juga melakukan operasional pemeliharaan rutin secara berkala, remedial di hulu bendungan, pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan komunitas peduli waduk, penyusunan AMDAL, dan penyusunan serta sosialisasi Rencana Tahunan Operasi Waduk.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bedah 250 Rumah di Gorontalo Utara

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 9,87 juta m3 dengan fungsi utama sebagai sumber air irigasi lahan pertanian seluas 1.041 hektar. Bendungan yang berlokasi di dekat Bandara Adi Soemarmo, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini juga dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan budidaya ikan.

Bendungan Cengklik didesain tipe urugan tanah homogen dengan panjang puncak 750 meter dan lebar mencapai 4 meter. Konstruksi bendungan dilengkapi dengan tiga bangunan intake, yakni intake utama berupa menara dengan 2 pintu air tipe butterfly valve, serta pintu sorong pada bagian intake kiri dan kanan.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU