Sunday, July 3, 2022

Sektor Perumahan Pantang Surut di Terpa Badai Covid-19

Hapernas Virtual Expo 2021menjadi penanda kemampuan bertahan sektor properti di Indonesia dari terpaan pandemi.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Badai pandemi yang terjadi sejak tahun 2020 hingga saat ini yang belum ketahuan ujungnya tidak terbantahkan telah memorak-porandakan sendi-sendi ekonomi. Properti adalah salah satunya yang mengalami pukulan cukup telak untuk tidak mengatakan babak belur.

Tetapi ibarat pantang surut melangkah para pelaku bisnis properti termasuk pemerintah tetap membangun rumah bagi masyarakat. Sektor properti Indonesia hingga saat ini bahkan tetap bertahan dan tetap tumbuh sekaligus menopang perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Bertabur Hadiah, Semarak Hapernas 2021 Digelar Offline dan Online

“Sektor perumahan sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur hingga saat ini masih bisa bertahan di masa pandemi,” ujar Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat membuka kegiatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) Virtual Expo 2021 secara daring di Jakarta, Jum’at (20/8/2021).

Pembukaan Pameran Hapernas Virtual Expo ini diikuti oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan, para pengembang dari berbagai asosiasi pengembang, kalangan perbankan penyalur kredit bersubsidi pemerintah, serta masyarakat umum. Dalam pameran yang dilaksanakan Kementerian PUPR selama 11 hari mulai tanggal 20 – 31 Agustus 2021 tersebut masyarakat bisa mendapatkan informasi rumah bersubsidi dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 40 perbankan penyalur kredit rumah bersubsidi dan 400 pengembang dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Untuk mendapatkan berbagai informasi perumahan di Indonesia ini, masyarakat dapat mengakses langsung secara online dengan mengklik laman www.hapernas2021.com.

Baca Juga: Triniti Land Siap Garap Proyek Baru Senilai Rp14 Triliun di Sentul

Pihak panitia Hapernas Virtual Expo 2021 juga telah melengkapi fitur informasi secara virtual dan stan pameran dalam bentuk desain 3D dan fitur interaktif untuk memudahkan komunikasi antara pengunjung dan petugas yang berjaga di stan virtual tersebut.

Menurut Basuki, pelaksanaan Program Sejuta Rumah juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk dapat memelihara dan meningkatkan gairah serta semangat pelaku pembangunan perumahan. Apalagi saat ini masyarakat sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak huni serta terjangkau sehingga bisa terhindar dari paparan Covid-19.

Untuk mendapatkan informasi terkait hasil pembangunan perumahan di masa pandemi ini, masyarakat bisa mengakses berbagai informasi melalui pameran Hapernas Virtual Expo 2021. Melalui pameran tersebut, diharapkan masyarakat bisa melakukan akad kredit dan memperoleh banyak manfaat karena dilaksanakan secara online.

Baca Juga: Lippo Tebar Kemudahan Cara Bayar, Milenial Semakin Mudah Beli Rumah

Pada kegiatan tersebut, Basuki juga memberikan sejumlah pesan kepada para pimpinan di unit kerja Kementerian PUPR serta  perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait, para pengembang serta kalangan perbankan yang bergerak di sektor perumahan di Indonesia. Hal tersebut diperlukan agar pembangunan perumahan bisa dilaksanakan sesuai peraturan dan kebijakan pemerintah dan membantu masyarakat untuk memiliki hunian yang layak huni.

Setiap unit kerja di Kementerian PUPR serta Kementerian/Lembaga bertugas untuk menyediakan rumah yang layak terjangkau bagi masyarakat. Salah satu hal yang dapat dilaksanakan adalah dengan menyalurkan berbagai program perumahan serta pembiayaan perumahan yang bisa diakses masyarakat dengan mudah.

“Kuota untuk pembiayaan perumahan tahun depan akan ditingkatkan karena kebutuhan masyarakat akan rumah bersubsidi terus meningkat,” ujar Basuki.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Tiga Rusun di Kalbar

Basuki berharap pembangunan rumah yang dilaksanakan tidak hanya untuk memenuhi target semata tapi juga harus memiliki kualitas yang baik. Penyaluran subsidi rumah masyarakat yang mengandung unsur dana APBN harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kualitas dan mutu bangunan rumah bersubsidi harus baik dan tidak bisa di tawar lagi.

Pemerintah akan terus melakukan pengawasan baik langsung ke lapangan maupun dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Jadi, masyarakat punya hak atas hunian yang baik sedangkan pengembang perumahan berkewajiban membangun rumah yang berkualitas.

Pemerintah akan terus mendorong pelaku pembangunan melalui penyaluran insentif berupa relaksasi PPN sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan. Sektor perumahan juga dinilai ikut menjaga serta mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Kado HUT Ke-76 RI, 4 Bendungan dan 1 Bendung Siap Diresmikan

“Di kuartal kedua sektor properti diyakini bisa tetap tumbuh dengan adanya insentif dan diharapkan penjualan rumah juga bisa terus meningkat. Saya harap dari hasil pameran ini akan ada akad kredit masyarakat yang ingin membeli rumah secara online,” ujar Basuki.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU