PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pasar properti residensial Indonesia pada Kuartal II 2026 menampilkan dinamika menarik. Di tengah melandainya pergerakan pasar secara umum, perilaku pembeli rumah tercatat semakin selektif dan realistis dalam mengeksekusi keputusan pembelian. Fenomena ini berjalan beriringan dengan melesatnya minat masyarakat terhadap properti di kawasan penyangga, khususnya koridor Bekasi dan Tangerang.
Laporan Indonesia Property Market Signal terbaru rilis Pinhome mencatat Market Signal Score nasional pada Kuartal II 2026 berada di level 50,3 dari skala 100. Angka ini mengindikasikan ritme transaksi yang lebih terukur dibanding puncak aktivitas akhir 2025.
Baca Juga: Pembatalan Pembelian Rumah Naik 17,73%, IPW Ungkap Penyebabnya
Koreksi paling dalam terjadi pada indeks pencarian awal seperti pemanfaatan fitur penyaringan (filter), penyimpanan favorit (wishlist), hingga pembagian listing yang tertekan di angka 38,8.
Meski begitu, turunnya aktivitas pencarian awal tidak menandakan hilangnya daya beli pasar. Angka interaksi langsung calon pembeli ke agen maupun pemilik unit tetap terjaga konsisten.
CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, memaparkan bahwa konsumen saat ini cenderung melewati fase “sekadar melihat-lihat” dan memilih langsung menghubungi pihak penjual ketika menemukan unit yang benar-benar pas dengan bujet.
“Calon pembeli kini lebih fokus pada properti yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Artinya, yang melambat bukan minat untuk membeli, melainkan proses pengambilan keputusan yang menjadi lebih terukur,” ungkap Dara dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Green Space Jadi Senjata Baru Mal Jakarta, Okupansi 94%
Peta Kawasan Dinamis: Koridor Bekasi, Tangerang, dan Surabaya
Sikap selektif pencari hunian berdampak langsung pada redistribusi peta pencarian rumah. Ketika kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kota Depok mengalami penurunan minat cukup tajam, wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang justru mencatatkan tren pertumbuhan yang menguat.
Menariknya, tren ini tidak hanya terbatas di Jabodetabek. Integrasi data Pinhome bersama jaringan Kantor Agen Properti Eksklusif (APEX) menyoroti tiga koridor sebagai pasar yang paling dinamis pada Kuartal II 2026: Bekasi, Tangerang, dan Surabaya.
Ketiga wilayah ini merekam pertumbuhan ganda secara simultan, di mana peningkatan minat beli masyarakat berbanding lurus dengan melimpahnya pasokan listing baru di pasaran.
Daya tarik Bekasi, Tangerang, dan Surabaya disokong oleh kuatnya pertumbuhan ekonomi lokal, ketersediaan hunian tapak terjangkau, serta infrastruktur transportasi yang kian terintegrasi.
Baca Juga: Elysian Residences Terjual 70 Persen, Paradise Resort City Terus Berkembang
Dinamika Beda Karakter di Bogor dan Bandung
Berbeda dengan pola di pasar dinamis, Kabupaten Bogor menampilkan struktur pasar yang kian kompetitif. Di Bogor, minat beli tercatat meningkat di tengah pasokan unit yang justru menyusut, sehingga membuat persaingan antar pencari rumah menjadi semakin ketat.
Sementara itu, Kota Bandung dan Jakarta Timur bergerak ke arah sebaliknya. Kedua wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pasokan unit baru yang melampaui laju serapan minat beli.
Kondisi pasar yang relatif stabil di Bandung ini memberikan keuntungan bagi calon pembeli karena tersedianya pilihan unit yang melimpah dan ruang tawar yang lebih longgar.
Baca Juga: Biaya Office Fit-Out Asia Pasifik Naik, Jakarta Masih Lebih Kompetitif
Ruang Negosiasi Membesar bagi Pembeli Rumah
Secara keseluruhan, pilar pasokan properti nasional tetap tangguh berada di skor 56,8. Tingginya pasokan diiringi oleh meningkatnya porsi pemilik unit yang berorientasi pada penjualan cepat (urgent sell).
Tingkat fleksibilitas penjual ini membuka peluang emas bagi konsumen untuk mendapatkan kesepakatan harga terbaik.
“Di tengah meningkatnya fleksibilitas dari sisi penjual, kondisi ini membuka peluang bagi pembeli untuk memperoleh kesepakatan yang lebih optimal,” kata Dara menambahkan.
Baca Juga: Properti Tangerang Salip Jakarta Selatan, 14,8% Pencarian Terkonsentrasi di Koridor Barat
Indikator tersebut didukung oleh perbaikan indeks kecepatan transaksi yang mencapai skor 55,4. Waktu yang dibutuhkan sebuah listing untuk menerima penawaran pertama tercatat memendek signifikan per Juni 2026, terutama untuk unit rumah yang dipasarkan melalui bantuan agen profesional.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com dan WA Chanel





