Sunday, July 3, 2022

Kementerian PUPR Lakukan Kontrak Payung E-Katalog Bersama Penyedia Barang dan Jasa

E-katalog dalam prosesnya akan lebih cepat, efisien, dan akuntabel karena harga dikontrol secara elektronik sesuai pasar.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi  kembali melakukan penandatanganan Kontrak Payung Katalog Elektronik (e-katalog) Sektoral Bidang Bina Marga, Cipta Karya, Teknologi Cipta Karya, dan Perumahan bersama 41 penyedia jasa dan produk, pada Kamis (10/2/2022). Tujuan dari e-katalog untuk mendukung sistem pelelangan yang terbuka, efisien, cepat, dan akuntabel.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Yudha Mediawan mengatakan aplikasi e-katalog didesain seperti marketplace, di mana setiap barang dan jasa yang tersedia memiliki spesifikasi dan harga yang sesuai di pasaran. Penyedia barang dan jasa yang masuk dalam e-katalog memiliki standar dan spesifikasi tertentu yang telah diseleksi oleh Kementerian PUPR sehingga sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Jalan Bypass Balige

“Hari ini terdapat 41 penyedia jasa atau produk yang melakukan penandatanganan kontrak dengan rincian 31 penyedia untuk Etalase Produk Pekerjaan Preservasi Jalan, 9 penyedia untuk Etalase Produk IPA Struktur Baja berkapasitas 5 – 40 liter/detik, dan satu penyedia untuk Etalase Produk Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN-red),” kata Yudha, di Auditoirum Kementerian PUPR.

Menurut Yudha, saat ini Kementerian PUPR telah berhasil menayangkan 12 etalase atau komoditas sektor PUPR pada portal e-katalog sektoral dan dua etalase baru yang akan tayang. Tercatat hingga November 2021, Kementerian PUPR telah melakukan realisasi e-purchasing sebesar Rp499,7 miliar melalui transaksi komoditas alat berat operasional Sumber Daya Air, bahan banjiran, Sprinkler, IPA Mobile, Mobile Pump, preservasi jalan, jalan jembatan, dan kendaraan sanitasi.

“Jumlah komoditas akan kita tambah hingga tahun 2024 sebanyak 54 produk,” ujar Yudha.

Setelah penandatanganan kontrak payung ini, diharapkan dapat segera tayang pada aplikasi e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) dan dimanfaatkan oleh Unit Organisasi Kementerian PUPR bersama instansi terkait melalui mekanisme e-purchasing antara penyedia dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Gandeng Baznas Jalankan Program Sejuta Rumah

“Keunggulan penggunaan e-katalog dalam prosesnya akan lebih cepat, efisien, dan akuntabel karena harga dikontrol secara elektronik sesuai pasar. Harga juga tidak banting-bantingan antar penyedia, dan efisiensi secara waktu, kalau lelang normal 45 hari, ini dua minggu saja sudah bisa kerja,” tutur Yudha.

Katalog Elektronik adalah sistem informasi yang memuat berbagai informasi berupa daftar, jenis, spesifikasi teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produk dalam negeri, produk standar nasional Indonesia dan informasi lainnya dari berbagai penyedia barang atau jasa. Penerapan sistem ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Inpres No. 1 Tahun 2015, yang menekankan percepatan pengembangan sistem untuk e-procurement dan penerapan e-purchasing yang berbasis e-katalog.

Baca Juga: Usung Konsep Boutique SOHO, Sinar Mas Land Rilis Latinos Business District di BSD City

Sistem ini sekaligus dukungan Kementerian PUPR dalam upaya pencegahan korupsi melalui Rencana Aksi Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, atau STRANAS-PK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat Perpres No. 54 tahun 2018 yang salah satu fokusnya pada bidang keuangan negara.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU