Sunday, September 19, 2021

Jemput Bola Demi Program Sejuta Rumah

Di tengah masih kencangnya pandemi, pemerintah memastikan program sejuta rumah tetap berjalan di berbagai daerah. Salah satunya lewat jemput bola.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pemerintah memastikan pelaksanaan pembangunan rumah untuk masyarakat yang termasuk dalam Program Sejuta Rumah tetap berjalan di masa pandemi ini. Kementerian PUPR sebagai ujung tombak penyediaan perumahan menjamin di masa pandemi ini akan tetap melaksanakan pembangunan rumah, melalui Program Sejuta Rumah dengan mematuhi batasan protokol kesehatan di lapangan.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat membuka kegiatan Diskusi 5 Pilar yang mengangkat tema “Peluang Pengembangan Kebijakan Penyediaan Tanah Bagi Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui daring di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Catat, Hingga Mei 2021 Program Sejuta Rumah Tembus 312.290 Unit

Diskusi ini dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sebagai rangkaian dari Peringatan Hari Perumahan Nasional (Haperas) Tahun 2021. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur RUK Fitrah Nur, serta para pengamat perumahan serta perwakilan dari kementerian atau lembaga terkait dan mitra kerja di bidang perumahan.

Menurut Khalawi, pihaknya melihat kebutuhan rumah layak huni sangat dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi ini. Dari hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah juga terlihat bahwa masyarakat tetap melaksanakan pembangunan perumahan.

Pembangunan infrastruktur dan perumahan yang menggunakan dana APBN tetap berjalan karena hasil pembangunannya benar-benar ditunggu masyarakat. Misalnya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menargetkan meningkatkan kualitas rumah masyarakat agar lebih layak huni.

Baca Juga: Badai Covid-19 Tidak Menyurutkan Program BSPS

Kementerian PUPR juga memberikan stimulan perumahan agar masyarakat tetap mampu mewujudkan rumah impiannya dan tentunya memiliki struktur bangunan yang kuat dan lingkungan yang sehat. Pembangunan rumah secara tidak langsung juga ikut menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Adanya gelombang kedua Covid-19, diakui Khalawi, berdampak pada pembangunan perumahan yang dilaksanakan oleh masyarakat dan sektor swasta. Namun demikian, pihaknya tetap mendorong kolaborasi, inovasi dan kerja sama antar stakeholder perumahan agar properti tetap menunjang perekonomian negara agar tetap terjaga.

Terkait dengan inovasi yang dilaksanakan di masa pandemi, pihaknya juga tetap melakukan sosialisasi kegiatan yang dilakukan secara secara daring atau virtual. Jumlah petugas yang turun ke lapangan untuk mendampingi masyarakat juga tetap dibatasi agar tidak terpapar Covid-19.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur di Papua dan Papua Barat Makin Bersinar

“Kami juga berharap pemerintah daerah bisa tetap mendukung Program Sejuta Rumah. Sebab program tersebut juga membantu pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah RTLH di daerah,” ujar Khalawi.

Untuk melakukan pengawasan dan pembangunan perumahan di daerah, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR telah membentuk Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) di sejumlah provinsi di Indonesia. Balai P2P diharapkan bisa melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sekaligus melakukan pendataan perumahan di daerah.

Baca Juga: Metland Tambun Pasarkan Cluster Platinum Garden, Mulai Rp800 Jutaan

“Kami akan melakukan jemput bola ke pemda untuk melaksanakan pendataan perumahan. Di masa pandemi ini jumlah pembangunan rumah memang agak terhambat namun kami optimis jumlahnya akan meningkat hingga akhir tahun,” ujar Khalawi.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU