Sunday, July 3, 2022

Iwan: Segera Bentuk Badan Pengelola Rusun dan Alokasikan Anggaran Operasionalnya

Pemda dan penerima bantuan harus memiliki pengelolaan rusun dengan baik dan bisa mengajak penghuni memelihara rusun.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Rumah susun (rusun) tidak cukup hanya ditempati tetapi juga harus dipelihara agar bangunan rusun tidak kumuh dan bisa tahan lama. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang butuh tempat tinggal.

Untuk itu, Kementerian PUPR berharap pemda serta para penerima bantuan rusun dari pemerintah bisa segera membentuk badan pengelola serta mengalokasikan anggaran untuk biaya pemeliharaan bangunan.

Baca Juga: Pasar Thumburuni, Konsep Bangunan Gedung Hijau Pertama di Papua Mulai Dibangun

Menurut Iwan Suprijanto, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Saat ini banyak rusun yang telah dibangun Kementerian PUPR di daerah. Pihaknya berharap pemda dan para penerima bantuan rusun segera membentuk badan pengelola serta mengalokasikan anggaran operasional untuk biaya pemeliharaan dan perawatan rusun.

Iwan menekankan, pembangunan rusun merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang ada serta menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Apalagi lahan untuk kawasan perumahan dan permukiman saat ini semakin terbatas sehingga pembangunan hunian vertikal merupakan salah satu solusinya.

Rusun tidak hanya diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan hunian tetapi juga para Aparatur Sipil Negara (ASN), serta generasi muda baik yang duduk di bangku perguruan tinggi hingga mereka yang sedang belajar di lembaga keagamaan. Lokasinya pun tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan biaya sewanya pun terjangkau dengan fasilitas yang memadai.

Baca Juga: Jelang ASEAN Summit 2023 Jalan Labuan Bajo – Tana Mori Dipermulus

Unit hunian rusun juga ada berbagai pilihan tipe. Ada tipe unit untuk keluarga yang terdiri dari dua kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi, dapur dan tempat jemur pakaian. Serta untuk para generasi muda yakni hunian seperti asrama maupun tipe barak yang mampu menampung banyak orang.

Rusun yang dibangun Kementerian PUPR memiliki desain dan konstruksi bangunan yang baik serta prasarana, sarana dan utilitas yang baik. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang pengelola, unit hunian khusus difabel, jaringan listrik, air bersih serta meubelair misalnya tempat tidur, lemari pakaian dan kursi meja makan maupun kursi serta meja belajar juga telah tersedia.

Baca Juga: Gran Meliá Lombok Bakal Hadir dengan Lebih Dari 100 Vila Mewah

“Dengan tinggal di rusun mereka bisa belajar hidup di hunian vertikal. Untuk itu pemda dan penerima bantuan harus memiliki pengelolaan rusun dengan baik dan bisa mengajak penghuni untuk menanam pohon agar suasananya lebih rindang dan nyaman,” ujar Iwan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU