Saturday, January 29, 2022

Insentif PPN Properti Diperpanjang Hingga Juni 2022, Begini Tanggapan Pengamat dan Pelaku Properti

Sedikit berbeda, Managing Director dan juga CEO Arrayan Group Asmat Amin mengungkapkan, insentif PPN DTP yang diberlakukan hanya dalam waktu 6 bulan agak sukar diwujudkan oleh para pengembang.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Sejumlah pengamat dan pelaku properti menyambut baik kebijakan pemerintah yang memperpanjang Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor properti. Namun demikian, kebijakan tersebut dinilai terlalu singkat, jika diberlakukan hanya sampai Juni 2022.

Budiarsa Sastrawinata, Managing Director Grup Ciputra, yang menyambut baik serta berterima kasih kepada pemerintah dengan diperpanjangnya insentif PPNDTP tersebut.

Baca Juga: Insentif PPN Properti Diperpanjang Hingga Juni 2022, Diskon Dikurangi

“Semoga industri properti dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional karena industri properti melibatkan banyak industri terkait serta melibatkan tenaga kerja yang besar,” kata Budiarsa yang belum lama ini terpilih sebagai Presiden Dunia FIABCI (Fédération Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers – Federasi Real Estat Internasional).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan insentif PPN DTP Pembelian Rumah Baru sudah disetujui Presiden Joko Widodo untuk diperpanjang pada tahun ini. Rencananya diskon PPN tersebut bakal diperpanjang sampai Juni 2022.

“Insentif fiskal PPN ditanggung pemerintah untuk perumahan disetujui bapak Presiden,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/12/2021), lalu.

Baca Juga: Universitas Gunadarma Segera Dibangun di Podomoro Golf View

Menanggapi ini, pengamat properti yang juga CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menyatakan menyambut baik kebijakan tersebut.

“Kami semua pelaku properti berterima kasih atas kebijakan yang diambil pemerintah mengenai perpanjangan insentif PPN ini sehingga diharapkan tren pertumbuhan pasar properti akan tetap terjaga sampai tahun 2022. Meskipun tingkat diskon nya tidak sebesar yang lalu, paling tidak ini akan menjadi harapan lebih baik ke depan,” kata Ali seperti dikutip dari laman PropertyantheCity.com.

Ditanya mengenai batas waktu sampai Juni 2022, Ali mengatakan bahwa sebaiknya memang dapat diperpanjang sampai akhir tahun 2022, mengingat proses pembelian properti relatif panjang sehingga pengembang pun dapat mengatur strategi lebih baik. Namun ia menyadari mungkin terdapat pertimbangan lain dari pemerintah.

Baca Juga: Studi Banding Ibu Kota Negara Baru, Mensesneg dan Menteri PUPR Kunjungi BSD City

Senada, Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBILukas Bong juga punya mengapresiasi kebijakan pemerintah tersebut.

Dengan diperpanjang kebijakan insentif PPN DTP, menurutnya, akan kembali mendorong industri properti di Indonesia.

“Sangat bagus untuk mendorong industri properti tanah air,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (30/12/2021).

Sedikit berbeda, Managing Director dan juga CEO Arrayan Group Asmat Amin mengungkapkan, insentif PPN DTP yang diberlakukan hanya dalam waktu 6 bulan agak sukar diwujudkan oleh para pengembang. Pasalnya, pengembang membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun rumah siap huni.

Baca Juga: Asyik, Propan Siap Dukung Program Sejuta Rumah

“Kita bikin rumah butuh waktu lama, saya berharap kebijakan ini bisa sampai akhir 2022,” tegas Asmat.

Adapun insentif PPN DTP yang diperpanjang untuk 6 bulan di 2022 sedikit berbeda dengan tahun 2021 lalu, dimana besaran diskon PPN-nya dikurangi sebesar 50%.

Otomatis untuk rumah di bawah harga Rp2 miliar tidak lagi memiliki diskon PPN mencapai 100% tapi hanya 50%. Sementara untuk rumah di rentang harga Rp2-5 miliar hanya didiskon 25% yang tadinya 50%.

Baca Juga: Modernland Cilejit Mulai Serah Terima Rumah di Cluster Ramma

“Rumah Rp2 sampai Rp5 miliar sebesar 25%. Untuk itu, bisa diberikan kepada yang berkontrak di depan, sehingga ada waktu untuk membangun,” jelas Airlangga.

- Advertisement -

1 COMMENT

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU