Iklan Youtube Properti Terkini
Sunday, November 27, 2022
Iklan Youtube Properti Terkini

IFEX 2022 Catatkan Jumlah Buyers dan Visitors Mencapai Lebih dari 7.000 Orang

IFEX 2023 akan diselenggarakan pada 9-12 Maret 2023 mendatang dan menggunakan seluruh hall yang ada di JIExpo, Kemayoran.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Pameran furnitur dan kerajinan bertajuk “Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2022″ usai digelar. Pameran yang berlangsung sejak 18-21/8/2022 tersebut berhasil mencatatkan jumlah buyers dan visitors sebanyak lebih dari 7.000 orang dari 72 negara.

Adapun IFEX 2022 merupakan pameran yang rutin diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dan Dyandra Promosindo.

Baca Juga: IFEX 2022 Digelar Offline: Peluang Industri Furnitur dan Kerajinan Semakin Meningkat

Ketua Presidium HIMKI, Abdul Sobur mengatakan bahwa, target nilai transaksi on-the-spot USD 150 juta sementara follow up mencapai USD 500 juta.

“Total nilai transaksi yang kami targetkan pada IFEX 2022 sekitar USD650 juta. Jumlahnya mungkin bisa lebih besar mengingat secara keseluruhan, capaian pameran ini melampaui target awal kami,” terang Abdul Sobur.

Dari sisi buyers, Abdul Sobur menyatakan pihaknya juga optimis bisa melampaui target awal yaitu sebanyak 2 ribu buyers.

Baca Juga: dBodhi, Produsen Furnitur Asli Indonesia Kini Hadir di Tanah Air

Pameran IFEX yang menyasar pasar internasional memiliki andil besar dalam mendukung realisasi target di atas. Sebagai catatan, pada IFEX 2019, total transaksi yang diraih selama pameran mencapai USD1,270 miliar.

Sementara nilai ekspor secara keseluruhan pada 2019 mencapai USD2,5 miliar. Berdasarkan hal ini terlihat bahwa setengah dari nilai ekspor pada 2019 merupakan hasil dari transaksi yang terjadi pada pameran IFEX.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung mengatakan, pameran yang digelar di tengah kondisi yang belum pulih merupakan suatu tantangan. Saat ini konektivitas penerbangan internasional masih terbatas, dan beberapa negara masih menerapkan kebijakan karantina.

Baca Juga: Dekoruma Resmikan Showroom Terbesar di Bintaro Jaya Xchange Mall

“Di tengah kondisi yang demikian, kami melihat bahwa buyers yang hadir pada IFEX 2022 adalah quality buyers. Kehadiran mereka merupakan pencapaian yang luar biasa,” terang Daswar.

Abdul Sobur menambahkan, pencapaian positif dari pameran kali ini membuat HIMKI optimis bahwa IFEX 2023 bisa mendatangkan lebih banyak buyers dan visitors.

Selama pandemi, pameran hanya digelar online selama dua tahun. Namun pada tahun ini akhirnya bisa digelar secara offline dan antusiasme masyarakat sangat besar.

Baca Juga: Rug Design Award 2022: Peserta Tampilkan Karya Desain Unik

“Bahkan untuk tahun depan, sebagian besar lahan sudah dipesan oleh para exhibitor,” sambung Daswar. Ia mengatakan sekitar 80 persen existing exhibitor sudah menyatakan akan kembali ambil bagian pada IFEX 2023.

IFEX 2023 akan diselenggarakan pada 9-12 Maret 2023 mendatang dan menggunakan seluruh hall yang ada di JIExpo, Kemayoran.

“Dengan luas yang bertambah, jumlah peserta pun dipastikan akan semakin banyak dan nilai transaksi juga akan semakin besar dan semakin mendekati realisasi dari target nilai ekspor kami sebesar USD5 miliar pada 2024,” kata Abdul Sobur.

Kekuatan Sumber Daya Alam

Indonesia sejatinya memiliki kekayaan alam yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri mebel dan kerajinan. Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Rachmat Gobel, berbagai bahan baku industri bisa didapatkan di dalam negeri, namun belum semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik dan berkesinambungan.

“Ini perlu diberdayakan agar jadi bernilai. Kita lihat pada pameran sekarang, banyak buyers dari Eropa, Amerika, dan lain-lain yang hadir karena mereka melihat Indonesia punya kekuatan,” ujarnya.

Baca Juga: Penghargaan Jadi Referensi Calon Pembeli, Pengembang Harus Lakukan Ini!

Sampai saat ini, bahan yang digunakan untuk produk mebel dan kerajinan masih didominasi oleh kayu yaitu sebesar 65,5 persen. Penggunaan rotan dan bambu masing-masing baru mencapai 13 persen dan 0,5 persen.

“Indonesia adalah penghasil 85 persen rotan dunia dengan lebih dari 306 spesies rotan. Dari jumlah ini, terdapat 51 spesies yang memiliki nilai komersial tinggi dan banyak dijual. Kita juga memiliki 125 jenis tanaman bambu namun baru sekitar 20 jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Abdul Sobur.

Ia menegaskan pemanfaatan rotan akan bisa mendorong kemajuan industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Baca Juga: Cimory Dairyland BSD City Akan Beroperasi di 2024

Pada pameran IFEX 2022, tidak sedikit exhibitor yang menghadirkan produk rotan dan berhasil mencuri perhatian buyers internasional.

“Dari hasil interaksi kami dengan beberapa buyers dan exhibitor selama pameran, rata-rata menyampaikan review positif terhadap penyelenggaraan IFEX 2022,” terang Abdul Sobur.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU