BERITA TERKAIT

Harga Rumah di Tangerang Naik 19%! Apakah Ini Waktu Tepat untuk Membeli?

Dengan dinamika harga properti yang terus berkembang, tahun 2025 menjadi momentum menarik bagi pembeli, investor, dan penyewa. Bagi pembeli, Jakarta menawarkan peluang harga lebih kompetitif, sementara Tangerang Raya menjadi destinasi investasi properti yang menjanjikan.

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Harga rumah di Tangerang menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data terbaru Pinhome Home Value Index (PHVI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI), beberapa daerah mengalami lonjakan harga, sementara yang lain tetap stabil atau bahkan mengalami penurunan.

Baca Juga: Pasar Properti Jakarta 2024: Tren Positif dan Tantangan yang Harus Diwaspadai

Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan dengan kenaikan harga rumah di Tangerang yang pesat, sedangkan Jakarta tetap stabil dan memberikan peluang kompetitif bagi pembeli.

Jadi Primadona, Harga Rumah di Tangerang Naik Tajam

Berdasarkan laporan kuartal 4 tahun 2024 dari Pinhome, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan mencatat lonjakan harga rumah di Tangerang yang signifikan.

Untuk tipe rumah dengan luas kurang dari atau sama dengan 54 meter persegi, harga naik sebesar 8%. Sementara itu, di Kota Tangerang, kenaikan mencapai 19%.

Baca Juga: Garap Proyek Perdana Paradiso@Sentul, DBC Group Hadirkan Rumah Resort Seharga Rp1 Miliaran

Faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah pembangunan infrastruktur seperti Jalan Tol Kataraja (Kamal-Teluk Naga-Rajeg-Balaraja) serta status BSD sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menarik lebih banyak investor.

CEO & Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menyebutkan bahwa tren kenaikan ini harus menjadi perhatian bagi calon pembeli.

“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggali lebih banyak informasi dan memanfaatkan teknologi dalam menemukan rumah impian. Harga rumah di Tangerang yang meningkat menunjukkan besarnya potensi investasi jangka panjang,” ujarnya.

Jakarta Stabil, Peluang Emas Bagi Pembeli

Berbeda dengan Tangerang Raya, Jakarta mengalami kestabilan harga dengan kecenderungan turun di beberapa wilayah.

Jakarta Utara dan Jakarta Pusat menjadi dua area yang mengalami koreksi harga, memberikan peluang emas bagi pembeli untuk mendapatkan properti dengan harga lebih kompetitif.

Baca Juga: Tren Perhotelan Jakarta Q4 2024: Kinerja Kuat di Tengah Pemotongan Anggaran

Faktor peningkatan inventori yang lebih cepat dibanding permintaan menjadi salah satu penyebabnya.

Tren Harga Properti di Kota-Kota Lain

Selain Jakarta dan Tangerang, beberapa kota lain menunjukkan dinamika pasar yang menarik, seperti:

  • Kota Cimahi: Harga rumah tipe ≤ 54 m² naik 10%
  • Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman: Pertumbuhan positif di hampir semua tipe rumah
  • Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo: Stabil, tanpa lonjakan signifikan
  • Kota Malang: Harga rumah tipe ≤ 54 m² turun 10%
  • Kota Denpasar dan Badung: Mayoritas tipe rumah mengalami kenaikan, kecuali tipe ≤ 54 m² yang turun -6%
  • Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat: Kenaikan harga 9% untuk tipe 55-120 m²
  • Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang: Kenaikan di semua tipe rumah
  • Kota Balikpapan: Penurunan 7% untuk tipe 121-200 m². Sementara kota lain di Kalimantan dan Sulawesi cenderung stabil.
Baca Juga: Paramount Enterprise Awards 2025 Sukses Digelar, Ajang Penghargaan Bergengsi untuk Mitra Strategis Terbaik

Harga Sewa Rumah: Jakarta Turun, Bodetabek Naik

Selain harga jual, harga sewa properti juga mengalami perubahan signifikan. Berikut tren harga sewa tahunan berdasarkan PHRI kuartal 4 2024:

Paradiso@Sentul, Wahana Realty Cipta, DBC Group, rumah di sentul, proyek baru, sentul, bogor, rumah di bogor, jual rumah, masterplan perumahan,
Salah satu tipe rumah (L6-6×12) Paradiso@Sentul. (Dok. WRC).
  • Jakarta: Stabil cenderung turun, khususnya untuk tipe rumah ≤ 200 m²
  • Bogor, Depok, Tangerang: Naik untuk rumah tipe ≤ 120 m²
  • Kota Semarang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang: Turun untuk rumah tipe 55-120 m²
  • Kota Surabaya dan Kota Denpasar: Stabil tanpa perubahan signifikan

Menurut Dara, menyewa rumah dapat menjadi alternatif strategis bagi mereka yang masih mempertimbangkan pembelian.

Baca Juga: Farazia Basarah Masuk Daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 2025, Bukti Kepemimpinan di Industri Real Estate

“Sejalan dengan kenaikan harga jual, menyewa bisa menjadi langkah awal sebelum memiliki properti. Dengan perencanaan keuangan yang matang serta pemanfaatan aplikasi properti, masyarakat bisa menemukan opsi terbaik untuk tempat tinggal atau investasi,” tambahnya.

Baca berita lainnya di GoogleNews

———
KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0813 8225 4684
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page