Thursday, May 23, 2024
Iklan Youtube Properti Terkini

Harga Rumah di Makassar Naik Paling Tinggi, Semarang Pimpin di Luar Jabodetabek

Tiga kota mengalami selisih pertumbuhan harga tertinggi di atas inflasi tahunan: Makassar (7,5%), Denpasar (6,7%) dan Medan (5,9%). Disusul Bekasi (2,1%), Tangerang (1,1%), Depok dan Semarang (0,7%), dan Bogor (0,3%).

PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Tren harga rumah di Indonesia terus mengalami kenaikan hingga Oktober 2023. Bahkan, kenaikan harga rumah di Kota Makassar tertinggi, yakni mencapai 10,5 persen, diikuti Denpasar (9,2%) dan Medan (8,4%).

Sementara secara nasional, menurut laporan 99 Group Indonesia melalui Flash Report Rumah123.com edisi November 2023, mengalami peningkatan tahunan sebesar 2,5 persen pada Oktober 2023 dibandingkan sejak Oktober 2022.

Baca Juga: BTN Jakarta Wedding Festival 2023 Hadirkan Pameran Pernikahan dan Perumahan Terbesar

Adapun di Jabodetabek, Bekasi kembali memimpin pertumbuhan harga tahunan untuk ketiga kalinya dengan kenaikan sebesar 4,8 persen. Disusul Tangerang (3,4%), Bogor (3,3%), Depok (3,1%) dan Jakarta (1,9%).

Sedangkan di Luar Jabodetabek, Semarang mencatatkan kenaikan harga tahunan sebesar 3,3 persen, mengungguli dua kota lainnya, Surakarta (3%) dan Surabaya (2,5%).

Pembeli Rumah di Semarang Capai 64,4 %

Country Manager 99 Group Indonesia, Maria Herawati Manik mengatakan, berdasarkan catatan Rumah123.com, jenis properti yang paling diminati di Semarang hingga Oktober 2023 adalah rumah tapak, mencapai 64,4 persen.

Baca Juga: Jelang Launching Cluster Orchard Riviera, The Sanctuary Collection Hadirkan Promo Menarik

“Kami juga mencatat bahwa permintaan terhadap tanah cukup signifikan, sekitar 14,1 persen, dan ruko sebesar 8,1 persen,” ujarnya.

Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang dikenal sebagai Port of Java dan terletak di utara Pulau Jawa, Semarang menjadi pusat vital untuk kegiatan bisnis dan perdagangan.

“Daya tarik pariwisata dan perkembangan infrastruktur juga menjadi faktor yang membuat orang tertarik untuk menginvestasikan aset mereka di kota ini,” kata Maria.

Sepanjang tahun 2023, pertumbuhan permintaan rumah sewa di Semarang secara year-on-year sebesar 39,9 persen dan rumah jual mencapai 92,1 persen.

Baca Juga: Buka Show Cluster Earthville Sequoia Hills, Triniti Land Gencarkan Penjualan Rumah di Sentul

Mayoritas peminat properti di Semarang merupakan warga Semarang sendiri yang mencapai 47,1 persen. Namun, peminat dari kota lainnya juga terbilang signifikan, seperti Jakarta (16,2%), Surabaya (8,3%), Kuta (4,5%) dan Yogyakarta (2,7%).

Dari segi usia, pembeli properti potensial di Semarang umumnya kalangan usia 35-44 tahun (30,5%) dan generasi lebih muda di rentang usia 18-24 tahun (27%) serta 25-34 tahun (22,9%).

Ada lima area di Semarang dengan popularitas tertinggi, yaitu Tembalang (10,06%), Banyumanik (8,92%), Pedurungan (5,99%), Semarang Barat (5,47%) dan Gunung Pati (5,25%).

Mayoritas pengembangan residensial di Semarang berada di area timur dan selatan, pada 4 kecamatan terpopuler.

Selain terdapat banyak pengembangan residensial dan area pemukiman yang cukup padat, kawasan ini juga menjadi lokasi Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang, sehingga pengembangan properti di sekitar area tersebut dapat menargetkan pasar mahasiswa yang berasal dari luar Semarang.

Baca Juga: Sinar Mas Land Tebar Promo Belanja Properti di The Future of Living Expo

Sedangkan Semarang Barat, yang terletak di sebelah utara Semarang juga terbilang strategis lantaran merupakan lokasi Bandara Udara Ahmad Yani.

Area ini juga dekat dari kawasan wisata dan area kota lama Semarang, dan menjadikan area ini cukup padat serta terjangkau dari pusat kota.

Harga Hunian Tiga Kota Ungguli Inflasi Tahunan

harga rumah di makassar
Rumah di Makassar. (Foto: Pius/PropertiTerkini.com)

Flash Report November 2023 juga mencatat tiga kota mengalami selisih pertumbuhan harga tertinggi di atas inflasi tahunan: Makassar (7,5%), Denpasar (6,7%) dan Medan (5,9%). Disusul Bekasi (2,1%), Tangerang (1,1%), Depok dan Semarang (0,7%), dan Bogor (0,3%).

Baca Juga: Sudah Rampung, ASN di Kota Balikpapan Kini Tinggal di Rusun

“Ini menandakan indikasi positif lantaran peluang nilai investasi properti di kota-kota tersebut dapat meningkat seiring waktu dan menjadi peluang yang menarik bagi masyarakat maupun investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka atau mencari investasi jangka panjang yang stabil,” tutup Maria.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

Paramount 7 Maret 2023
RHVAC - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page