Friday, June 18, 2021

Tahun Depan, Banyak yang Beralih ke Transportasi Massal Kereta

Transportasi massal kereta semakin diminati oleh warga Jabodetabek. Hal ini berdampak pada naiknya permintaan hunian di sekitar simpul-simpul transportasi tersebut.

Propertiterkini.com – Peningkatan pelayanan pada jaringan infrastruktur transportasi massal kereta semakin menumbuhkan pula minat masyarakat menggunakannya. Seperti KRL Commuter Line Jabodetabek yang kian disesaki para penggunanya.

Baca Juga: Jumlah Penghuni Meningkat, Citra Maja Raya Siap Bangun Stasiun Baru

Bahkan diperkirakan jumlah pengguna ini akan terus meningkat pada tahun depan. Apalagi dengan beroperasinya dua moda transportasi berbasis kereta lainnya, yakni Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

“Ini tentunya akan mempengaruhi orang untuk membeli properti di area yang berdekatan dengan stasiun kereta,” ujar Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence kepada media di Mal Ciputra, Jakarta Barat, Senin (3/12/2018).

Hal ini setidaknya telah dibuktikan melalui beberapa proyek perumahan yang bahkan berjarak hingga 60 kilometer dari Jakarta. Salah satunya adalah Citra Maja Raya di Lebak, Banten.

Proyek perumahan yang baru dikembangkan selama 3,5 tahun ini sudah berhasil membangun dan menjual lebih dari 14 ribu unit rumah dan ruko. Sebanyak 7.000 unit lebih sudah diserahterimakan kepada konsumen, sisanya dalam tahap persiapan untuk diserahkan.

“Jadi ke depannya, kita tidak lagi bicara dekat tol, tapi dekat dengan stasiun kereta. Buktinya Citra Maja Raya. Kalau tidak ada kereta di Maja maka tidak mungkin orang beli di Citra Maja Raya,” katanya.

Adapun Citra Maja Raya dikembangkan oleh PT Ciputra Residence, salah satu anak usaha dari Ciputra Group seluas 2.600 hektar. Proyek hunian ini dibangun berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari Stasiun Maja.

Terbaru, pengembang bahkan akan meluncurkan dua cluster hunian sekaligus, lantaran jumlah pemesannya melampaui stok yang ada. Cluster Sanur dan Jimbaran adalah cluster ke-28 dan 29 yang dibangun di area masing-masing 8 hektar sebanyak 650 unit di tiap clusternya.

“Hingga pagi ini yang daftar sudah 1.150 orang. Padahal awalnya kami hanya buka Cluster Sanur, namun permintaan melampaui, makanya kami buka cluster tambahan di Jimbaran sebanyak 650 unit,” kata Yance.

Sebagaimana namanya, Cluster Sanur dan Cluster Jimbaran adalah hunian dengan konsep tematik resor Bali. Lokasinya dekat Citra Maja Raya Business District.

Baca Juga: Bareng Tommy Soeharto, Ciputra Garap Citra Sentul Raya Seluas 1.000 Hektar

Berbeda dengan tipe sebelumnya, unit cluster ini dibangun dengan fasad rumah yang lebih modern, rangka atap baja ringan, plester cat aci luar dalam, dan tinggi plafond di ruang keluarga mencapai 4 meter. Adapun kedua cluster ini rencananya akan dilaunching pada tanggal 8-9 Desember 2018 di Atrium Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat.

Di dalam Cluster Sanur dan Cluster Jimbaran akan dipasarkan 3 tipe rumah, yaitu Tipe Kana (22/60) seharga Rp168 juta, Tipe Soka (27/72) Rp208 juta, Tipe Dahlia (36/72) Rp236 juta, dan Tipe Dahlia B (36/90) Rp265 juta.

Harga tersebut sudah termasuk termasuk PPN dan Biaya Surat AJB BPHTB. Sedangkan KPR DP mulai 5 persen dengan cicilan mulai Rp1 jutaan per bulan. Untuk mendukung proses ini, pengembang telah bekerjasama dengan beberapa perbankan, seperti Bank BCA, Mandiri, CIMB Niaga, BTN, BNI, BRI, OCBC NISP, Maybank, UOB, CCB, Panin Syariah, Hana Bank, dan Artha Graha.

“Rumah yang kami pasarkan adalah yang dibutuhkan, karena segmen end user. Sehingga berapapun permintaannya, kami coba serap di sini,” jelas Yance sembari menambahkan, 80 persen perumahan yang dipasarkan adalah rumah sederhana.

Baik Cluster Sanur maupun Jimbaran akan secara resmi diluncurkan pada 8 dan 9 Desember mendatang. Saking banyaknya pemesan, pengembang membaginya dalam dua sesi, yakni pada 8 Desember untuk NUP 1-750, sementara 751 dan seterusnya akan mendapat giliran pada 9 Desember.

Kota Baru

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, kawasan Maja telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi satu dari 10 kota baru publik yang diprioritaskan pembangunan infrastrukturnya. Kota Terpadu (Integrated Township) Citra Maja Raya berada dalam kawasan tersebut.

Baca Juga: Keren, Penataan Kalimalang Seperti Sungai di Korea

Hal ini, menurut Yance juga menjadi added value dan keunggulan Citra Maja Raya di barat Jakarta.

“Hanya Citra Maja Raya yang proyeknya dekat stasiun Commuter Line, di lokasi ribuan hektar dan dengan harga rumah di bawah 500 juta. Bahkan saat ini mulai hanya Rp168 juta,” kata dia.

Bahkan, prospek kawasan perumahan ini kian cerah ketika stasiun baru dalam kawasan Citra Maja Raya diwujudkan. Untuk mendukung ini, Ciputra Residence telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar.

“Tahapannya dari halte baru kemudian menjadi stasiun Commuter Line. Lokasinya di antara Stasiun Maja dan Citeras. Saat ini masih dalam proses peninjauan dari Departemen Perhubungan, khususnya Dirjen Perkeretaapian, karena harus memenuhi beberapa kriteria, seperti jumlah penumpang dan lainnya,” jelas Yance.

Progres lainnya seperti pembangunan flyover, boulevard utama ROW 40 dari pintu gerbang utama menuju ke cluster-cluster, dan juga penghijauan-penghijauan sudah rampung. Saat ini penghuni Citra Maja Raya juga sudah mulai bisa menikmati berbagai fasilitas penunjang, seperti fasilitas komersil di sepanjang boulevard utama, klinik kesehatan hingga restoran.

Baca Juga: MRT Bundaran HI – Ancol Mulai Dibangun Tahun Depan

“Bahkan saat ini kami sudah bangun fasilitas Sport Club yang rencananya soft opening di Januari 2019. Selanjutnya, Water Park, sarana ibadah, sekolah dan beberapa fasilitas lainnya juga di 2019,” tambah Yance.

Adapun direncanakan sebanyak 200.000 rumah yang akan dibangun di Citra Maja Raya, atau sekira dapat menampung hingga 1 juta jiwa.

Sejak mulai dikembangkan tahun 2015 hingga Oktober 2018 pendapatan Ciputra Residence dari proyek Citra Maja Raya adalah sebesar Rp3,2 triliun. Sementara sejak Januari hingga Oktober 2018 sudah sebesar Rp669 miliar. Proyek ini juga punya kontribusi besar terhadap pendapatan di Ciputra Group, bahkan masuk lima besar.

11 COMMENTS

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU