PropertiTerkini.com, (JAKARTA) — Langkah besar diambil Sinar Mas Land melalui pengembangan KEK ETKI Banten (D-HUB SEZ) yang kini menjadi magnet baru bagi investasi global di jantung BSD City.
Meski baru berusia satu tahun, kawasan ekonomi khusus ke-23 di Indonesia ini telah mencatatkan pencapaian luar biasa dengan realisasi investasi mencapai Rp1,19 triliun pada tahun 2025.
Baca Juga: 25+ Universitas Inggris Jajaki BSD City: Transformasi Menuju World-Class Education Township
Dengan luas total 60 hektar, kawasan ini terus berakselerasi menarik minat pelaku usaha internasional untuk bergabung dalam ekosistemnya yang modern.
Keunggulan strategis KEK ETKI Banten terletak pada pembagian kawasannya yang terstruktur ke dalam 4 zona utama.
Pembagian ini dirancang untuk menciptakan sinergi antar industri, yang meliputi Zona Pendidikan, Zona Teknologi, Zona Industri Kreatif, dan Zona Kesehatan.
Melalui pemetaan zona ini, pemerintah dan pengembang ingin memastikan bahwa setiap investor berada dalam lingkungan yang mendukung spesialisasi bisnis mereka, sehingga tercipta integrasi yang efisien antara riset, inovasi, dan komersialisasi.
Melihat progres yang pesat, Lindawaty Chandra, selaku Kepala BUPP KEK ETKI Banten menargetkan tambahan investasi sebesar Rp500 miliar dari para pelaku usaha sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: KEK ETKI Banten Catat Investasi Rp1,08 Triliun, Pelantikan Administrator Dorong Akselerasi Kawasan
“Fokus utama tahun ini akan diarahkan secara agresif pada pengembangan zona kesehatan, ujarnya dalam dalam Sinar Mas Land Property Outlook 2026 bertajuk “Clear Signals, Confident Property Decisions for Younger Generations”, pada Rabu (25/2/2026), di The Hub Sinar Mas Land, Jakarta Selatan.
Ambisinya tidak main-main; menjadikan kawasan ini sebagai pusat layanan medis berstandar internasional yang mampu menekan angka warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri.
Risiko bagi investor sangat diminimalisir melalui kepastian hukum dan fasilitas infrastruktur yang mapan di BSD City.
Dengan status sebagai satu-satunya KEK di Jabodetabek yang fokus pada teknologi dan kesehatan, ETKI Banten memberikan diferensiasi yang kuat bagi perusahaan multinasional yang mencari efisiensi operasional.
Baca Juga: Target Sinar Mas Land 2026: Strategi Rp10 Triliun di Tengah “Demam” Rumah Tapak
Potensi pertumbuhan nilai properti dan bisnis di kawasan ini diprediksi akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah tenant global yang bergabung.
Fasilitas Eksklusif dan Keuntungan Investor di KEK ETKI Banten
Lindawaty dalam pemaparannya menekankan bahwa kawasan ini memberikan “karpet merah” bagi para investor melalui skema kemudahan yang ekstrem.
“Kami memahami kebutuhan kecepatan bagi investor. Oleh karena itu, kami menyediakan One Stop Services melalui kantor Administrator KEK yang berada langsung di lokasi. Semua perizinan, mulai dari IMB, Amdal, hingga izin klinik dan imigrasi, tidak perlu lagi ke Pemda atau Kementerian, cukup selesai di satu pintu kami,” tegas Lindawaty.
Keuntungan spesifik yang ditawarkan di zona kesehatan pun tergolong revolusioner. Investor medis diberikan kelonggaran untuk memasukkan obat-obatan asing yang sudah mendapat persetujuan FDA di negara asal, meskipun belum terdaftar di BPOM.
Baca Juga: Diskon 80% IKEA Indonesia Sambut Lebaran 2026: 5 Solusi Cerdas Tata Rumah Tanpa Renovasi
“Selain obat, tenaga medis asing seperti dokter spesialis dengan pengalaman minimal 5 tahun juga kami mudahkan izin praktiknya. Ini adalah nilai tambah luar biasa yang hanya didapatkan di dalam KEK,” tambahnya.
Dari sisi finansial, investor juga dimanjakan dengan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta bebas bea masuk untuk mesin-mesin teknologi dan peralatan medis canggih.
Lindawaty menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan pemerintah yang berkantor setiap hari di lokasi memberikan rasa aman dan kepercayaan tinggi bagi para pemilik modal.
Efisiensi birokrasi ini menjadi kunci utama mengapa KEK ETKI mampu menyerap 850 tenaga kerja dalam waktu singkat.
Sinergi antara empat zona (pendidikan, teknologi, kreatif, dan kesehatan) diharapkan mampu membangun ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) di Indonesia.
Baca Juga: Marketing Gallery Ecovia Dibangun, Rumah Rp1,1 Miliar Berkonsep Jepang Siap Dipasarkan
“Dengan target tambahan investasi Rp500 miliar tahun ini, kami optimis KEK ETKI Banten akan menjadi pusat riset dan inovasi masa depan. Kami mengundang para pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum emas ini guna berekspansi di ekosistem yang sudah sangat matang di BSD City,” tutup Lindawaty.
***
Untuk berita santai yang tak kalah seru, mampir juga ke: PropertiPlus.com




