Friday, June 18, 2021

Pembangunan Bendungan Sukamahi Sudah Mencapai 74,12 Persen

Bendungan yang menelan biaya Rp447,39 miliar ini diharapkan menjadi taman ekowisata kawasan Puncak Bogor dan perlindungan ekosistem pada kawasan konservasi.

PropertiTerkini.com, (BOGOR) — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong pengembangan Ecotourism Park atau taman ekowisata kawasan Puncak Bogor pada pembangunan Bendungan Sukamahi.

Konsep taman ekowisata dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam di sekitar bendungan ini dengan mengedepankan perlindungan ekosistem pada kawasan konservasi.

Baca Juga: Lihat, Inilah Rumah Buat yang Terdampak Bendungan Kuningan

“Bendungan Sukamahi nantinya tidak hanya sebagai  pengendalian banjir Ibu Kota Jakarta, tetapi juga pengembangan ekowisata kawasan Puncak Bogor dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan mengedepankan perlindungan ekosistem,” kata Basuki saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau pembangunan Bendungan Sukamahi di Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu (5/5/2021), yang juga dihadiri Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ekowisata Bendungan Sukamahi dapat memanfaatkan kawasan terpadu pada bendungan itu sendiri, misalnya konservasi alam pada area sabuk hijau atau greenbelt dikembangkan menjadi forest conservation park atau hutan konservasi yang mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan tumbuhan khas setempat, seperti pohon Suren dan Damar.

Baca Juga: Kementerian PUPR Lakukan Penandatanganan Kerjasama Proyek SPAM Regional Karian-Serpong

Kemudian memanfaatkan badan air bendungan menjadi natural river valley basin, area genangan atau pasang surut bagian hulu sungai sebagai wisata river valley dan bagian hilir menjadi natural creek.

Bendungan Sukamahi sendiri memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir dengan menerapkan konsep bendungan kering/dry dam, sehingga pada saat awal musim hujan, elevasi muka air waduk diatur berada pada elevasi yang rendah/kosong dan saat terjadi hujan debit air dapat diteruskan langsung ke hilir.

Bendungan Sukamahi memiliki volume tampung sebesar 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 hektar.

Bendungan ini dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp447,39 miliar, ditandatangani oleh kontraktor PT Wijaya Karya-Basuki KSO, pada 20 Desember 2016. Saat ini pengerjaan progres fisik bendungan sudah mencapai 74,12 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2021.

Baca Juga: Ruas Tol Cibitung-Cilincing Akan Rampung di 2021

Menko Luhut mengatakan, baik Bendungan Ciawi maupun Bendungan  Sukamahi dibangun sebagai bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Ibu Kota Jakarta.

“Tadi sudah kita lihat dua bendungan tersebut dan akan terus kita dorong agar selesai di bulan Juli tahun 2021”, kata Menko Luhut usai  meninjau pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi.

Lebih lanjut, Menko Luhut mengatakan, penanganan banjir di ibu kota diperlukan kerja sama yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca Juga: Konstruksi Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat Dimulai

“Saya melihat kerja sama sudah baik dalam menangani banjir Jakarta mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Menko Luhut.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU