Monday, May 23, 2022

Menteri Basuki Tandatangani Tujuh Prasasti Infrastruktur di Sulawesi Tenggara

Tujuh infrastruktur ini mencakup jembatan, bendungan, peningkatan kualitas di lingkungan kumuh.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (KOLAKA TIMUR) — Di sela-sela peninjauan untuk kesiapan peresmian Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menandatangani tujuh prasasti tanda selesainya pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (27/12/2021).

Tujuh infrastruktur yang telah selesai merupakan upaya untuk terus meningkatkan layanan infrastruktur publik, mencakup Bendungan Ladongi, Kolam Retensi Boulevard Sungai Wanggu, Jembatan Teluk Kendari, Jembatan Sungai Rahabangga, Jembatan Sungai Asera, peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Bungkutoko, dan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Petoaha.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Penerapan Smart City dan Green Building di BSD City

“Penandatanganan prasasti ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas infrastruktur yang sudah selesai dibangun, di mana tertera pula nama kontraktor dan konsultan. Kami semua ikut bertanggung jawab,” kata Basuki.

Ketujuh infrastruktur tersebut dibangun Kementerian PUPR sebagai sarana dasar untuk meningkatkan kualitas permukiman, ketahanan pangan, pengendalian banjir, dan peningkatan konektivitas wilayah.

Jembatan Sungai Rahabangga, misalnya, yang rusak akibat banjir di wilayah Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 lalu. Saat ini jembatan sepanjang 180 meter   telah dimanfaatkan untuk mendukung jalur lalu lintas antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Jalan Trans Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan).

Baca Juga: Lawan Mikroorganisme Berbahaya, Signify Sumbangkan Perangkat Desinfeksi UV-C ke Dua Rumah Sakit di Jakarta

Selanjutnya dalam rangka pengendalian banjir di wilayah Sulawesi Tenggara juga diselesaikan pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur. Bendungan Ladongi merupakan satu dari tiga bendungan di Sultra yang dibangun Kementerian PUPR untuk risiko banjir sebesar 176,62 m3/detik atau sebesar 49,90 persen.

Bendungan Ladongi juga memiliki manfaat lain seperti penyediaan air baku sebesar 120 liter/detik, air irigasi seluas 3.604 hektar dan berpotensi untuk sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan destinasi pariwisata di Kolaka Timur. Bendungan ini dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya dan PT Bumi Karsa, serta PT Virama Karya selaku konsultan manajemen konstruksi.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan penandatanganan prasasti akan melengkapi infrastruktur yang sudah diresmikan dan ditandatangani prasastinya oleh Presiden RI Joko Widodo maupun untuk infrastruktur strategis lainnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Siap Gandeng PT SMF Bangun Perumahan MBR

“Dalam setiap kunjungan kerja ke berbagai provinsi, Bapak Menteri Basuki sudah dan akan menandatangani prasasti infrastruktur strategis bersama mitra kerja, seperti sebelumnya di NTT, Papua, Jawa Timur, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan,” ujar Endra.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU