Tuesday, January 31, 2023

Mengenal Decide Model Dalam 3 Tipe Marketing Research

Riset pemasaran yang merupakan pendekatan ilmiah dapat diterapkan dalam organisasi bisnis. Jika tidak demikian maka organisasi tidak akan mengetahui efektivitas kegiatan bauran pemasaran yang telah dilakukan.

- Advertisement -

Oleh: Kris Banarto, MM, CPM

 

Jika kamu seorang manajer pemasaran bagaimana dapat mengetahui efektivitas pemasaran produk atau layanan? Apakah cukup puas dengan kinerja yang ada? Langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan pemasaran?

Sebenarnya ada dua pendekatan yang dilakukan yaitu melalui market research atau riset pasar dan marketing research atau riset pemasaran. Meskipun dua pendekatan ini mirip namun ada beberapa perbedaan.

Baca Juga: Mengkaji 5 Ciri Model Bisnis Pasca Pandemi

Ruang lingkup riset pasar lebih sempit yaitu terkait dengan pasar. Sedangkan riset pemasaran lebih luas, yaitu terkait dengan proses pemasaran meliputi produk, harga, distribusi dan promosi.

Yuk, kita akan pelajari riset pemasaran.

Marketing Research Menurut AMA (American Marketing Association, 2017)

Riset pemasaran adalah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan publik dengan pemasar melalui informasi-informasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan peluang dan masalah pemasaran; menghasilkan, memperbaiki, dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan meningkatkan pemahaman tentang pemasaran sebagai suatu proses.

Riset pemasaran menentukan informasi yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini, merancang metode untuk mengumpulkan informasi, mengelola dan menerapkan proses pengumpulan data, menganalisis hasil, dan mengomunikasikan temuan dan implikasinya.

Fokus peningkatan pelanggan, tuntutan produktivitas dan ketatnya persaingan telah mendorong para manajer pemasaran untuk melakukan riset pemasaran.

Baca Juga: Perlukah Manajer Mengukur Employee Satisfaction?

Manajer tidak dapat hanya menunggu informasi secara pasif, namun harus melakukan riset formal baik dari dari internal maupun eksternal organisasi.

Riset pemasaran bukan menjadi bagian dari baruan pemasaran, melainkan bantuan dari manajemen dalam membuat keputusan mengenai bauran pemasaran dan segmentasi pasar.

Riset pemasaran merupakan bagian dari proses penelitian mulai dari pengumpulan data hingga pengambilan keputusan.

Riset pemasaran bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai bagaimana perubahan elemen dalam bauran pemasaran (produk, harga, distribusi dan promosi) berdampak pada perilaku pelanggan. Dan untuk memahami dampak dari melakukan marketing campains.

Untuk memulai tahapan dalam melakukan riset pemasaran ada baiknya menggunakan DECIDE Model.

DECIDE Model

Pendekatan DECIDE Model akan memudahkan dalam membuat riset pemasaran, tahapannya adalah sebagai berikut:

D: Define the marketing problem, tentukan masalah pemasaran.

E: Enumerate the decision factors, menghitung faktor keputusan.

C: Collect relevant information, kumpulkan informasi yang relevan.

I: Identify the best alternative, Mengidentifikasi alternatif terbaik.

D: Develop and implement a marketing plan, mengembangkan dan menerapkan rencana pemasaran.

E: Evaluate the decision and the decision making process, mengevaluasi keputusan dan proses pengambilan keputusan.

Baca Juga: 1.300 Peminat Banjiri Penjualan 486 Hunian di Summarecon Bogor, Ada Lelang Kaveling Hingga Rp21 Miliar

Setelah merancang riset pemasaran di atas maka langkah selanjutnya menentukan tipe penelitian.

Ada 3 tipe riset yang dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi:

Tipe riset
Tipe riset. (Sumber: iEduNote.com)

Pertama, Exploratory Research

Penelitian eksploratif dilakukan jika masalah diketahui secara umum, namun sifat dan penyebabnya tidak diketahui sama sekali atau apabila diketahui hanya sebagian.

Misalnya setelah melakukan promosi yang agresif tetapi penjualan tidak meningkat secara signifikan. Maka perlu dilakukan riset pemasaran yang berfokus pada produk, harga dan promosi. Riset ini dapat meliputi pengenalan situasi yang membutuhkan keputusan dan mengidentifikasi tindakan.

Kedua, Specific Research

Penelitian ini cocok dilakukan ketika masalah telah diidentifikasi. Misalnya produk kalah bersaing. Pertanyaannya dapat berupa apakah posisi produk sudah tepat? Apakah produk sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan? Riset ini meliputi kegiatan mengevaluasi tindakan organisasi dan memilih tindakan yang tepat.

Ketiga, Routine Feedback

Umpan balik secara rutin dapat untuk memantau perkembangan seperti variabel penjualan, pangsa pasar dan sentimen konsumen.

Hal itu dalam diperoleh melalui internal organisasi dengan berkolaborasi antara bisnis intelijen (BI) dengan departemen riset pemasaran. Riset ini meliputi implementasi, umpan balik dan akan kembali ke pengenalan situasi (recognition of a situation).

Menyusun Laporan Penelitian

Hasil penelitian berupa rekomendasi yang perlu dilakukan oleh organisasi. Manajemen akan menentukan strategi pemasaran berdasarkan hasil penelitian.

Implementasi dari strategi yang telah diputuskan akan dievaluasi seberapa besar efektivitasnya.

Rangkaian ini menjadi siklus yang tidak putus dalam proses pemasaran yaitu riset pemasaran, strategi pemasaran dan evaluasi.

***

Riset pemasaran yang merupakan pendekatan ilmiah dapat diterapkan dalam organisasi bisnis. Jika tidak demikian maka organisasi tidak akan mengetahui efektivitas kegiatan bauran pemasaran yang telah dilakukan.

Baca Juga: Huntap Untuk Korban Bencana Badai Siklon di NTT dan NTB Siap Selesai

Organisasi yang mempunyai keterbatasan sumber daya dalam melakukan kegiatan penelitian dapat melibatkan jasa penelitian dari eksternal organisasi.

Pemilik bisnis harus berani menginvestasikan untuk kegiatan penelitian pemasaran, mengingat pentingnya tahapan ini. [Rujukan: www.iedunote.com]

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU