Thursday, July 29, 2021

Kinerja Metland ‘On the Track’, Hotel di Kertajati Segera Dioperasikan

Saat ini Metland sedang menjalankan program untuk produk-produk inden dengan memberikan kemudahan seperti DP mulai Rp12 jutaan langsung akad, free biaya-biaya hingga voucher belanja jutaan rupiah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

PropertiTerkini.com, (BEKASI) — Sebagaimana pengembang properti lainnya, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga terus berupaya keluar dari tekanan akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Senin (14/6/2021), diungkapkan sejumlah raihan dan strategi pengembang untuk ini.

Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk mengatakan, hingga Mei 2021, marketing sales MTLA mencapai Rp694 miliar. Sementara pencapaian pada periode yang sama di 2020, yakni Rp467 miliar.

Baca Juga: Jabat Presdir Metland, Anhar Sudradjat: Bertahan dan Kita Bertumbuh

“Kontribusi paling besar, salah satunya dari proyek JO (joint operation) kami, yakni Wisteria, dimana kami JO dengan Keppel Land Ltd. Ada launching April lalu dan penyerapannya cukup baik. Selain itu, kontribusi baik juga dari proyek Metland Puri dan Cibitung,” kata Olivia.

Melihat pencapaian tersebut, Olivia optimis target marketing sales hingga akhir tahun, yakni sebesar Rp1,6 triliun akan tercapai. “Ini masih cukup on track sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.

Sejumlah strategi disiapkan untuk mencapai target tersebut, terutama adalah memaksimalkan peran media digital. “Go digital. Pola lama, lebih banyak material promo kami ke spanduk atau billboard. Saat ini kami kurangi dan lebih ke digital, seperti website, Youtube atau media sosial lainnya. Jadi lebih sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini,” katanya.

Strategi lainnya, Metland juga akan fokus memasarkan produk-produk hunian di kisaran harga di bawah Rp1 miliar. Untuk menunjang penjualan disegmen tersebut, Metland memberikan penawaran tenor cicilan uang muka (down payment) yang lebih panjang, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen yang berasal dari generasi milenial.

Baca Juga: Colliers : Tol Trans Sumatera Diproyeksikan Memicu Pertumbuhan Properti

“Kami melakukan penyesuaian strategi dengan mengikuti kondisi pasar. Tahun 2020, demand terhadap produk properti sebagian besar berasal di segmen harga dibawah Rp 1 miliar,” ujarnya.

Olivia bilang, pandemi Covid-19 sangat menghambat, terutama di awal mulai merebak di Indonesia yang diikuti dengan berbagai pembatasan. Namun demikian, seiring waktu yang diikuti dengan inovasi terutama memaksimalkan media digital, Metland pun bisa mengimbangi.

“Sejak akhir tahun lalu sampai dengan saat ini, kami sudah mulai terbiasa beradaptasi. Dan hasilnya terlihat dari pencapaian kami, terutama dari marketing sales tersebut,” terangnya.

Selama pandemi ini, lanjutnya, beberapa proyek cluster hunian tetap dibangun sebagaimana direncanakan, terutama untuk rumah-rumah yang sudah terjual. Sedangkan pembangunan produk properti investasi, beberapa masih ditangguhkan.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Bima Destinasi Wisata Baru di Indonesia

“Tergantung lokasinya juga. Proyek Hotel Horison Ultima Kertajati yang sebelumnya sempat ditangguhkan pada awal pandemi, namun sekarang sudah kami lanjutkan kembali. Dan kami asumsikan di kuartal IV sudah bisa beroperasional secara penuh,” kata Olivia.

Sedangkan proyek Metland di Ubud, Bali, lanjut Olivia, sampai saat ini masih ditangguhkan pembangunannya.

“Jadi hampir semua proyek kami on progress, kecuali beberapa yang saya sebutkan tadi,” tegasnya.

Laba Bersih

MTLA mencatatkan laba bersih tahun buku 2020 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp272,2 miliar, terkoreksi 44,15% dibandingkan tahun sebelumnya Rp487 miliar.

“Di tengah berbagai tantangan tahun 2020, Metland dapat membukukan kinerja yang positif kendati secara umum mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019” jelas Olivia Surodjo.

RUPST dilaksanakan untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020, mencakup lima agenda; persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan termasuk Laporan kegiatan Perseroan, Laporan kegiatan Pengawasan Dewan Komisaris dan Laporan Keuangan tahun buku 2020, penetapan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2020, penunjukan Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2021, penentuan gaji, honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, dan perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan.

Baca Juga: Kinerja Repower Asia Indonesia Solid di Tengah Pandemi

Perseroan mengalami perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris dikarenakan berakhirnya masa jabatan (pensiun) dari Kamardy Arief sebagai Komisaris Independen dan Thomas J. Angfendy sebagai Presiden Direktur. RUPST telah menyetujui pengangkatan Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen dan Anhar Sudradjat sebagai Presiden Direktur.

Olivia juga menjelaskan bahwa nilai ekuitas Perseroan naik sebesar 5,90% menjadi Rp4,1 triliun dan aset Perseroan pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 2,87%, menjadi Rp5,9 triliun ditahun 2020.

Sepanjang tahun 2020, Metland membukukan pendapatan Rp1,1 triliun turun 20,87% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp1,4 triliun. Penurunan pendapatan tersebut disebabkan seluruh segmen usaha Metland mengalami penurunan di tahun 2020, dengan penurunan terbesar berasal dari segmen real estat yang turun Rp120 miliar.

Produk Baru

Setelah sukses memasarkan Wisteria (sold out) pada tahap 1, Metland bersama Keppel Land Ltd meneruskan penjualan Wisteria dengan meluncurkan produk tahap dua di awal kuartal II 2021. Tahap kedua kembali ditawarkan sekitar 201 unit rumah dan 50% unitnya langsung terserap pasar.

Metland juga melanjutkan pemasaran produk yang telah diluncurkan pada awal tahun ini seperti; Cluster Oxalis di Metland Puri yang sebelumnya telah sukses dipasarkan (sold out) pada tahap 1 dan sedang meneruskan penjualan tahap dua dengan harga mulai Rp1 miliaran, Cluster Batavia di Metland Cibitung yang juga sebelumnya sukses dipasarkan (sold out) tahap 1 dengan total 114 unit dan sedang meneruskan penjualan tahap dua sekitar 101 unit dengan harga mulai Rp500 jutaan, Cluster The Northbend di Metland Cyber City dan Cluster Aimara di Metland Cileungsi.

Baca Juga: Golden Cikeas, Proyek Baru GNA Group Usung Konsep Vila

“Saat ini Metland juga sedang menjalankan program untuk produk-produk inden dengan memberikan kemudahan seperti DP mulai Rp12 jutaan langsung akad, free biaya-biaya hingga voucher belanja jutaan rupiah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” tambah Wahyu Sulistio, Direktur PT Metropolitan Land Tbk.

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU