BERITA TERKAIT

Grahayana Homes Karawang Serah Terima Tepat Waktu, Capai 100 Persen

Serah terima perdana seluruh unit fase pertama Grahayana Homes dilakukan sesuai jadwal. Capaian ini menjadi penting di tengah masih adanya persoalan perumahan terlantar di Karawang.

PropertiTerkini.com(KARAWANG) — Grahayana Homes, proyek hunian yang dikembangkan Citanusa Group di pusat Kota Karawang, resmi melakukan serah terima perdana kepada konsumen pada 22 Agustus 2026.

Seluruh unit pada fase pertama diserahterimakan sesuai jadwal yang ditetapkan sejak awal pemasaran, sehingga mencatatkan tingkat ketepatan waktu sebesar 100 persen.

Baca Juga: Midea Bangun Pabrik Kulkas Terbesar di Indonesia, Karawang Jadi Basis Produksi Regional

Serah terima tepat waktu Grahayana Homes berlangsung ketika calon pembeli semakin mempertimbangkan rekam jejak dan kepastian pembangunan sebelum memilih rumah.

Di Karawang sendiri, persoalan perumahan terlantar masih menjadi perhatian, sehingga kepastian proyek menjadi salah satu faktor penting bagi konsumen.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karawang yang dikutip dalam materi perusahaan, sebanyak 65 dari 473 perumahan yang terdata di wilayah tersebut masuk kategori terlantar akibat ditinggalkan pengembang.

Kondisi tersebut membuat proses serah terima rumah menjadi lebih dari sekadar tahap administratif. Bagi konsumen, momen tersebut merupakan titik ketika janji pembangunan yang disampaikan pengembang sejak awal benar-benar diwujudkan dalam bentuk rumah yang siap ditempati.

Baca Juga: District East Gandeng BNET, Perkuat Infrastruktur Digital untuk Wujudkan Smart and Green Living di Karawang

Grahayana Homes Pastikan Serah Terima Tepat Waktu

Serah terima unit merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam perjalanan konsumen memiliki rumah.

Direktur Grahayana Homes, Nerisa Arviana mengatakan bahwa, keberhasilan sebuah proyek hunian tidak cukup dilihat dari jumlah unit yang terjual. Kemampuan pengembang memenuhi komitmen pembangunan hingga rumah siap dihuni juga menjadi bagian penting dari keberhasilan proyek.

“Bagi kami, serah terima bukan sekadar menyerahkan kunci. Di balik setiap kunci ada kepercayaan konsumen yang harus kami jaga. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa apa yang kami janjikan sejak awal dapat kami wujudkan, mulai dari proses pembangunan hingga rumah benar-benar siap untuk ditempati,” ujar Nerisa.

Baca Juga: Edenhaus Serpong Hadir, Rumah Garden Home Mulai Rp1,2 Miliar

Ia menjelaskan, capaian ketepatan waktu 100 persen pada fase pertama merupakan hasil dari perencanaan pembangunan, pengawasan konstruksi, dan manajemen proyek yang dilakukan secara disiplin.

Pendekatan tersebut, kata Nerisa, menjadi bagian dari budaya kerja Citanusa Group yang telah berkiprah di industri properti selama lebih dari 30 tahun.

Legalitas dan Pendanaan Jadi Bagian dari Manajemen Proyek

Di tengah kasus perumahan terlantar, kepastian proyek juga berkaitan dengan kesiapan pengembang dalam mengelola aspek legalitas, konstruksi, hingga pendanaan.

Nerisa mengatakan Grahayana Homes sejak awal memastikan aspek perizinan dan legalitas proyek berjalan sesuai ketentuan. Manajemen pembangunan juga dijaga dari sisi konstruksi maupun pendanaan agar setiap tahapan dapat berlangsung sesuai rencana.

“Kami selalu memastikan dari awal bahwa perizinan proyek aman dan lengkap. Selain itu, manajemen proyek juga kami jaga dengan baik, baik dari segi konstruksi di lapangan maupun dari sisi pendanaan, agar setiap tahapan pembangunan bisa berjalan sesuai rencana hingga rumah siap diserahkan kepada konsumen,” terang Nerisa.

Baca Juga: Ledakan Data Center dan Industri Hijau Dorong Permintaan Hunian di Kota Deltamas

Dengan pendekatan tersebut, serah terima perdana menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan fase pertama berjalan sesuai komitmen yang telah disampaikan kepada konsumen.

Investasi Karawang Tumbuh, Real Estat Masuk Tiga Besar

Kepastian pembangunan hunian juga berlangsung di tengah pertumbuhan aktivitas investasi di Karawang.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang yang tercantum dalam materi perusahaan mencatat realisasi investasi sebesar Rp11,38 triliun pada triwulan I 2026. Angka tersebut menempatkan Karawang di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat.

Dari 17 sektor investasi berdasarkan klasifikasi BPS, industri pengolahan menjadi sektor dengan realisasi terbesar, yakni Rp8,08 triliun. Berikutnya sektor informasi dan komunikasi mencapai Rp1,5 triliun.

Baca Juga: Kota Harapan Indah Raih The People Choice’s 2026, CRESTA Siap Dipasarkan September

Sementara itu, sektor real estat berada di posisi ketiga dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp1,25 triliun.

Posisi tersebut memperlihatkan bahwa sektor real estat menjadi salah satu bagian dari aktivitas investasi Karawang, seiring perkembangan kawasan industri dan kebutuhan hunian di wilayah tersebut.

Bagi pengembang, pertumbuhan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan konsumen. Hunian yang dipasarkan bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keputusan finansial dalam jangka panjang.

“Masuknya real estat sebagai salah satu sektor investasi terbesar di Karawang menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar properti di sini masih tinggi. Tapi kepercayaan itu harus dijaga dengan bukti. Serah terima tepat waktu ini adalah cara kami menunjukkan bahwa investasi masyarakat di sektor real estat Karawang berada di tangan yang tepat,” pungkas Nerisa.

Baca Juga: Handover Riverie Shila at Sawangan Dimulai, Tahap Akhir Kolaborasi Vasanta dan Mitsubishi

Grahayana Homes Hadir di Pusat Kota Karawang

Grahayana Homes dikembangkan dengan konsep hunian modern tropis dan berlokasi sekitar satu menit dari Jalan Tuparev, salah satu kawasan perniagaan utama di pusat Kota Karawang.

Proyek ini menawarkan tiga pilihan tipe rumah, yakni Alaya, Denaya, dan Kaanti.

Tipe Alaya memiliki luas tanah 60 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi. Sementara tipe Denaya memiliki luas tanah 72 meter persegi dengan luas bangunan 59 meter persegi.

Adapun tipe Kaanti memiliki luas tanah 88 meter persegi dan luas bangunan 90 meter persegi.

Baca Juga: Beda Lokasi, Beda Kebutuhan: Mengenal Tiga Produk The Finest Commercial Selection Paramount Gading Serpong

Harga rumah ditawarkan mulai kisaran Rp600 jutaan hingga Rp1 miliaran, dengan skema cicilan mulai sekitar Rp3 jutaan per bulan, berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi proyek.

Selain hunian, Grahayana Homes juga menyediakan ruko dengan harga mulai Rp900 jutaan untuk mendukung aktivitas bisnis di kawasan tersebut.

Serah Terima Fase Berikutnya

Grahayana Homes menghadirkan hunian modern tropis di pusat Kota Karawang
Tampilan hunian Grahayana Homes dengan konsep modern tropis di pusat Kota Karawang. (Foto: Dok. Citanusa Group)

Citanusa Group menyatakan proses serah terima akan dilanjutkan untuk unit-unit pada fase berikutnya dengan standar pembangunan dan komitmen waktu yang sama.

Bagi pasar properti Karawang, kepastian seperti ini menjadi salah satu aspek yang semakin relevan untuk diperhatikan calon pembeli.

Baca Juga: Modulus Laminata: TACO Dorong Desain Sirkular di Bali

Selain harga, lokasi dan fasilitas, rekam jejak pengembang serta kemampuan menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal dapat menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan pembelian rumah.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page