BERITA TERKAIT

Bidik Pertumbuhan 10%, Paradise Indonesia Tetap Andalkan Pendapatan Berulang

Ditopang pendapatan berulang yang mencapai 90 persen, Paradise Indonesia membidik pertumbuhan hingga 10 persen pada 2026 melalui strategi 4M, penguatan aset komersial, serta kontribusi proyek baru seperti 23 Semarang.

PropertiTerkini.com(JAKARTA) — PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia/INPP) tetap optimistis menghadapi 2026 meski kondisi pasar properti dan ekonomi nasional masih dibayangi berbagai tantangan.

Perusahaan membidik pertumbuhan bisnis hingga 10 persen dengan mengandalkan kekuatan pendapatan berulang (recurring income) yang kini menjadi fondasi utama kinerja perseroan.

Baca Juga: 23 Semarang Resmi Dibuka, Hadirkan Oase Baru Gaya Hidup dan Investasi di Semarang

Berbeda dengan banyak pengembang yang masih mengandalkan penjualan properti sebagai sumber pendapatan utama, Paradise Indonesia memperoleh sebagian besar pendapatannya dari bisnis komersial dan hospitality yang menghasilkan arus kas berulang secara konsisten.

Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia, Surina, mengatakan pada kuartal I-2026 sekitar 90 persen pendapatan perusahaan berasal dari recurring income yang ditopang oleh portofolio pusat perbelanjaan, hotel, dan properti komersial lainnya.

“Kalau dilihat kuartal pertama tahun ini, sekitar 90 persen pendapatan berasal dari recurring income yang datang dari bisnis hospitality dan commercial,” ujarnya usai gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik INPP di Citadines Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Surina, model bisnis tersebut menjadi salah satu pembeda Paradise Indonesia dibanding banyak perusahaan properti lain di Indonesia.

Baca Juga: Hotel Hyatt Place Semarang Mulai Dibangun, Pertama di Jawa Beroperasi 2028

Surina juga menjelaskan, arah pertumbuhan perusahaan tetap mengacu pada strategi 4M yang selama ini menjadi fondasi pengembangan Paradise Indonesia. Strategi tersebut mencakup Middle-Up Market (segmen menengah atas), Mid-Size Development (proyek berskala menengah), Mixed-Use Concept (kawasan terpadu), serta Major Cities (kota-kota besar dengan aktivitas ekonomi yang kuat).

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya membangun destinasi gaya hidup (lifestyle destination) yang mampu menghasilkan pendapatan berulang sekaligus menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

“Fokus kami adalah mengembangkan iconic lifestyle destination dengan konsep 4M, yaitu Middle-Up, Mid-Size, Mixed-Use, dan Major Cities,” katanya.

Kinerja Kuartal I-2026 Tumbuh Positif

Berdasarkan laporan perusahaan, pendapatan Paradise Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai Rp327 miliar, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp286 miliar.

Baca Juga: Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Struktur: Bedah Strategi 4M di Balik Transformasi Paradise Indonesia

Pada saat yang sama, EBITDA meningkat 20 persen menjadi Rp101 miliar dari Rp84 miliar pada kuartal I-2025.

Perseroan juga berhasil membalikkan kondisi laba rugi dengan membukukan laba bersih sebesar Rp44 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatat rugi bersih sekitar Rp133 miliar.

Sementara sepanjang 2025, Paradise Indonesia membukukan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan sebesar Rp1,74 triliun atau tumbuh 33 persen dibanding tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat dari Rp426 miliar menjadi Rp508 miliar.

Surina menjelaskan bahwa fokus perusahaan saat ini tidak semata mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga menjaga kualitas laba melalui peningkatan kontribusi aset-aset yang menghasilkan margin lebih tinggi.

Baca Juga: 88 Plaza Balikpapan Laris di Penjualan Perdana, Paradise Indonesia Tangkap Peluang Kota Penyangga IKN

23 Semarang Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Struktur pemegang saham serta susunan komisaris dan direksi PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia) per Mei 2026 yang mendukung strategi pertumbuhan berbasis pendapatan berulang.
Paradise Indonesia memperkuat struktur organisasi dengan susunan komisaris dan direksi terbaru untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan optimalisasi pendapatan berulang dari portofolio komersial, hospitality, dan properti. (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

Optimisme perusahaan juga didukung oleh performa awal 23 Semarang yang resmi dibuka pada Mei 2026.

Pusat gaya hidup dan komersial terbaru Paradise Indonesia tersebut menjadi portofolio ke-28 perusahaan setelah sebelumnya mengelola 27 unit bisnis yang tersebar di delapan kota besar Indonesia.

Menurut Surina, trafik pengunjung 23 Semarang saat ini telah mencapai sekitar 30.000 hingga 40.000 orang per hari.

“Dalam kondisi ekonomi seperti ini ternyata masyarakat tetap membutuhkan ruang untuk leisure dan rekreasi. Respons terhadap 23 Semarang cukup baik,” katanya.

Baca Juga: Recurring Income Jadi Tameng Paradise Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Presiden Komisaris Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, menilai 23 Semarang memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Saat ini tingkat okupansi kawasan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen.

“23 Semarang akan menjadi salah satu aset yang terus bertumbuh. Dengan okupansi yang sudah mendekati 90 persen, kami melihat ruang pertumbuhan masih terbuka dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan,” ujar Anthony.

Ia menjelaskan, konsep yang diterapkan pada 23 Semarang tidak sekadar menghadirkan pusat perbelanjaan, tetapi juga pengalaman ruang publik yang nyaman dengan desain yang mengutamakan sirkulasi pengunjung, ruang terbuka, serta area komunal yang lebih luas.

Siapkan Capex Rp400 Miliar

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, Paradise Indonesia mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp400 miliar sepanjang 2026.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah hingga Kantor Masa Depan, Ini Peta Peluang Baru Pasar Properti Indonesia 2026

Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi, mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk penyempurnaan proyek 23 Semarang, pengembangan proyek komersial di Balikpapan, serta renovasi sejumlah aset hotel yang telah beroperasi.

“Target kami tahun ini pertumbuhan sekitar 5 sampai 10 persen. Kami memilih target yang moderat, tetapi tetap realistis untuk dicapai,” kata Andri.

Selain proyek baru, perusahaan juga mulai meningkatkan investasi pada renovasi dan optimalisasi aset eksisting.

Strategi tersebut dinilai mampu menghasilkan imbal hasil lebih cepat dibanding memulai proyek baru dalam situasi pasar yang masih bergerak dinamis.

Tetap Fokus pada ESG dan Keberlanjutan

Di luar aspek bisnis, Paradise Indonesia juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga: Sustainability Bukan Tren Lagi, Tapi Standar Baru Hotel Bintang Lima

Perusahaan menerapkan konsep green building melalui penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan panel surya pada beberapa proyek terbaru.

Area amphitheater terbuka di 23 Semarang Shopping Center
Area amphitheater terbuka di 23 Semarang dirancang sebagai ruang publik yang mendukung aktivitas komunitas, hiburan, dan interaksi sosial masyarakat Kota Semarang. (Foto: Pius Klobor/PropertiTerkini.com.)

Salah satunya diterapkan pada 23 Semarang yang memanfaatkan solar panel berkapasitas hingga 1,86 MWp yang dipasang pada area atap dan kanopi bangunan, sebagai bagian dari strategi efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon operasional.

Dalam aspek sosial, perusahaan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja.

Paradise Indonesia juga menjadikan tiga target Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai fokus utama, yakni SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 11 mengenai Kota dan Komunitas Berkelanjutan.

Baca Juga: Gedung Kantor Dekat MRT dan LRT Catat Tingkat Okupansi Lebih Tinggi

Dengan komposisi pendapatan yang semakin didominasi bisnis berulang dan bertambahnya portofolio aset produktif, Paradise Indonesia melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka meski pasar properti masih menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun ini.

***
Untuk berita santai yang tak kalah serumampir juga kePropertiPlus.com dan WA Chanel

*** Baca berita lainnya di GoogleNews
——— KONTAK REDAKSI:
Telepon/WA: 0821 2543 0279
Email Redaksi: redaksi@propertiterkini.com
Email Iklan: iklan@propertiterkini.com

BERITA TERBARU

Demo Half Page