Iklan Mesin Cuci Sharp
Thursday, February 29, 2024

Bendungan Mbay, Progres Konstruksinya Capai 27 Persen

Pembangunan Bendungan Mbay sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun.

PropertiTerkini.com, (MBAY) — Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (5/12/2023).

Saat ini pembangunan bendungan Mbay tersebut telah memasuki tahap breakthrough terowongan pengelak dengan progres konstruksi mencapai 27 persen.

Baca Juga: Bendungan Cipanas selesai Siap Pasok Air Baku Kawasan Industri Rebana

Presiden Jokowi minta agar pembangunan Bendungan Mbay dapat dioptimalkan fungsinya untuk menyuplai air irigasi pada lahan pertanian di Kabupaten Ngagekeo seluas 4.200 hektar, plus potensi pengembangannya seluas 1.900 hektar.

“Kita harapkan dengan selesainya Bendungan Mbay ini produksi beras di Kabupaten Nagekeo bisa meningkat sampai 250 persen,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, pembangunan bendungan beserta irigasi yang masif dibangun selama ini dalam rangka strategi besar pemerintah mencapai ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

Menteri Basuki menambahkan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya.

Baca Juga: Sewindu PSN Kementerian PUPR Terbanyak Menyelesaikan Proyek

“Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” katanya.

Bendungan Mbay Pasok Air Baku di Nagekeo

Pembangunan Bendungan Mbay sesuai kontrak telah dimulai sejak 2021 melalui 2 paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun. Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah (KSO), sedangkan Paket II oleh PT Brantas Abipraya.

Bendungan ini memiliki luas genangan 499,55 hektar yang bersumber dari Sungai Aesesa. Dengan kapasitas tampung sebesar 51,74 juta m3, Bendungan Mbay diproyeksikan untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri hingga 6.100 hektar.

Baca Juga: Kementerian PUPR Jajaki Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik

Bendungan Mbay dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang terletak di Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan yang berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Kabupaten Nagekeo.

Bendungan ini juga memiliki manfaat lain untuk mendukung kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter/detik dan mengurangi debit banjir Sungai Aesesa sebesar 283 m3/detik.

Pembangunan Bendungan Mbay menambah jumlah tampungan air berupa bendungan yang dibangun Kementerian PUPR di Provinsi NTT.

Sebelumnya sejak 2015, di NTT telah diselesaikan dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo tiga bendungan, yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang (2018), Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu (2019), dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka (2021).

Baca Juga: Tambah Akses Baru, Paramount Gading Serpong Semakin Mudah Dijangkau

Selanjutnya juga tengah dibangun Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang dan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Baca berita lainnya di GoogleNews

- Advertisement -
Demo Below News

BERITA TERKAIT

ICBT - 2023

BERITA TERBARU

Demo Half Page