Monday, August 15, 2022

Bangun Embung Mentawir, Akan Menjadi Pusat Persemaian Modern di IKN Nusantara

Diharapkan suasana di IKN Nusantara nanti betul-betul seperti konsep yang direncanakan yaitu kota hutan. Proyek ini akan dikerjakan Kementerian PUPR.

- Advertisement -

PropertiTerkini.com, (KUTAI KARTANEGARA) — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam salah satu rangkaian agenda kemah di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Senin-Selasa (14-15/3/2022) meninjau Pusat Persemaian Modern (Nursery Center) IKN Nusantara di kawasan Bukit Bangkirai, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menurut Jokowi, pembangunan IKN akan diawali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada di sekitar kawasan. Proses penanaman akan terus dilakukan dengan tumbuhan endemik asli Kalimantan.

Baca Juga: Jadi Wakil Kepala IKN, Dhony Rahajoe Resmi Mundur dari Sinar Mas Land

“Tujuannya agar kembali pada fungsi semula sebagai hutan tropis dan bukan hutan yang monokultur/homogen. Pusat persemaian Mentawir di Bukit Bangkiran ini nantinya akan memproduksi sekitar 15-20 juta bibit pohon mungkin sekitar dalam 6-7 bulan lagi,” ujar Jokowi.

Jokowi berharap dengan penanaman kembali, maka habitat-habitat yang ada akan kembali seperti semula. Suasana di IKN Nusantara, nanti betul-betul seperti konsep yang direncanakan yaitu kota hutan (forest city).

Sudah disiapkan bibit-bibit seperti nyatoh, meranti, kapur, blangiran, gaharu dan lainnya, termasuk tanaman buah termasuk jambu-jambuan, untuk menarik hewan atau burung untuk masuk lagi ke kawasan IKN.

Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mendampingi Jokowi mengatakan, Kementerian PUPR akan memberikan dukungan prasarana air baku untuk memenuhi kebutuhan air bagi bibit-bibit pohon dengan skala besar.

Baca Juga: Rusun STAILe Pekanbaru Siap Ditempati Mahasiswa

“Sama seperti yang telah PUPR lakukan di Pusat Persemaian Modern di Kecamatan Rumpin,” ujar Basuki.

Persemaian Mentawir terletak di Desa Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur. Persemaian ini mempunyai luas sekitar 9 Hektar dengan kapasitas produksi bibit 15 Juta/tahun.

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda, Harya Muldianto mengungkapkan, untuk mendukung kegiatan persemaian, dibutuhkan salah satu sarana penunjang seperti Embung Mentawir.

Embung tersebut digunakan sebagai penyediaan air baku yang akan memanfaatkan Sungai Mandahan yang berlokasi disamping fasilitas persemaian dan memiliki kurang lebih lebar 5 m x 0,3 m dengan debit 225 liter/detik.

Baca Juga:Program Scalebox dari Sinar Mas Land Sukseskan Pendanaan Startup Digital Senilai Lebih dari Rp10 Miliar

Embung Mentawir menurut Harya direncanakan akan dibangun dengan luas 40.000 m2 dan kedalaman 4 meter sehingga volume tampungan embung sebesar 160.000 m3, dengan rencana kapasitas pengambilan 40 liter/detik.

Selain itu, terdapat beberapa sarana yang akan disiapkan sebagai penunjang embung tersebut, di antaranya kolam penampung dengan kapasitas 2.500 m3, 6 unit pompa dengan kapasitas 20 liter/detik (3 unit pompa sebagai penyalur air dari embung menuju kolam penampung dan 3 pompa lainnya sebagai penyalur air dari kolam penampung menuju ultrafiltrasi), 5 tangki air dengan kapasitas 640 m3, Kolam Sedimen dengan kapasitas 1500 m3, Pipa dan beserta penunjang lainnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR dan BNPT Resmikan Ponpes Walisongo di Poso

Selain Basuki Hadimuljono, turut hadir antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, serta Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

PROPERTI TV

BERITA TERBARU